Komoditas perkebunan kopi di daerah Labuan Bajo Flores masih potensial untuk dikembangkan lebih optimal lagi. APEKAM (Asosiasi Petani Kopi dan Jahe Manggarai) Bersama Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia, melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan Kab. Manggarai Timur bersinergi untuk mengembangkan Komoditas kopi dan agrowisata di Manggarai Timur. Melalui program Familiarization Trip, Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores melakukan beberapa kegiatan studi banding yang dilaksanakan antara lain kunjungan lahan untuk komoditas kopi dan pengelolaan Agrowisata perkebunan Kopi di Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia. Kegiatan ini dilaksanakan tanggal 26 Maret 2021 di Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia, Jember, Jawa Timur. Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia diwakili oleh Kepala yaitu Bapak Agung Wahyu Susilo beserta staf sedangkan Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores diwakili oleh Direktur Utama yaitu Ibu Shana Fatina, Penasihat dan Penanggungjawab APEKAM (Asosiasi Petani Kopi dan Jahe Manggarai) Romo Tarsisius Syukur, dan Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Manggarai Timur Bapak Yohanes Sentis. Dengan adanya sinergi ini diharapkan dapat mengembangkan agribisnis dan agrowisata kopi di daerah setempat, sehingga potensi daerah tersebut dapat dimanfaatkan dengan optimal untuk penunjang perekonomian daerah sekitar.
Category: Kunjungan Tamu
-
Peningkatan Kompetensi Manajemen Tanaman Penyegar Komoditas Kopi Kerjasama antara Puslitkoka dan Dirjenbun
Puslitkoka bekerjasama dengan Direktorat Tanaman Tahunan dan Penyegar, Direktorat Jenderal Perkebunan
Mengadakan acara Peningkatan Kompetensi Manajemen Tanaman Penyegar bertajuk Teknik Budidaya dan Pengolahan Kopi. Acara tersebut diadakan pada tanggal 8-10 Maret 2021 secara tatap muka di Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia dan daring melalui aplikasi Zoom.
Acara ini dihadiri Endy Pranoto, S.Sos, M.Sc. selaku koordinator Tanaman Penyegar beserta jajarannya, lebih dari 160 peserta yang berasal dari perwakilan dinas perkebunan dan petani kopi di seluruh Indonesia.
Dalam acara tersebut, sambutan diberikan oleh Dr.Agung Wahyu Susilo selaku Kepala Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia dan secara resmi dibuka oleh Bapak Heru Tri Widarto, S.Si, M.Sc. selaku Direktur Tanaman Tahunan dan Penyegar, Direktorat Jenderal Perkebunan.
Beberapa hal yang dilaksanakan dalam peningkatan kompetensi tersebut antara lain penyampaian materi tentang teknis budidaya kopi, yang di dalamnya terdapat muatan teknologi terupdate. Antusiasme para peserta juga turut menambah kemeriahan acara tersebut sehingga terjadi interaksi antara widyaiswara dan peserta. Acara tersebut diharapkan dapat memberikan wawasan yang komprehensif terkait dengan budidaya kopi sehingga dapat meningkatkan kompetensi para petani kopi khususnya di seluruh Indonesia. -
Kunjungan dan Monitoring Produsen Benih dan Pengolahan Kopi Kakao, oleh Kepala Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman dan Tim
Kunjungan Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan Surabaya dalam rangka monitoring produsen benih kopi dan kakao di wilayah Bondowoso dan Jember. Monitoring tersebut dilaksanakan mulai 3 – 5 Maret 2021. Dalam monitoring tersebut, dipimpin langsung oleh Kepala BBPPTP Surabaya, Ir. Purwo Widiarto, MMA.
Kunjungan BBPPTP Surabaya ke Puslitkoka dalam rangka sinergi pelaksanaan program tahun 2021 terkait dukungan alat mesin pengolahan hulu kopi untuk program pengembangan kopi organik Ijen-Raung di Bondowoso, serta sarasehan mengenai hasil inovasi bahan tanam unggul kopi dan kakao.
Sinergi ini diharapkan dapat meningkatkan kolobarasi antar stakeholder dalam pengembangan kopi dan kakao di wilayah Jawa Timur, khususnya di Bondowoso dan Jember.






-
Focus Group Discussion Pengembangan Kopi dan Kakao Berbasis Desa antara Puslitkoka dan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia
Komoditas kopi dan kakao saat ini menjadi komoditas yang paling banyak diusahakan oleh perkebunan rakyat. Sebagai penggerak ekonomi kerakyatan, komoditas ini juga tidak terlepas dari keterlibatan peran masyarakat pedesaan. Namun demikian, ekosistem kopi dan kakao di desa masih perlu dioptimalkan.
