Category: Dunia Perkebunan

Berita seputar perkebunan lingkup PT. RPN

  • Tim TJSL Berkolaborasi dengan BUMN Muda Perkebunan PT RPN, Salurkan Dana TJSL Kepada Anak Yatim

    Bogor-Dalam menjalankan setiap proses bisnisnya, PT Riset Perkebunan Nusantara berkomitmen untuk turut serta dalam memberi manfaat bagi masyarakat dan menjaga keberlangsungan lingkungan serta kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah kerjanya. Komitmen tersebut diwujudkan melalui silahturahmi sekaligus pemberian santunan berupa bantuan dana dan sembako kepada Anak Yatim dan Dhuafa di Yayasan Mizan Amanah yang dilaksanakan pada 4 April 2024, berlokasi di Kota bogor.
    Kegiatan ini dilakukan sebagai bagian dari Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang merupakan hasil kolaborasi antara Tim TJSL PT Riset Perkebunan Nusantara dan BUMN Muda Perkebunan PT RPN.
    Silaturahmi tersebut dihadiri oleh Sekretaris Perusahaan PT RPN, Henry Prastanto; Kepala Sub Divisi Sekretariat & Protokoler, Repal; Ketua BUMN Muda Perkebunan PT RPN, Doni Setiadi beserta Tim TJSL dan Perwakilan BUMN Muda PT RPN lainnya.
    “Melalui Acara ini, dan di bulan yang penuh keberkahan ini, harapannya PT RPN dapat terus memberikan kebermanfaatan lebih baik kepada stakeholder maupun masyarakat sekitar” ujar Henry.

    PT Riset Perkebunan Nusantara akan terus berkomitmen dalam menjalankan Program TJSL ini pada agenda lain berikutnya, semoga PT RPN dapat terus bermanfaat bagi masyarakat sekitar.

    Keterangan Lebih Lanjut:

    Divisi Sekretariat

    PT Riset Perkebunan Nusantara

    Ponsel: +6285361031099

    Email: rpn@rpn.co.id

  • PT RPN MELAKSANAKAN FGD “POTENSI APLIKASI TEKNOLOGI MICROSATELLITE PADA KOMODITAS STRATEGI NASIONAL UNTUK MEWUJUDKAN TATA KELOLA YANG BERKELANJUTAN”

    Sebagai langkah awal untuk menjajaki potensi aplikasi teknologi microsatellite khususnya untuk perkebunan kelapa sawit, PT Riset Perkebunan Nusantara (PT RPN) menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Potensi Aplikasi Teknologi Microsatellite pada Komoditas Strategis Nasional untuk Mewujudkan Tata Kelola yang Berkelanjutan”. Acara yang dilaksanakan pada 26 Maret 2024 di Aula Kantor Direksi PT Riset Perkebunan Nusantara ini menghadirkan narasumber dan peserta dari berbagai instansi diantaranya: Pusat Riset Teknologi Satelit, Hokkaido University, PT Riset Perkebunan Nusantara, Badan Informasi Geospasial, Direktur Jendral Perkebunan, Badan Pusat Statistik, Holding Perkebunan Kelapa Sawit, dan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit.

    Pada FGD ini para narasumber membahas mengenai standing position data kelapa
    sawit Indonesia, pemanfaatan teknologi satelit di Indonesia, gambaran dan aplikasi teknologi microsatellite khususnya di bidang pertanian, kebutuhan sumber data terpercaya untuk monitoring per kebunan khususnya kelapa sawit sebagai komoditas strategis nasional, akurasi pemanfataan data satelit untuk sensus pertanian, dan Kendala yang dihadapi untuk monitoring industri kelapa sawit Nasional dalam upaya meningkatkan produktivitas kelapa sawit nasional. Tidak luput juga PT Perkebunan Nusantara III (Persero) Holding memaparkan mengenai precision agriculture di lingkup PT Perkebunan Nusantara Holding.

    Kelapa sawit merupakan komoditas perkebunan unggulan di Indonesia. Areal perkebunan kelapa sawit di Indonesia yang cukup luas, memerlukan sarana monitoring yang efektif dan efisien. Selain itu, data luasan perkebunan kelapa sawit di Indonesia dari beberapa instansi masih memiliki keberagaman. Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah dalam menyajikan data luasan maupun produksi kelapa sawit yang akurat, diantaranya terkait penundaan evaluasi perizinan perkebunan kelapa sawit serta peningkatan produktivitas kelapa sawit, kebijakan satu data Indonesia, dan kebijakan satu peta. Namun demikian, dalam teknisnya kebijakan tersebut masih menghadapi kendala, salah satunya disebabkan masing-masing institusi yang terlibat dalam pengumpulan data kelapa sawit memiliki metode pengumpulan dan hasil data yang berbeda-beda.

