Category: Dunia Perkebunan

Berita seputar perkebunan lingkup PT. RPN

  • PT RPN Dorong Pengembangan Matcha Indonesia  untuk Buka Peluang Pasar Global

    PT RPN Dorong Pengembangan Matcha Indonesia untuk Buka Peluang Pasar Global

    Bogor, 6 Agustus 2026 – PT Riset Perkebunan Nusantara (PT RPN) melalui Pusat Penelitian Teh dan Kina (PPTK) mendorong pengembangan komoditas matcha sebagai salah satu produk teh bernilai tambah yang memiliki prospek pasar menjanjikan, baik di dalam maupun pasar global.

    Dorongan tersebut disampaikan dalam webinar bertajuk “Matcha: Dari Daun, Meraup Cuan! Potensi Pasar dan Tantangan Pengembangan Matcha di Indonesia” yang diselenggarakan secara daring pada Kamis, 6 Agustus 2026. Kegiatan ini menjadi ruang berbagi pengetahuan mengenai perkembangan pasar matcha, potensi pengembangannya di Indonesia, serta berbagai tantangan yang perlu diantisipasi untuk meningkatkan daya saing produk matcha nasional.

    Kepala Pusat Penelitian Teh dan Kina, Dr. Henry Prastanto, menyampaikan bahwa matcha kini berkembang menjadi salah satu produk teh dengan pertumbuhan pasar yang cukup pesat di dunia. Pemanfaatannya tidak lagi terbatas sebagai minuman, tetapi telah meluas sebagai bahan baku berbagai produk pangan, kosmetik, serta produk yang berkaitan dengan tren gaya hidup sehat.

    “Matcha tidak hanya digunakan sebagai minuman, tetapi juga telah berkembang sebagai bahan baku untuk berbagai produk pangan, kosmetik, hingga produk yang mendukung gaya hidup sehat. Perkembangan ini tentu memberikan peluang yang besar bagi Indonesia,” ujar Dr. Henry.

    Menurutnya, Indonesia memiliki potensi untuk mengambil peran dalam perkembangan industri matcha global. Ketersediaan sumber daya alam, lahan yang potensial, serta pengalaman panjang dalam budidaya teh yang dapat menjadi modal penting untuk membangun industri matcha nasional.

    Namun, peluang tersebut perlu diiringi dengan kesiapan dari sisi hulu hingga hilir. Peningkatan kualitas bahan baku, penerapan teknologi pengolahan yang tepat, konsistensi standar mutu, serta penguatan strategi pemasaran menjadi sejumlah aspek penting yang perlu diperhatikan agar matcha Indonesia mampu memenuhi kebutuhan industri dan memiliki daya saing di pasar internasional.

    Webinar tersebut menghadirkan Dr. M. Iqbal Prawira-Atmaja, Peneliti Pengolahan Hasil dan Enjinering PPTK, serta Krawali Sita, M.Sc., Peneliti Sosio Ekonomi PPTK, sebagai narasumber dan diskusi dipandu oleh Hilmi Maulana, S.T., Peneliti Pengolahan Hasil dan Enjinering PPTK, selaku moderator.

    Ke depan, pengembangan matcha perlu dilakukan secara terintegrasi, tidak hanya melalui peningkatan produksi, tetapi juga melalui penguatan inovasi, peningkatan mutu, pengembangan teknologi pengolahan, penguatan rantai pasok, dan perluasan akses pasar. Sinergi antara pemerintah, lembaga penelitian, pelaku industri, perguruan tinggi, dan pemangku kepentingan lainnya menjadi faktor penting dalam membangun industri matcha Indonesia yang berkelanjutan dan berdaya saing global.

    Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh wawasan mengenai perkembangan pasar matcha, kebutuhan industri, potensi pengembangan, serta tantangan yang perlu dihadapi dalam membangun ekosistem matcha di Indonesia. Forum tersebut juga menjadi bagian dari upaya PT RPN dalam memperkuat peran riset dan inovasi untuk mendukung pengembangan komoditas teh bernilai tambah.

  • PT RPN-UMSU Perkuat Kolaborasi Riset dan Tri Dharma Perguruan Tinggi

    PT RPN-UMSU Perkuat Kolaborasi Riset dan Tri Dharma Perguruan Tinggi

    Bogor, 11 Agustus 2026 – PT Riset Perkebunan Nusantara (PT RPN) dan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) resmi menjalin kerja sama melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) di Aula Kantor Direksi PT RPN, Selasa (11/8/2026). Kerja sama mencakup bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan program kampus berdampak.