Pada tanggal 3 Maret 2021, Puslitkoka, Kementerian Pedesaan, Forum BumDes Indonesia, Gamal Institute, Koperasi Desa, dan Pelaku UMKM untuk melaksanakan Focus Group Discussion bertajuk “Pengembangan Kopi dan Kakao Berbasis Desa”. Luaran dari kegiatan ini diharapkan dapat menghasilkan model bisnis yang sesuai untuk pengembangan kopi dan kakao baik dari hulu dan hilir yang berbasis desa. Puslitkoka diwakili oleh Dr. Agung Wahyu Susilo selaku Kepala, Kementerian Pedesaan diwakili oleh Samsul Widodo selaku Dirjen PDT, dan Forum BUMDes Indonesia diwakili oleh Yani Setiadi.Puslitkoka menyiapkan dukungan teknologi kopi dan kakao serta pendampingan tim ahli untuk percepatan pengembangan kopi dan kakao. Kerjasama Puslitkoka dan BUMDes di Bogor menjadi salah satu percontohan yang telah sukses dalam pengembangan kopi dan kakao. Yani Setiadi menuturkan, “BUMDes dapat berperan selaku konsolidator bagi pelaku agribisnis kakao ke Buyer”. BUMDes juga dapat mengambil peran melalui kerjasama penyediaan bibit, (teknologi), pupuk, peralatan, dan sebagainya. BUMDes saat ini telah menjadi badan hukum yang setara dengan PT dan Koperasi. Masyarakat desa baik melalui kolaborasi UMKM dan koperasi selaku penggerak sektor kopi dan kakao di Desa. Dengan adanya FGD ini diharapkan dapat Mendorong Perkebunan Kopoi dan Kakao dengan keterlibatan BUMDes.


-
Kunjungan Kerja Komite Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Rakyat Kabupaten Paniai.
Komoditas kopi dan kakao saat ini menjadi komoditas yang paling banyak diusahakan oleh perkebunan rakyat. Sebagai penggerak ekonomi kerakyatan, komoditas ini juga tidak terlepas dari keterlibatan peran masyarakat pedesaan. Namun demikian, ekosistem kopi dan kakao di desa masih perlu dioptimalkan.
Pada tanggal 3 Maret 2021, Puslitkoka, Kementerian Pedesaan, Forum BumDes Indonesia, Gamal Institute, Koperasi Desa, dan Pelaku UMKM untuk melaksanakan Focus Group Discussion bertajuk “Pengembangan Kopi dan Kakao Berbasis Desa”. Luaran dari kegiatan ini diharapkan dapat menghasilkan model bisnis yang sesuai untuk pengembangan kopi dan kakao baik dari hulu dan hilir yang berbasis desa. Puslitkoka diwakili oleh Dr. Agung Wahyu Susilo selaku Kepala, Kementerian Pedesaan diwakili oleh Samsul Widodo selaku Dirjen PDT, dan Forum BUMDes Indonesia diwakili oleh Yani Setiadi.
Puslitkoka menyiapkan dukungan teknologi kopi dan kakao serta pendampingan tim ahli untuk percepatan pengembangan kopi dan kakao. Kerjasama Puslitkoka dan BUMDes di Bogor menjadi salah satu percontohan yang telah sukses dalam pengembangan kopi dan kakao. Yani Setiadi menuturkan, “BUMDes dapat berperan selaku konsolidator bagi pelaku agribisnis kakao ke Buyer”. BUMDes juga dapat mengambil peran melalui kerjasama penyediaan bibit, (teknologi), pupuk, peralatan, dan sebagainya. BUMDes saat ini telah menjadi badan hukum yang setara dengan PT dan Koperasi. Masyarakat desa baik melalui kolaborasi UMKM dan koperasi selaku penggerak sektor kopi dan kakao di Desa. Dengan adanya FGD ini diharapkan dapat Mendorong Perkebunan Kopoi dan Kakao dengan keterlibatan BUMDes.
-
Focus Group Discussion (FGD) Pengembangan Komoditas Kakao antara Puslitkoka dan PTPN X
Sebagai bagian dari Holding BUMN Perkebunan, Puslitkoka melakukan sinergi dengan PTPN X untuk program pengembangan komoditas kakao. PTPN X memiliki prioritas terhadap komoditas tembakau dan dan gula, namun komoditas lain yang dimiliki oleh entitas ini juga dirasa perlu dikembangkan karena merupakan komoditas strategis, salah satunya kakao.
PTPN X yang diwakili oleh Aris Handoyo, SP. selaku Kepala Diversifikasi Produk, dan beberapa staf lain. Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia dipimpin oleh Dr. Agung Wahyu Susilo sebagai Kepala dan staf.
Komoditas kakao yang ada di PTPN X ada di beberapa bagian kebun, salah satunya Kertosari, dimana ada tanaman kakao yang letaknya sangat stategis dan memiliki luasan yang cukup besar. Akan tetapi, terdapat beberapa kendala yang dihadapi diantaranya adalah tanaman yang sudah tua, serangan OPT, hinggal permasalahan di hilir. Untuk mengatasi hal tersebut, Puslitkoka memberikan alternatif teknologi untuk mengatasi beberapa permasalahan terkait.
Dengan adanya acara ini, diharapkan sinergi antar dua lembaga dapat bermanfaat dan menghasilkan sesuatu yang dapat menambah pendapatan serta kemanfaatan lahan di wilayah PTPN X.