    PT RPN telah mengembangkan berbagai advance technology dibidang Kelapa sawit. Oleh karena itu, pada kesempatan ini PT RPN memaparkan mengenai teknologi penginderaan jauh dalam pengelolaan perkebunan kelapa sawit. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa data yang diperoleh dari citra satelit dapat dimanfaatkan untuk Palm Counting, monitoring hama dan penyakit tanaman,  serta kadar hara daun tanaman. Penggunaan Lidar memungkinkan untuk dimanfaatkan dalam mengukur tinggi tanaman kelapa sawit. Penggunaan tinggi tanaman dapat dimanfaatkan untuk pengklasifikasian kelas umur tanaman. Hal ini perlu dukungan penelitian lebih lanjut mengenai hubungan tinggi tanaman terhadap kelas umur berdasarkan varietas tanaman. Pemanfaatan teknologi Microsatellite untuk monitoring dan akuisisi data pertanian khususnya kelapa sawit sangat mungkin untuk diterapkan.

    Dengan kolaborasi PT RPN dan berbagai institusi melalui FGD Microsatellite ini diharapkan seluruh pihak dapat berkoordinasi serta menyamakan persepsi dalam penggunaan teknologi microsatellite untuk memajukan pertanian khususnya di komoditi kelapa sawit, serta dapat mendukung kebijakan satu data dan satu peta yang dicanangkan oleh pemerintah Indonesia.

    Keterangan Lebih Lanjut

    PT RPN-Pusat Penelitian Kelapa Sawit
    Telp : 061 7862477

    Email : admin@iopri.org

  • Kerja Sama PT Riset Perkebunan Nusantara dengan PIESAT Information Technology

    Press Release

    PIESAT merupakan perusahaan Internet Satelit terkemuka di Tiongkok yang memiliki platform layanan cloud penginderaan jauh dan informasi geografis pertama PIE-Engine yang mewujudkan lokalisasi perangkat lunak dasar penginderaan jarak jauh.

    Bogor- 25 Maret 2024, Kantor Direksi PT Riset Perkebunan Nusantara mendapat kunjungan dari Direktur PIESAT Information Technology, Zhang Jing. Kunjungan tersebut disambut hangat oleh Direktur PT RPN, Iman Yani Harahap; SEVP Operation I, Tjahjono Herawan; SEVP Operation II, Misnawi; Kepala Divisi Produksi Operation II, Erwin Prastowo dan Kepala Divisi Operasional Riset, Sri Wening. 

    Dalam sambutannya, Direktur PT RPN mengatakan “Penelitian adalah inti bisnis kami yang menyumbang sekitar 90% dari total pendapatan kami, terutama dari penjualan produk dan teknologi, serta layanan bisnis. Oleh karena itu, agar pertumbuhan bisnis perusahaan tetap berjalan, kami harus selalu menyempurnakan produk dan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan pemangku kepentingan saat ini, serta mengoptimalkan potensi kolaborasi penelitian dengan pihak lain.”

    Pada kunjungan tersebut, Zhang Jing menanggapi isi sambutan Direktur PT RPN yaitu “Kami dapat memberikan solusi menyeluruh untuk aplikasi informasi spasial seperti produk perangkat lunak dasar, desain dan pengembangan sistem, dan layanan cloud penginderaan jauh untuk pemerintah, perusahaan, universitas, dan departemen terkait lainnya”.

    PIESAT telah melaksanakan dan berpartisipasi dalam serangkaian proyek strategis nasional yang besar. Tujuan mereka adalah melayani industri di bidang sumber daya alam, lingkungan ekologi, manajemen darurat, meteorologi, kelautan, pemeliharaan air, pertanian, dan industri lainnya.

    Kunjungan tersebut diakhiri dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara PT Riset Perkebunan Nusantara dan PIESAT Information Technology tentang Peningkatan Efisiensi Pengelolaan Perkebunan Melalui Kegiatan Riset dan Komersialisasi Pemanfaatan Data Satelit.

    Dengan adanya MoU ini, harapannya dapat melaksanakan kegiatan yang direncanakan untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan perkebunan melalui penelitian dan komersialisasi, dengan tetap memperhatikan tata kelola perusahaan yang baik dan ketentuan peraturan perundang-undangan.