    Penandatanganan MoU dihadiri Rektor UMSU Prof. Dr. Akrim beserta jajaran dan Direktur PT RPN Dr. Iman Yani Harahap beserta jajaran. Kesepakatan ini menjadi landasan bagi kedua institusi untuk mengembangkan kegiatan bersama yang menghubungkan kapasitas akademik UMSU dengan kompetensi riset PT RPN.

    Dalam sambutannya, Direktur PT RPN, Dr. Iman Yani Harahap menyampaikan rasa syukur atas terjalinnya kesepakatan kerja sama antara PT RPN dan UMSU.

    “Kami merasa bersyukur bahwa dengan adanya kesepakatan ini, kita dapat melaksanakan kerja sama di berbagai bidang, seperti penelitian, pengabdian, kampus berdampak, dan berbagai bidang lainnya yang nantinya dapat kita sepakati bersama.”

    Sementara itu, Rektor UMSU Prof. Dr. Akrim, menyampaikan apresiasi atas kesempatan bagi UMSU untuk membangun kolaborasi dengan RPN. Ia menilai kerja sama tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

     “Terima kasih dan apresiasi dari kami karena ini merupakan kesempatan pertama bagi kami berada di PT RPN. Kami menjadikan momen ini untuk memperkuat Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kami siap berkolaborasi dengan RPN, baik dalam bidang pendidikan, penelitian maupun pengabdian kepada masyarakat,” ujar Rektor UMSU.

    Lebih lanjut, Rektor berharap sinergi antara UMSU dan RPN dapat melahirkan berbagai inovasi dan program kolaboratif yang tidak hanya memberikan manfaat bagi institusi, tetapi juga memiliki dampak nyata bagi masyarakat.

    Kerja sama UMSU dan RPN membuka peluang pengembangan kolaborasi yang lebih luas, mulai dari riset dan inovasi, pengembangan sumber daya manusia, pendidikan dan pembelajaran, pengabdian kepada masyarakat, hingga implementasi program kampus berdampak.

    Kolaborasi ini diharapkan menjadi bagian dari upaya bersama untuk menjembatani dunia akademik dan dunia riset serta industri, sehingga pengetahuan dan inovasi yang dihasilkan perguruan tinggi dapat semakin relevan dengan kebutuhan nyata di lapangan.

    Dengan ditandatanganinya MoU ini, PT RPN menegaskan komitmen untuk membangun kolaborasi yang berkelanjutan, produktif, dan berdampak, sekaligus membuka ruang bagi lahirnya berbagai program bersama yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan, riset, dan masyarakat.

    —

  • Rethinking Rubber Exploitation: PT RPN Siapkan Strategi Baru Tingkatkan Daya Saing Industri Karet

    Rethinking Rubber Exploitation: PT RPN Siapkan Strategi Baru Tingkatkan Daya Saing Industri Karet

    Bogor, 4 Agustus 2026 – PT Riset Perkebunan Nusantara memperkuat komitmennya dalam mendorong transformasi industri karet nasional melalui forum strategis yang mempertemukan jajaran direksi, pimpinan unit operasional, peneliti, serta para pemangku kepentingan dari Holding Perkebunan Nusantara, PalmCo, SupportingCo, dan Operational Strategic Advisory (OSA).

    Mengusung tema “Rubber Business Strategy & Execution Forum: Rethinking Rubber Exploitation“, kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi untuk merumuskan strategi eksploitasi karet yang lebih adaptif, efisien, dan berkelanjutan dalam menjawab dinamika industri perkaretan nasional maupun global.

    Direktur Operasional PalmCo, Rediman Silalahi, menegaskan bahwa perubahan kondisi industri harus direspons dengan langkah-langkah strategis yang berpijak pada efisiensi dan keberlanjutan.

    “Kondisi bisnis karet saat ini menuntut kita untuk terus beradaptasi. Strategi pengelolaan harus mampu menjaga keseimbangan antara produktivitas, efisiensi biaya, dan keberlanjutan kebun agar perusahaan tetap memiliki daya saing di tengah dinamika industri,” ujarnya.

    Pada kesempatan yang sama, Senior Operational Strategic Advisory (OSA), Ahmad Haslan Saragih, menjelaskan bahwa paradigma pengelolaan perkebunan karet perlu mengalami perubahan mendasar.

    “Keberhasilan eksploitasi karet tidak lagi hanya diukur dari tingginya produksi. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana menghasilkan keuntungan yang optimal melalui pengelolaan tanaman yang sehat, produktif, dan berkelanjutan,” jelasnya.