-
Sinergi Puslitkoka dengan Komunitas Jember.
Bertempat di Padepokan HM. Arum Sabil, pada hari Minggu, 14 Februari 2021, Kepala Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia menghadiri silaturahmi dengan berbagai elemen pemerintah, perguruan tinggi dan tokoh masyarakat yang ada di Kabupaten Jember. Kegiatan silaturahmi ini diharapkan menjadi penjembatan sinergi dalam membangun Kabupaten Jember kedepannya, terutama dalam pengembangan Kopi dan Kakao.
Kegiatan silaturahmi tersebut dihadiri oleh HM. Arum Sabil selaku tuan rumah, Bupati Jember, Wakil Bupati Jember, Rektor IAIN, Ketua MUI Jember, Direktur RS Jember Klinik, dan berbagai tokoh masyarakat lainnya. Dalam kegiatan silaturahmi tersebut, sekaligus menjadi perpisahan Bupati dan Wakil Bupati Jember yang akan berakhir masa jabatannya dalam beberapa hari kedepan.



-
Kunjungan Tim RISTEKDIKTI dalam rangka Monev PUI
Jember, 13 November 2019. Kegiatan Focus Group Discussion (FGD) mengenai kinerja Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia sebagai Pusat Unggulan IPTEK (PUI) Kopi dan Kakao telah dilaksanakan pada Rabu, 13 November 2019 di Puslitkoka, Jember. Kegiatan FGD ini dihadiri oleh ahli ekonomi internasional dari Kamar Dagang Indonesia, Utama Kajo, praktisi bisnis kopi dari Asosiasi Eksportir Kopi, Pranoto Sunarto, serta perwakilan dari Kemenristek yaitu Goenawan Wybisana, dan Aswin Firmansyah.
Lembaga yang ditetapkan sebagai PUI adalah lembaga yang melaksanakan kegiatan – kegiatan riset bertaraf internasional pada bidang spesifik secara multi dan interdisiplin dengan standar hasil yang sangat tinggi serta relevan dengan kebutuhan pengguna IPTEK. Puslitkoka merupakan lembaga litbang yang telah ditetapkan sebagai PUI Kakao pada tahun 2012, kemudian menyusul pada tahun 2013 ditetapkan sebagai PUI Kopi dan pada tahun 2015 ditetapkan sebagai PUI Kopi dan Kakao dan mampu secara konsisten mempertahankan predikat sebagai Pusat Unggulan Iptek sampai dengan tahun 2019.
Evaluasi yang dilakukan meliputi 27 indikator yang terbagi menjadi 3 kriteria yaitu (1) kemampuan lembaga untuk menyerap informasi dan teknologi dari luar (Sourcing Adsorptive Capacity), (2) kemampuan lembaga untuk meningkatkan kapasitas IPTEK melalui potensi adopsi, adaptasi dan pengembangan teknologi (Research and Development Capacity), dan kemampuan lembaga untuk melakukan hilirisasi hasil – hasil litbang (Disseminating Capacity). Sampai dengan November ini, Puslitkoka telah mampu memenuhi hampir semua indikator yang ditetapkan oleh PUI. Bapak Utama Kajo sebagai Tim evaluator PUI menyampaikan bahwa Puslitkoka memiliki nilai lebih sebagai lembaga litbang karena mempunyai kapasitas melakukan riset sekaligus sebagai eksekutor, sehingga diharapkan Puslitkoka akan menjadi mercusuar riset kopi dan kakao yang tidak hanya diakui di Indonesia, tetapi juga di dunia. -
Kunjungan Tokyo Food Corporation dari Jepang
Bagian Penelitian dari Puslitkoka mendapatkan kunjungan tamu dari Tokyo Food Corporation dari Jepang yang diwakili oleh Katsuya Nakajima selaku Research and Development, Atsushi Shiomi selaku Corporate planning dan Yuichi Honma sebagai Purchasing Department untuk berdiskusi dan melihat fasilitas produksi pengolahan kakao skala kecil serta mendiskusikan berbagai isu tentang kakao di Indonesia. Teknologi pengolahan pascapanen dari Puslitkoka akan dimanfaatkan untuk membangun kerjasama mitra dengan petani di Sulawesi Utara.
-
Kunjungan David Rinck Managing Director Absolute Options beserta Lucy O’Bryan
Kunjungan David Rinck
Managing Director Absolute Options beserta Lucy O’Bryan disambut Direktur Puslitkoka Dr. Agung Wahyu Susilo beserta jajaran managemen.Agenda kegiatan evaluasi dampak implementasi program Millenium Challenge Account-Indonesia (MCA-i). Salah satu wujud program tsb adalah pendirian lab uji citarasa kakao.
Pesan David, lab uji tsb telah meningkatkan kompetensi puslitkoka dan memiliki peran penting untuk perbaikan mutu citarasa kakao Indonesia
Pada kesempatan yang sama, Lucy O’Bryan mengambil gambar dan menulis artikel untuk diterbitkan dalam blog “Cocoa through the Lens”. Blog tersebut tampil dlm web WCF (World Cocoa Foundation).