    Keterangan Lebih Lanjut:

    Divisi Sekretariat

    PT Riset Perkebunan Nusantara

    Ponsel: +6285361031099

    Email: rpn@rpn.co.id

  • PRESIDEN RI MERESMIKAN PABRIK PERTAMA MINYAK MAKAN MERAH YANG MERUPAKAN HASIL INOVASI RISET DARI PT RPN-PPKS

    Kamis (14/03), Presiden Republik Indonesia meresmikan Pabrik Minyak Makan Merah (3M) Pertama yang berlokasi di Pagar Merbau Kab Deli Serdang, Sumatera Utara. Rombongan yang ikut serta dalam peresmian ini diantaranya Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Basuki Hadimuljono), Menteri Koperasi dan UMKM (Teten Masduki), Direktur Utama Holding PTPN III (Persero) (Abdul Ghani), Direktur PT Riset Perkebunan Nusantara (Iman Yani Harahap), SEVP Research, Innovation and Sustainability PT RPN(M. Edwin S. Lubis), SEVP Operation II PT RPN (Misnawi), Kepala Pusat Penelitian Kelapa Sawit – PT RPN (Winarna),  

    PJ Gubernur Sumatera Utara (Hassanudin) dan Bupati deli Serdang (Ali Yusuf) serta rombongan lainnya.

    Pabrik minyak makan merah ini merupakan pabrik pertama di Indonesia yang merupakan hasil inovasi anak perusahaan Holding Perkebunan Nusantara, yakni
    PT Riset Perkebunan Nusantara-Cabang Pusat Penelitian Kelapa Sawit, dimana dalam pelaksanaannya dibawah naungan komando Menteri Koperasi dan UMKM dan dalam pengelolaannya dilaksanakan oleh Koperasi Pujakesuma.

    Harapan Menteri Teten kedepannya, setiap 1000 hektar perkebunan kelapa sawit, harus dilengkapi dengan pabrik Minyak makan Merah. Sesuai dengan arahan Presiden Republik  Indonesia, Joko Widodo, dimana hilirisasi kelapa sawit menjadi Minyak Makan Merah oleh koperasi ditujukan untuk memastikan agar petani semakin sejahtera melalui minyak goreng sehat dengan harga terjangkau. Pabrik ini adalah satu dari tiga pilot projek Minyak Makan Merah yang bekerja sama dengan PTPN.

    Pada kesempatan tersebut Peneliti Minyak Makan Merah PT RPN-PPKS (Frisda Rimbun Panjaitan dan tim) juga turut memberikan penjelasan tentang manfaat minyak makan merah bagi kesehatan serta bagaimana rancang bangun pabrik tersebut bekerja menghasilkan Minyak Makan Merah yang bersumber dari CPO kelapa sawit, dengan harapan minyak makan merah ini memiliki harga yang lebih kompetitif dan sebagai alternatif minyak makan sehat sehingga dapat menjadi solusi atas masalah stunting.

                                                                         —

    Keterangan Lebih Lanjut

    PT RPN-Pusat Penelitian Kelapa Sawit
    Telp : 061 7862477

    Email : admin@iopri.org

  • PT Riset Perkebunan Nusantara : Optimalisasi Kinerja Melalui Inovasi Riset dan Bisnis dengan Tata Kelola Risiko yang Efektif dan Efisien

    Dalam rangka menyusun dan memantapkan rencana kinerja di tahun 2024, PT Riset Perkebunan Nusantara mengadakan Rapat Koordinasi pada 27-28 Februari 2024 dengan tema “Optimalisasi Kinerja Melalui Inovasi Riset dan Bisnis dengan Tata Kelola Risiko yang Efektif dan Efisien”. Rapat Koordinasi ini dihadiri oleh Direktur Produksi dan Pengembangan Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), Mahmudi; Komisaris Utama PT Riset Perkebunan Nusantara, Sjukrianto Yulia; Direktur PT Riset Perkebunan Nusantara, Iman Yani Harahap; SEVP Operation I, Tjahyono Herawan; SEVP Operation II, Misnawi; SEVP Business Support, Edy Suprianto; SEVP Riset, Inovasi dan Sustainability, M. Edwin Syahputra Lubis; beserta seluruh jajaran Kepala Pusat Penelitian Lingkup PT RPN, Wakil Kepala PPKS, Kepala Divisi, Kepala Bagian dan Kepala Sub Divisi PT RPN.