    Di sisi lain, Rizal H. Damanik, DPP Holding PTPN turut menyampaikan bahwa momentum ini menjadi kesempatan untuk mengembalikan dan memperkuat komoditas karet, kopi, kakao, dan kelapa, PTPN Group akan mengoptimalkan komoditas lain, khususnya karet. “Pembangunan kembali karet tetap akan kita lakukan meskipun membutuhkan investasi besar,” jelasnya.

    Dalam forum tersebut dibahas berbagai tantangan yang dihadapi industri karet selama satu dekade terakhir, mulai dari volatilitas harga, meningkatnya biaya tenaga kerja penyadap, hingga perlunya penyesuaian sistem penyadapan agar tetap menjaga kesehatan tanaman sebagai aset biologis perusahaan.

    Salah satu fokus utama adalah optimalisasi pengelolaan bast capital, yang mencakup kondisi kulit sadap, rotasi panel, kualitas regenerasi kulit, serta kesehatan tajuk tanaman. Seluruh aspek tersebut dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga produktivitas dan umur ekonomis tanaman karet.

    Melalui kolaborasi antara peneliti, praktisi, dan manajemen operasional, PT Riset Perkebunan Nusantara terus memperkuat perannya sebagai pusat riset dan inovasi yang mendukung transformasi sektor perkebunan nasional. Pendekatan berbasis ilmu pengetahuan dan implementasi teknologi diharapkan mampu meningkatkan daya saing komoditas karet Indonesia di tengah tantangan pasar global.

    Kegiatan ini menjadi langkah nyata PT RPN dalam membangun sinergi lintas fungsi untuk menghasilkan strategi eksploitasi karet yang lebih inovatif, efisien, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat kontribusi perusahaan terhadap kemajuan industri perkebunan Indonesia.

  • BPDP Bersama PT Riset Perkebunan Nusantara  Tingkatkan Kapasitas SDM Direktorat Jenderal Bea dan Cukai

    BPDP Bersama PT Riset Perkebunan Nusantara Tingkatkan Kapasitas SDM Direktorat Jenderal Bea dan Cukai

    Medan, 2 Juli 2026 – Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bekerja sama dengan PT Riset Perkebunan Nusantara (PT RPN) melalui Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) menyelenggarakan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Produk dan Karakterisasi Turunan Kelapa Sawit dan Kakao bagi jajaran Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

    Pelatihan yang berlangsung selama tiga hari, pada 30 Juni–2 Juli 2026 di Medan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman peserta mengenai karakteristik, klasifikasi, serta produk-produk turunan kelapa sawit dan kakao. Kegiatan ini diharapkan dapat mendukung peningkatan kompetensi aparatur dalam menjalankan tugas, khususnya yang berkaitan dengan identifikasi dan pemahaman komoditas strategis perkebunan Indonesia.

    Dalam kegiatan ini, para peneliti dan pakar dari Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) bersama Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia (PPKKI) hadir sebagai narasumber, menyampaikan materi yang dipadukan dengan sesi diskusi interaktif sehingga peserta memperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai perkembangan industri hilir kelapa sawit dan kakao.

    Pelatihan dibuka dengan sambutan dari jajaran manajemen dari BPDP dan PT RPN, di antaranya Lupi Hartono, Direktur Perencanaan, Penghimpunan, dan Pengembangan Dana BPDP; Heli Yulianto, Kepala Divisi Perencanaan dan Pengembangan Program dan Layanan BPDP, serta Dr. Winarna, Kepala Pusat Penelitian Kelapa Sawit.

    Antusiasme peserta terlihat sepanjang pelaksanaan pelatihan. Riska dan Frida dari Laboratorium Bea dan Cukai Kelas I Jakarta menyampaikan apresiasi atas kualitas penyelenggaraan kegiatan.

    “Pelatihan ini sangat bermanfaat bagi instansi kami. Materi yang diberikan sangat relevan dengan kebutuhan pekerjaan kami dan disampaikan oleh narasumber yang kompeten di bidangnya. Selain itu, fasilitas serta sarana dan prasarana pelatihan juga sangat baik sehingga proses pembelajaran berlangsung dengan optimal,” ujar mereka.

    Apresiasi serupa disampaikan oleh Fuad Salim Nasution dari Bea dan Cukai Tanjung Priok.

    “Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh penyelenggara yang telah memberikan pelatihan dan materi yang sangat luar biasa. Kegiatan ini benar-benar meningkatkan kapasitas dan wawasan kami dalam memahami produk turunan kelapa sawit dan kakao,” ungkapnya.