    “PTPN Grup telah berkomitmen untuk menggunakan produk dan pengawalan bisnis dari PT RPN. Untuk itu, Direktorat Produksi dan Pengembangan siap untuk mendukung upaya PT RPN dalam menawarkan produk-produknya di lingkungan PTPN Grup” ujar Mahmudi, Direktur Produksi dan pengembangan Holding PTPN III (Persero).
    Hal tersebut didukung dan sejalan dengan sambutan Komisaris Utama PT RPN yang mengutarakan apresiasinya kepada PT RPN karena telah banyak mencari peluang-peluang bisnis baru, dan aware akan hal tersebut.
    Dukungan serta apresiasi dari DPP Holding beserta Komisaris PT RPN disambut dan diterima dengan hangat oleh Direktur PT RPN, sebagaimana paparannya yang menyatakan bahwa memang terdapat peningkatan-peningkatan kinerja, dan untuk mendapatkan pencapaian pendapatan yang terus meningkat setiap tahunnya bukanlah hal yang mudah apabila tidak ada komitmen dari semua pihak dan usaha mempertahankan.

    Semangat serta integritas untuk mewujudkan peningkatan kinerja serta pencapaian-pencapaian yang akan diperoleh oleh PT RPN ditunjukkan melalui penandatangan Komitmen Bersama antara Direktur PT RPN dengan Senior Executive Vice President, Kepala Pusat Penelitian Lingkup PT RPN, serta Kepala Divisi PT RPN.

    Rangkaian acara tersebut juga diisi dengan penyampaian penghargaan kepada peneliti berprestasi PT Riset Perkebunan Nusantara. Melalui proses penilaian yang telah dilakukan oleh dewan juri maka diperoleh 3 peneliti terbaik yaitu: Lina Fatayati Syarifa dari Pusat Penelitian Karet; Restu Wulansari dari Pusat Penelitian Teh dan Kina serta Rizka Tamania Saptari dari Pusat Penelitian Kelapa Sawit.

    Sebagai Perusahaan yang berbasis riset, pemberian apresiasi atas kinerja terbaik sangatlah berarti guna mendukung serta memotivasi para peneliti agar semakin giat dalam malakukan inovasi-inovasi riset yang membanggakan.


    Keterangan Lebih Lanjut:
    Divisi Sekretariat
    PT Riset Perkebunan Nusantara
    Ponsel: +6285361031099
    Email: rpn@rpn.co.id

  • Pusat Penelitian Karet – PT Riset Perkebunan Nusantara Sumbangkan Bantuan untuk Desa Tanjung Menang Musi yang Terdampak Banjir

    Dalam kesempatan tersebut Pusat Penelitian Karet – PT Riset Perkebunan Nusantara yang diwakilkan oleh Penjab. Kesekretariatan Doni Romadhon, S.T., menyampaikan “kami sangat berempati terhadap warga Desa Tanjung Menang Musi atas banjir tahunan yang melanda dan berdoa semoga banjir ini segera surut dan warga selalu diberi kesehatan”.

    Langkah ini diambil sebagai wujud kepedulian Pusat Penelitian Karet terhadap masyarakat Desa Tanjung Menang Musi, semoga bantuan yang diberikan dapat meringankan warga sekitar.

     “Terima kasih atas bantuan yang diberikan oleh Pusat Penelitian Karet – PT Riset Perkebunan Nusantara, bantuan ini sangat berarti di tengah-tengah cobaan akibat bencana alam ini”, ujar Kepala Desa Tanjung Menang Musi.

    Dengan semangat kebersamaan dan kekeluargaan Pusat Penelitian Karet – PT Riset Perkebunan Nusantara dan Masyarakat, diharapkan di Desa Tanjung Menang Musi proses pemulihan dapat berjalan dengan lancar, dan para warga dapat menjalankan aktifitasnya seperti biasa dengan normal.

  • Peran PPTK-PT RPN dalam “Launching “CERTEAFIED” Standar Teh Indonesia

    Dewan Teh Indonesia (DTI) meluncurkan Standar Teh Indonesia (STI) – CERTEAFIED di Pekalongan, 27 Januari 2024  disaksikan oleh para stakeholder dan insan pertehan Indonesia, mulai dari pelaku produsen yang diwakili oleh ATI dan APTEHINDO, ARTI, pelaku rantai pasok para trader dan packer, berbagai brand owner teh lokal Indonesia terutama yang banyak berasal di wilayah Jawa Tengah, pemerintah setempat serta para pemerhati teh dan media partner. Pekalongan dipilih sebagai tempat soft launching STI didasarkan pada 60% industri hilir dan konsumen teh tersentra di wilayah Jawa Tengah dan sekitarnya.