    Melalui kolaborasi ini, BPDP bersama PT RPN berkomitmen untuk terus memperkuat kapasitas sumber daya manusia lintas sektor sebagai bagian dari upaya mendukung pengembangan industri perkebunan nasional yang berdaya saing, berkelanjutan, dan berbasis ilmu pengetahuan.

    Ke depan, BPDP bersama PT RPN melalui Pusat Penelitian Kelapa Sawit akan terus memperluas sinergi dengan berbagai kementerian, lembaga, dan pemangku kepentingan guna mendukung penguatan kompetensi SDM, peningkatan nilai tambah komoditas perkebunan, serta pengembangan ekosistem industri kelapa sawit dan kakao Indonesia.

  • Workshop : Kolaborasi PT RPN dan BPDP Dukung Pengembangan UMKM Pangan Berbasis Minyak Sawit

    Medan, 23 Juli 2026-PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN) melalui Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) sukses menyelenggarakan Workshop Pangan Sehat Berbasis Minyak Sawit untuk UMKM dan Masyarakat Umum pada 22–23 Juli 2026 di Hotel Le Polonia Medan dan AVROS Guest House PPKS. Kegiatan ini didukung oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) sebagai bentuk komitmen bersama dalam pengembangan sumber daya manusia, inovasi, serta hilirisasi komoditas perkebunan.

    Workshop diikuti oleh 46 pelaku UMKM dari Kota Medan dan sekitarnya. Selama dua hari, peserta mendapatkan pembekalan komprehensi terkait pemanfaatan minyak sawit sebagai bahan baku pangan sehat, teknologi pengolahan produk, peluang usaha, perizinan pangan, hingga strategi branding dan pemasaran digital. Materi disampaikan oleh para peneliti PPKS, akademisi Universitas Sumatera Utara, praktisi bisnis, serta narasumber dari berbagai instansi terkait.

    Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya dalam mendorong hilirisasi kelapa sawit melalui pengembangan produk pangan bernilai tambah. Selain meningkatkan kompetensi teknis peserta, kegiatan ini bertujuan menumbuhkan kesadaran para pelaku UMKM mengenai besarnya potensi produk turunan kelapa sawit sebagai bahan baku untuk menghasilkan pangan yang sehat, bergizi, aman, dan memiliki nilai ekonomi tinggi. Diharapkan peserta mampu mengembangkan inovasi produk yang dapat meningkatkan daya saing usaha sekaligus memberikan nilai tambah bagi komoditas sawit Indonesia.

    Dalam sambutannya, Kepala Pusat Penelitian Kelapa Sawit, Dr. Winarna, menegaskan bahwa hilirisasi merupakan salah satu strategi utama untuk meningkatkan daya saing industri sawit nasional.

    “Kelapa sawit memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan menjadi berbagai produk pangan bernilai tambah tinggi. Melalui workshop ini kami ingin memastikan bahwa hasil-hasil riset tidak berhenti di laboratorium, tetapi dapat diimplementasikan oleh masyarakat dan UMKM menjadi peluang usaha yang nyata.”

    Dalam pelaksanaannya, peserta mendapatkan materi mengenai hilirisasi minyak sawit sebagai produk lemak pangan sehat, pemanfaatan berbagai produk turunan seperti minyak makan merah, margarin, shortening, dan cocoa butter substitute (CBS), konsep pangan sehat berbasis minyak sawit, peluang bisnis UMKM, perizinan produk pangan, serta branding dan digital marketing. Rangkaian kegiatan juga dilengkapi dengan penyampaian informasi hasil riset PPKS yang dilanjutkan dengan kunjungan ke Galeri Riset Sawit dan demo penggunaan produk minyak sawit padat dan minyak sawit merah di Oil Palm Education Center (OPEC) PPKS sebagai sarana memperkenalkan inovasi hasil penelitian kepada masyarakat.

    Sebagai penutup, Anwar Sadat, Senior Analis Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, menegaskan komitmen BPDP dalam mendukung pengembangan kapasitas masyarakat.

    “BPDP memiliki banyak program dukungan kepada masyarakat, mulai dari peningkatan kapasitas SDM melalui berbagai pelatihan, fasilitasi kegiatan, hingga berbagai bentuk dukungan lainnya. Kami berharap kolaborasi seperti ini terus berlanjut agar semakin banyak UMKM yang mampu berkembang dan menghasilkan produk-produk bernilai tambah berbasis kelapa sawit,” ungkapnya.