    Launching STI “CERTEAFIED” juga menjadi tonggak dari kebangkitan teh Indonesia yang bertepatan dengan 200 tahun biji teh ditanam dan dikembangkan di Indonesia pertama kali. Logo STI dikawal dengan 3 “gunungan” yang menyimbolkan harmoni antara alam dan manusia, dimana teh merupakan pohon kehidupan.

    Dalam proses perumusan dan penyusunan STI CERTEAFIED ini, Pusat Penelitian Teh dan Kina memainkan peran penting sebagai Leader dalam perumusan dan penyusunan modul STI CERTEAFIED ini. Kepala PPTK sekaligus ex officio Ketua bidang litbang DTI, M. Akmal Agustira dan Pimpro STI menyampaikan bahwa penyusunan STI ini merupakan standar yang sangat singkat, lahir dari tuntutan para stakeholder teh untuk keberlanjutan teh Indonesia yang terutama di ”drive” dari market demand. Pusat Penelitian Teh dan Kina sebagai satu unit dari PT Riset Perkebunan Nusantara berkomitmen untuk memenuhi kebetuhan stakeholders melalui pelayanan dan jasa konsultasi yang didukung oleh peneliti yang profesional di bidangnya. Proses lahirnya STI ini merupakan hasil kerja dari kolaborasi berbagai pihak dengan menyatukan berbagai mindset kebutuhan para pelaku industri teh seperti asosiasi produsen dan rantai pasok, akademisi, NGO, dan tentunya litbang. Sinergi antara peran Litbang DTI dengan para pelaku rantai nilai teh sangat dibutuhkan dalam upaya mempercepat proses inovasi dan teknologi untuk pembangunan industri teh nasional yang berkelanjutan.

    Ketua Umum DTI, Dr. Rachmad Gunadi menuturkan Standar Teh Indonesia ini hadir untuk menjawab berbagai isu-isu strategis yang berkembang sangat dinamis di industri teh Indonesia dan global saat ini dan ke depan. Keberlanjutan industri dan bisnis teh Indonesia bisa diwujudkan bila seluruh rantai pasok industri teh Indonesia dapat memahami serta menerapkan praktek-praktek keberlanjutan yang baik dalam pengelolaan perkebunan teh, memperhatikan lingkungan dan orang yang bekerja di dalamnya, industri hilir mendapat pasokan teh yang cukup dan konsumen dapat menikmati dan percaya akan produk teh yang dibelinya.

    Lebih lanjut, Dr. Rachmad Gunadi mengungkapkan bahwa keberadaan STI diharapkan dapat meningkatkan keseimbangan manfaat yang diterima dari setiap rantai pasok teh melalui peningkatan kualitas diikuti dengan harga yang lebih baik serta semakin memperluas akses pasar produk teh Indonesia di pasar lokal dan ekspor. STI ini juga dapat menjadi salah satu alternatif non tarrif barrier atas semakin meningkat dan beragamnya produk teh impor ke Indonesia. Selain itu, hadirnya STI juga untuk membranding citra teh Indonesia di kalangan konsumen lokal untuk mencintai dan meningkatkan konsumsi teh berkualitas yang berasal dari negeri sendiri.

    Pada momen peluncuran CERTEAFIED juga dilakukan peluncuran asosiasi-asosiasi baru, yaitu Asosiasi Es Teh Indonesia (ASET Indonesia) dan Asosiasi Konsultan Teh Indonesia (AKTI) serta penandatanganan MoU antara DTI dengan KORNAS Pemuda Tani memperkuat perjuangan industri teh Indonesia untuk bangkit bersama-sama mengembalikan kejayaan teh Indonesia. Semakin banyaknya generasi baru Milenial dan Zilenial yang andil terjun langsung dalam industri hilir teh dapat mendorong terbuka luasnya peluang industri hulu teh untuk bangkit dan menggairahkan kembali industri teh Indonesia, yang salah satunya dimotori oleh para pelaku yang tergabung dalam Asosiasi Es Teh Indonesia. Kebutuhan industri yang semakin beragam menuntut para ahli teh untuk lebih lincah dan peka dalam menjawab berbagai tuntutan di lapangan, untuk itulah AKTI ini hadir untuk mempercepat transformasi adaptasi berbagai perkembangan yang terjadi di industri teh lokal dan global. Sekjend DTI, Agus Supriyadi menguatkan bahwa kehadiran asosiasi-asosiasi di pertehan Indonesia ini memberi arti penting bagi DTI sebagai wadah dalam seluruh stakeholders agribisnis teh yang senantiasa akan terus berperan untuk memperjuangkan aspirasi dan mensinergikan kepentingan pelaku industri teh nasional dalam mewujudkan sistem dan usaha agribisnis teh yang berdaya saing dan berkelanjutan.