    Melalui workshop ini, RPN bersama BPDP berharap semakin banyak UMKM yang memahami besarnya potensi produk turunan kelapa sawit sebagai bahan baku pangan sehat dan bergizi, serta mampu mengembangkannya menjadi usaha yang inovatif, berdaya saing, dan berkelanjutan.

    Sinergi antara lembaga penelitian, pemerintah, akademisi, dan dunia usaha diharapkan menjadi penggerak percepatan hilirisasi kelapa sawit Indonesia, sehingga manfaat ekonomi komoditas strategis nasional ini dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

  • Resmi Terakreditasi Kategori A, PT Riset Perkebunan Nusantara Siap Perkuat Kompetensi SDM Perkebunan

    Resmi Terakreditasi Kategori A, PT Riset Perkebunan Nusantara Siap Perkuat Kompetensi SDM Perkebunan

    Bogor, 2 Juli 2026 – PT Riset Perkebunan Nusantara melalui Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia resmi menerima Sertifikat Akreditasi sebagai Lembaga Pelatihan Nonpemerintah (LPNP) dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia.  Penyerahan sertifikat dilaksanakan pada Kamis, 2 Juli 2026, di Kantor Direksi PT Riset Perkebunan Nusantara.

    Pengakuan tersebut diberikan melalui Sertifikat yang diterbitkan berdasarkan keputusan Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), sebagai bentuk pengakuan atas terpenuhinya persyaratan penyelenggaraan pelatihan sesuai standar yang ditetapkan oleh Kementerian Pertanian.

    Acara penyerahan sertifikat dihadiri oleh Senior Executive Vice President Riset, Inovasi & Sustainability PT Riset Perkebunan Nusantara, Dr. Misnawi, beserta jajaran. Dari pihak BPPSDMP, hadir drh. Eka Herissuparman, M.Si., selaku Ketua Kelompok Substansi Sertifikasi Kompetensi dan Akreditasi, didampingi Debby Arthi Laviandhy, S.E., M.AP., selaku Ketua Tim Kerja Akreditasi.

    PT Riset Perkebunan Nusantara berhasil memperoleh Akreditasi Kategori A, yaitu kategori akreditasi tertinggi bagi lembaga pelatihan non pemerintah. Akreditasi ini mencakup dua program pelatihan utama, yakni Program Pelatihan Tanaman Kopi dan Program Pelatihan Tanaman Kakao, dengan masa berlaku selama lima tahun.

    Pencapaian ini menjadi tonggak penting bagi PT Riset Perkebunan Nusantara dalam memperkuat perannya sebagai lembaga riset sekaligus penyedia layanan pengembangan sumber daya manusia di sektor perkebunan. Dengan status akreditasi tersebut, PT RPN semakin memiliki landasan yang kuat untuk menyelenggarakan pelatihan yang berkualitas, relevan dengan kebutuhan industri, serta mendukung peningkatan kapasitas para pelaku usaha perkebunan.

    Melalui akreditasi ini, PT Riset Perkebunan Nusantara optimistis dapat memperluas jangkauan layanan pelatihan kepada berbagai pemangku kepentingan, mulai dari petani, penyuluh pertanian, pelaku usaha, akademisi, hingga institusi pemerintah dan swasta. Program pelatihan yang diselenggarakan diharapkan mampu menghasilkan sumber daya manusia yang kompeten, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta berdaya saing dalam mendukung kemajuan industri kopi dan kakao Indonesia.

  • Sinergi KOLABORASI: PT RPN Bersama BPDP dan Ditjenbun Bina  Pekebun Sawit Sumatera Selatan

    Sinergi KOLABORASI: PT RPN Bersama BPDP dan Ditjenbun Bina Pekebun Sawit Sumatera Selatan

    Sumatera Selatan, mengikuti Pelatihan Panen dan Pascapanen Program Pengembangan SDM Perkebunan (SDMP) 2026 yang diselenggarakan oleh PT Riset Perkebunan Nusantara bersama Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dan Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian pada 19-26 Juli 2026 di Hotel The Zuri Palembang.

    Pelatihan ini diikuti peserta Angkatan VI, VII, VIII, dan IX yang seluruhnya berasal dari Kabupaten Muara Enim. Terdiri atas 35 peserta Angkatan VI, 34 peserta Angkatan VII, 32 peserta Angkatan VIII, dan 32 peserta Angkatan IX. Selain pekebun, kegiatan juga diikuti empat penyuluh dari Dinas Perkebunan Kabupaten Muara Enim dan dua penyuluh dari Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Selatan.