    Dalam rangkaian Launching STI CERTEAFIED juga dimeriahkan dengan kegiatan Kampanye Teh bertempat di Lapangan Mataram Pekalongan, untuk lebih memperkenalkan, mengedukasi serta mempromosikan produk-produk teh lokal Indonesia yang berkualitas sehingga masyarakat senang mengkonsumsi dan mencintai produk teh lokal. Dalam kegiatan ini juga memperkenalkan Standar Teh Indonesia CERTEAFIED dan menggaungkan lifestyle minum teh yang sehat dan berkualitas.

    Keterangan Lebih Lanjut:

    Pusat Penelitian Teh dan Kina

    Telp: +6222 5928186

    Ponsel: +6281772863764

    email: secretariat@iritc.org

  • KUNJUNGAN DEWAN KOMISARIS PT PERKEBUNAN NUSANTARA III (PERSERO) KE PT RPN-PUSAT PENELITIAN PERKEBUNAN GULA INDONESIA

    Pasuruan, 23 Januari 2024. Dewan Komisaris PTPN III (Persero) melakukan kunjungan kerja ke PT Riset Perkebunan Nusantara (PT RPN) – Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia (P3GI) pada Selasa, 23 Januari 2024.

    Pada kunjungan kerja yang dilakukan oleh Bapak Zulkifli Zaini selaku Komisaris Utama beserta Bapak Wisto Prihadi selaku Dewan Komisaris Holding Perkebunan Nusantara,
    PT Perkebunan Nusantara III (Persero). Rombongan didampingi oleh segenap Komite Audit.

    Turut hadir pula Bapak Fauzi Omar selaku Direktur Operasional PT Perkebunan Nusantara I (Supporting Co), Bapak Subagyo selaku Regional Head 4 PTPN I, Bapak Winarto selaku Regional Head 5 PTPN I. Rombongan diterima oleh Bapak Misnawi selaku SEVP Operation II PT Riset Perkebunan Nusantara beserta segenap jajaran di Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia.

    Dewan Komisaris melakukan monitoring kinerja pada salah satu unit kerja, yakni PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN)-Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia (P3GI) dengan agenda diskusi dan kunjungan fasilitas di P3GI Pasuruan. Komisaris Utama berharap agar target peningkatan laba gula PTPN III Holding melalui peningkatan supply bahan tanaman tebu yang berkualitas dan perbaikan teknis di bidang on farm.

    Diskusi berlangsung selama kunjungan Dewan Komisaris mengenai penyediaan benih bermutu melalui program perakitan varietas tebu unggul, perbanyakan dengan kultur jaringan hingga menghasilkan benih bermutu (bersertifikat, murni dan sehat).

    Selain itu, disampaikan pula beberapa contoh Varietas Unggul Baru yang telah dirilis berdasarkan SK Kementerian Pertanian pada tanggal 6 April 2023 yang dihasilkan oleh
    PT RPN-P3GI antara lain PSBM 971, PSNX 052, PSXI 943, PSNusantara 053, PSKA 062 dan PSKA 095. Pembahasan benih ini menjadi poin penting dalam pertemuan hari ini sebagai langkah awal dalam mendukung hasil riset penelitian P3GI dan strategi dalam perbaikan on farm serta peningkatan laba gula PTPN III Persero.

  • Menguak Potensi dan Tantangan Industri Kina Indonesia: Kiprah dan Strategi Menuju Keberlanjutan

    Pendeklarasian upaya penyelamatan masa depan kina Indonesia telah dilakukan oleh Kalangan peduli Kina Indonesia yang terdiri dari pelaku usaha, lembaga peneltiian, pemerintah daerah, praktisi perkebunan, dll yang dimotori oleh Puslit Teh dan Kina (PPTK) Gambung PT Riset Perkebunan Nusantara dan PT Sinkona Indonesia Lestari (SIL) Ciater, Subang pada kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dan Talkshow dengan tema “Keberlanjutan Ekosistem Industri Kina Kita Kini Kedepan” pada Rabu, 13 Desember 2023 di Hotel Grand Sunshine Soreang, Kabupaten Bandung.