    Kepala Bagian Usaha Hulu PT Riset Perkebunan Nusantara, Fandi Hidayat, mengatakan pelatihan ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia agar mampu menerapkan teknik panen dan pascapanen yang baik di lapangan.

    “Pelatihan ini tidak hanya memberikan pemahaman secara teori, tetapi juga membekali peserta dengan praktik yang benar sehingga produktivitas, mutu hasil, dan efisiensi usaha perkebunan dapat terus meningkat. Kami berharap ilmu yang diperoleh selama pelatihan dapat diterapkan di kebun masing-masing dan disebarluaskan kepada pekebun lainnya,” ujarnya.

    Lebih lanjut Fandi juga menyampaikan apresiasi kepada BPDP, Direktorat Jenderal Perkebunan, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, Pemerintah Kabupaten Muara Enim, serta seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya program pengembangan SDM perkebunan tersebut.

    Sementara itu, Sekretaris Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Selatan, Dian Eka Putra, menegaskan bahwa peningkatan kemampuan pekebun dalam bidang panen dan pascapanen merupakan investasi jangka panjang bagi pengembangan perkebunan kelapa sawit rakyat.

    Menurutnya, panen merupakan tahapan akhir dalam budidaya tanaman yang sangat menentukan kualitas hasil. Penentuan waktu panen yang tepat, teknik pemanenan yang sesuai standar, hingga penanganan pascapanen yang baik akan berpengaruh langsung terhadap mutu tandan buah segar (TBS) dan nilai jual yang diterima pekebun.

    “Pelatihan ini bukan sekadar rutinitas, tetapi investasi untuk masa depan perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Muara Enim. Manfaatkan kesempatan ini untuk menyerap ilmu dari para instruktur, aktif berdiskusi, kemudian menerapkan seluruh pengetahuan tersebut di kebun masing-masing serta membagikannya kepada kelompok tani lainnya,” kata Dian saat membuka pelatihan.

    Pada kesempatan yang sama, Kepala Bidang Penyuluhan Dinas Perkebunan Kabupaten Muara Enim, Muslim Budiman, berharap pelatihan ini mampu memberikan manfaat nyata bagi para pekebun, khususnya dalam meningkatkan keterampilan teknik panen dan penanganan hasil panen sesuai standar industri.

    “Harapan kami, setelah mengikuti pelatihan ini para peserta mampu meningkatkan produktivitas kebun, menghasilkan TBS yang lebih berkualitas, sekaligus mendorong pengelolaan usaha perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan di Kabupaten Muara Enim,” ujarnya.

    Melalui Program Pengembangan SDM Perkebunan Tahun 2026, BPDP bersama Direktorat Jenderal Perkebunan dan PT RPN terus memperkuat kompetensi pekebun sawit rakyat di berbagai daerah. Peningkatan kapasitas teknis di bidang panen dan pascapanen diharapkan menjadi salah satu langkah strategis dalam meningkatkan produktivitas, kualitas hasil, serta kesejahteraan pekebun sawit Indonesia.

  • PT RPN Sambut Delegasi Duke Corporate Education Bahas Inovasi, ESG & Transformasi Perkebunan

    PT RPN Sambut Delegasi Duke Corporate Education Bahas Inovasi, ESG & Transformasi Perkebunan

    Kunjungan Duke Corporate Education: PT RPN Bahas Inovasi, ESG, dan Transformasi Industri Perkebunan

    Bogor, 21 Juli 2026 – PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN) menerima kunjungan delegasi Duke Corporate Education (Duke CE) dalam rangka company visit yang bertujuan memperkuat kolaborasi di bidang pengembangan kepemimpinan, inovasi, serta implementasi praktik Environmental, Social, and Governance (ESG) pada sektor perkebunan.

    Kunjungan ini menjadi momentum strategis untuk memperkenalkan transformasi yang tengah dilakukan PTPN Group melalui RPN, khususnya dalam pengembangan riset, inovasi, digitalisasi, dan praktik bisnis berkelanjutan yang mendukung daya saing industri perkebunan di tingkat global.

    Delegasi Duke CE disambut oleh jajaran manajemen PT RPN dan mengikuti berbagai sesi, mulai dari pemaparan profil perusahaan, demonstrasi teknologi digital seperti Chat OPA, e-Hara, dan NusaGIS, hingga diskusi interaktif mengenai tantangan dan peluang industri perkebunan masa depan. Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan lapangan ke Unit Bogor Getas serta Kebun Percobaan Kopyor Ciomas untuk melihat secara langsung aktivitas riset dan inovasi yang dikembangkan RPN.

    Dalam sambutannya, SEVP Riset, Inovasi & Sustainability PT RPN, Dr. Misnawi, menegaskan bahwa industri perkebunan menghadapi tantangan yang semakin kompleks dan dinamis seiring dengan pertumbuhan pasar global bisnis sektor perkebunan yang senantiasa berubah .

    "Perkebunan semakin berkembang dan semakin besar. Tantangan yang kita hadapi pun semakin besar. Karena itu, sinergi dan kolaborasi menjadi kunci. Pertemuan antara Duke Corporate Education, PT RPN, dan PTPN Group merupakan kesempatan berharga untuk mempererat kerja sama dalam membangun industri perkebunan yang lebih maju, tidak hanya di Indonesia, tetapi juga memperluas jejaring dan dampaknya di tingkat global." Ungkap Misnawi.

    Sementara itu, Managing Director for Middle East & APAC Duke Corporate Education, Mr. Dennis Foo, menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat dari PTPN Group dan PT RPN.

    "Terima kasih kepada PTPN Group dan seluruh panitia yang telah menerima kami hari ini. Berbagi wawasan mengenai ESG menjadi sangat penting karena keberlanjutan bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. Kita membutuhkan ESG hari ini, besok, dan di masa depan sebagai fondasi bagi pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan."Ujar Dennis.

    Kunjungan ini menjadi langkah awal dalam membuka peluang kolaborasi yang lebih luas antara dunia industri dan institusi pendidikan global. Pertukaran pengetahuan, pengalaman, serta praktik terbaik diharapkan mampu memperkuat kapasitas sumber daya manusia, mempercepat inovasi, dan mendorong transformasi sektor perkebunan menuju industri yang lebih modern, berdaya saing, dan berkelanjutan.

    Melalui kolaborasi lintas negara dan lintas sektor ini, PT Riset Perkebunan Nusantara bersama PTPN Group terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan inovasi yang memberikan nilai tambah bagi industri perkebunan Indonesia sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pemain penting dalam ekosistem perkebunan berkelanjutan di tingkat dunia.

    Foto Kegiatan Pendukung

    Foto Kegiatan

    Foto Kegiatan

  • Festival Kopyor 2026 Bogor: Sinergi Riset, Edukasi, dan Agrowisata Kelapa Kopyor PPKS

    Festival Kopyor 2026 Bogor: Sinergi Riset, Edukasi, dan Agrowisata Kelapa Kopyor PPKS

    Festival Kopyor 2026: Sinergi Kolaborasi Riset, Edukasi dan Ekonomi Berkelanjutan

    Bogor, 11 Juli 2026 – PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN) melalui Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Unit Bogor kembali menyelenggarakan agenda tahunan yaitu Festival Kopyor 2026. Acara berlangsung pada 11–12 Juli 2026 di Kebun Kopyor PPKS Unit Bogor, Jalan Jabaru, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, menjadi wadah untuk memperkenalkan potensi kelapa kopyor sebagai komoditas unggulan Indonesia sekaligus memperkuat kolaborasi riset, edukasi, pemberdayaan masyarakat, dan pengembangan agrowisata.

    Festival secara resmi dibuka oleh Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, yang dalam sambutannya menyampaikan apresiasi terhadap keberadaan Kebun Kopyor PPKS Unit Bogor sebagai aset strategis yang memiliki potensi besar dalam mendukung pengembangan riset, inovasi, serta sektor gastronomi di Kota Bogor.

    "Pemerintah Kota Bogor mendukung penuh penyelenggaraan Festival Kopyor 2026 sebagai sarana edukasi publik sekaligus daya tarik agrowisata baru di Kota Bogor. Kelapa kopyor hasil inovasi PPKS terbukti memiliki kualitas unggul dan nilai ekonomi tinggi yang dapat mendorong UMKM dan pariwisata daerah," ujar Dedie.

    Kepala PPKS Unit Bogor, Dr. Agung Wahyu Susilo, menjelaskan bahwa kelapa kopyor kultur jaringan hasil riset PPKS memiliki keunggulan produktivitas tinggi dengan tingkat kepastian kopyor mencapai 95-100% per tandan, jauh di atas kopyor alam biasa.

    "Penyelenggaraan Festival Kopyor 2026 bertujuan untuk lebih mendekatkan hasil riset teknologi kultur jaringan kelapa kopyor kepada masyarakat luas, petani, pelaku industri olahan makanan, dan investor. Kami ingin kelapa kopyor tidak hanya dikenal sebagai buah eksotis, tetapi juga menjadi komoditas bisnis yang menguntungkan dan berkelanjutan," jelas Agung.