    Acara FGD tersebut dihadiri oleh Direktur PT RPN, Dr. Iman Yani Harahap, Kepala Pusat Penelitian Teh dan Kina (PPTK) Gambung, M. Akmal Agustira, Bupati Bandung yang diwakili Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bandung, Ir. Hj. Ningning Hendasah, M.Si., dan pemerhati lingkungan di Jawa Barat, Eyang Memet.

    Dalam sambutannya, Direktur PT RPN Iman Yani Harahap berharap melalui FGD ini masyarakat tidak akan melupakan sejarah bahwa Indonesia memiliki Komoditas Kina yang harus diselamatkan agar tidak punah dan dapat bangkit menjadi komoditas unggulan.

    Saat ini, industri kina di Indonesia menghadapi fase krusial dengan berbagai tantangan dan dinamika. Negara ini yang dikenal sebagai produsen kina terdepan di dunia, kini berjuang untuk mempertahankan dan meningkatkan peranannya di pasar global. Beberapa masalah utama yang dihadapi termasuk menurunnya luas lahan dan produksi, disebabkan oleh kondisi kebun yang kurang memadai, masa tanam yang lama, dan perubahan fungsi lahan

    Kepala PPTK Gambung, Akmal Agustira dalam sambutannya mengatakan, upaya pengembangan ekosistem tanaman kina merupakan hal yang harus menjadi perhatian seluruh pihak, mulai dari pemerintah hingga masyarakat. Terlebih lagi tanaman kina sendiri memiliki nilai ekonomis dan pasar yang sangat bagus, ujar Akmal.

    Pernyataan tersebut didukung dengan perkiraan pertumbuhan pasar kina global yang akan mencapai Compound Annual Growth Rate (CAGR) sekitar 6% dari 2022 hingga 2030, serta meningkatnya kesadaran kesehatan, Indonesia berpeluang memperluas pengaruhnya di sektor ini. Strategi yang meliputi revitalisasi perkebunan, pengembangan varietas baru, insentif untuk petani dan investor, serta dukungan kebijakan pemerintah, sangat dibutuhkan untuk meningkatkan produksi domestik.

    Pusat Penelitian Teh dan Kina (PPTK) PT RPN telah giat melakukan riset untuk menemukan varietas kina unggul, khususnya yang memiliki kadar Quinine sulphate (QS7) tinggi, komponen kunci dalam industri farmasi. PPTK telah mengembangkan 19 klon kina unggul, dengan potensi besar untuk pemuliaan dan produksi masa depan. Studi terbaru menunjukkan bahwa luas lahan kina di Indonesia diperkirakan stabil di kisaran 500 hektar hingga tahun 2025, dengan produksi yang konsisten.

    Upaya penyelamatan masa depan kina ini juga didukung dengan menerbitkan buku yang berjudul “Kina Kita, Kini dan Ke Depan” yang disusun oleh PPTK, bersama dengan PT Sinkona Indonesia Lestari dan dukungan dari PT Kimia Farma serta PTPN VIII.  Buku ini menjelaskan perjalanan kina di Indonesia, menyoroti tantangan industri, dan menekankan pentingnya transformasi berkelanjutan dan diversifikasi pemanfaatan produk kina.

    Kina juga digunakan dalam berbagai pengobatan dan industri, seperti minuman berkarbonasi, kosmetik, dan perawatan rumah. Ekstrak dari daun Cinchona Succirubra sebagai anti-acne menambah keanekaragaman penggunaan tanaman ini. Ini menunjukkan potensi inovasi berkelanjutan yang dapat membuka peluang di pasar global.

    Melalui kegiatan FGD ini, Pusat Peneltiian Teh dan Kina PT RPN  mengajak seluruh stakeholder mulai dari akademisi, pelaku usaha, investor hingga lembaga perbankan untuk bekerja sama dalam mengembangkan tanaman kina serta membuka wawasan dan peluang baru dalam industri ini. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas dan kualitas industri kina Indonesia dan mengukuhkan posisi negara sebagai salah satu produsen kina utama di dunia.