    Festival Kopyor 2026 dimeriahkan dengan berbagai kegiatan menarik, antara lain: bazar olahan kuliner dan minuman segar berbasis kelapa kopyor, pameran produk bibit kopyor bersertifikat, lokakarya teknik budidaya dan pemeliharaan pohon kopyor, lomba kreasimakanan kopyor antar-UMKM, serta wisata petik buah kopyor langsung di kebun percobaan.

    Antusiasme masyarakat terlihat dari jumlah pengunjung yang mencapai lebih dari 2.500 orang selama dua hari pelaksanaan festival. Melalui kegiatan ini, PT RPN dan PPKS berharap popularitas dan adopsi budidaya kelapa kopyor unggul dapat semakin meluas di seluruh penjuru Indonesia.

  • Lewat PPKS, PT RPN Raih Dua Penghargaan Bergengsi di Medbun Awards 2026

    Lewat PPKS, PT RPN Raih Dua Penghargaan Bergengsi di Medbun Awards 2026

    PT RPN Raih Dua Penghargaan Bergengsi pada Medbun Awards 2026: Dari Inovasi Menuju Prestasi

    Medan, 9 Juli 2026 – PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN) melalui Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih dua penghargaan bergengsi dalam ajang Medbun Awards 2026 yang diselenggarakan oleh Media Perkebunan di Medan, Kamis (9/7).

    Medbun Awards merupakan bentuk apresiasi Media Perkebunan kepada perusahaan, institusi, lembaga, dan insan perkebunan yang dinilai memiliki kontribusi nyata dalam meningkatkan daya saing industri perkebunan nasional melalui inovasi, keberlanjutan, peningkatan kinerja, serta penguatan sumber daya manusia, khususnya di sektor kelapa sawit.

    Dalam perhelatan tahun ini, PT RPN – PPKS berhasil memboyong dua kategori penghargaan utama, yaitu:

    Kategori Inovasi Teknologi Perkebunan Terbaik – atas pengembangan riset bahan tanam unggul kelapa sawit tahan cekaman iklim dan inovasi pupuk hayati berbasis mikroba lokal yang terbukti meningkatkan produktivitas serta efisiensi pemupukan di lahan perkebunan.

    Kategori Lembaga Riset dan Pengembang Industri Sawit Berkelanjutan – atas peran aktif PPKS dalam mendampingi petani sawit rakyat melalui program peremajaan sawit rakyat (PSR), sertifikasi ISPO, serta penyebarluasan praktis teknis budidaya yang ramah lingkungan.

    Penghargaan diserahkan langsung oleh Pemimpin Redaksi Media Perkebunan, Bapak Qayum Amala, dan diterima oleh Kepala PPKS, Dr. Edwin Syahputra Lubis, didampingi jajaran peneliti utama PPKS.

    Dalam sambutannya usai menerima penghargaan, Kepala PPKS, Dr. Edwin Syahputra Lubis, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas apresiasi yang diberikan oleh Media Perkebunan serta seluruh pihak yang terus mendukung keberadaan PPKS sebagai pusat keunggulan riset kelapa sawit di Indonesia.

    "Penghargaan ini merupakan bukti komitmen dan kerja keras seluruh insan peneliti dan staf PT RPN – PPKS yang tanpa henti terus berinovasi untuk menjawab berbagai tantangan di industri kelapa sawit. Prestasi ini bukan akhir, melainkan pendorong semangat bagi kami untuk terus menghadirkan teknologi dan solusi riset yang berdampak nyata bagi kemajuan industri perkebunan nasional dan kesejahteraan petani," ujar Edwin.

    Ajang Medbun Awards 2026 dihadiri oleh lebih dari 300 peserta yang terdiri atas pejabat Kementerian Pertanian, perwakilan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), pimpinan perusahaan perkebunan BUMN dan swasta, asosiasi petani sawit, akademisi, serta insan pers nasional.

    Keberhasilan meraih dua penghargaan ini semakin memperkuat posisi PT Riset Perkebunan Nusantara melalui PPKS sebagai institusi riset terdepan yang tidak hanya unggul dalam riset dan sains, tetapi juga mampu mentransformasikan hasil penelitian menjadi solusi praktis dan komersial yang mendukung industri kelapa sawit Indonesia yang berdaya saing, inklusif, dan berkelanjutan.

    Foto Kegiatan Pendukung

    Foto Kegiatan

    Foto Kegiatan