    Keterangan Lebih Lanjut:

    Pusat Penelitian Teh dan Kina

    Hilman Maulana

    Peneliti Pengolahan Hasil dan Enjineering

    https://iritc.org/hilmanmaulana

  • Workshop Peningkatan Produksi Tebu Rakyat

    Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia – PT Riset Perkebunan Nusantara melaksanakan Kegiatan “Workshop Peningkatan Produksi Tebu Rakyat Mendukung Swasembada Gula pada 28 November 2023 sampai dengan tanggal 29 November 2023 di Hotel Ascent Premier dan Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia, Pasuruan, Jawa Timur yang dihadiri oleh 70 orang perwakilan dari petani dan dinas terkait dari Provinsi Sumatera Selatan, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur dan Sulawesi Selatan.

    Kegiatan Workshop dibuka oleh Direktur Tanaman Semusim dan Tahunan, Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, bapak Muhammad Rizal Ismail, SP, M.Si. “Kementerian Pertanian mendukung penuh Perpres No 40 Tahun 2023, untuk itu melalui Ditjenbun bekerjasama dengan P3GI mengadakan workshop yang mengundang perwakilan petani tebu rakyat dari seluruh Indonesia” ujarnya.

    Tujuan kegiatan workshop ini adalah Meningkatkan kemampuan peserta untuk dapat memahami teknis budidaya tebu secara tepat sesuai kondisi sosial petani tebu di wilayah masing-masing, meningkatkan kemampuan peserta dalam pemahaman varietas tebu dan penggunaan benih sehat, diseminasi teknologi hasil riset, terakomodirnya informasi dan kondisi tebu rakyat di wilayah pengembangan tebu.

    Upaya untuk mewujudkan swasembada gula nasional sebagaimana diamanatkan dalam Perpres No. 40 tahun 2023 perlu didukung oleh berbagai pihak yang terkait. Petani sebagai salah satu komponen penting dalam pengembangan tebu menjadi penting untuk diperhatikan dan dikuatkan pengetahuannya dalam melaksanakan budidaya tebu.  Pengetahuan dan ketrampilan yang harus dimiliki seorang praktisi budidaya tebu diawali dari pemahaman filosofi budidaya tebu, pemahaman tentang persyaratan lahan bagi tanaman tebu, dengan memperhatikan faktor-faktor pengetahuan fase pertumbuhan, unsur-unsur dalam dasar budidaya, monitoring serta evaluasi perkembangan dan pertumbuhan tanaman tebu. Oleh sebab itu diperlukan workshop teknis budidaya tebu yang dilaksanakan secara komprehensif untuk meningkatkan pengetahuan, kemampuan dan profesionalisme para petugas guna mencetak tenaga lapangan pada sisi on farm yang handal.

    Kegiatan workshop di hari pertama terkait dengan materi teknis budidaya tebu dan penataan serta pentingnya varietas tebu unggul. Selain itu juga diadakan diskusi dengan perwakilan petani dari setiap wilayah. Di dalam diskusi, perwakilan petani menyampaikan harapannya supaya ada bantuan terkait dengan benih untuk bongkar ratoon dan pupuk. Ditjenbun dalam hal ini menyampaikan program-program yang akan dilakukan untuk mendukung penguatan swasembada gula nasional. Program yang dijalankan antara lain bongkar ratoon dan bantuan sarana serta alsintan, hal tersebut sejalan dengan P3GI sebagai lembaga riset tebu dalam mendukung penyediaan benih unggul.

    Program pada hari kedua adalah pelaksanaan field trip ke kebun benih P3GI yang terletak di Bakalan, kota Pasuruan. Agenda field trip di isi dengan diskusi terkait penyiapan benih dan pentingnya varietas unggul dalam pencapaian target swasembada. Pada kesempatan ini dilakukan penyerahan secara simbolis varietas tebu PSNX 052 untuk ditangkarkan oleh petani. Adapun perwakilan petani yang menerima benih simbolis adalah Ganjar Nugraha dari Subang, Sarpan dari Pati, Syaiful Anam dari Blitar dan Sumardi dari Pasuruan. Benih yang akan dibagikan sebanyak 180.000 mata atau setara luasan 3 ha. Penyerahan secara simbolis oleh bapak Haris Darmawan, SE., M.Sc. (Ketua Kelompok Tanaman Semusim – Direktorat Jendral Perkebuan – Kementerian Pertanian) dan Bapak Risvan Kuswurjanto, ST., M.MT. (Kepala Bagian Usaha P3GI).

    Bagi siapapun yang ingin mendapatkan varietas unggul dari benih Komoditas Tebu dapat mengunjungi Website P3GI atau datang langsung ke tempat yang berada di Jln. Pahlawan No.25, Pekuncen, Kec. Panggungrejo, Kota Pasuruan, Jawa Timur 67126.

    Keterangan Lebih Lanjut:

    Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia