Category: Kerjasama

  • Kolaborasi PT RPN-PPKKI dan Pemkab Murung Raya, Gelar Bimbingan Teknis Komoditas Kakao Hulu Hilir

    Murung Raya, Kalimantan Tengah – PT PRN-Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia bersama Pemerintah Kabupaten Murung Raya bersama sukses menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Komoditas Kakao Hulu Hilir pada tanggal 27 – 30 Oktober 2024. Acara yang dipandu oleh para ahli dari PT RPN-PPKKI ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan petani serta pelaku usaha kakao di Murung Raya dalam pengelolaan komoditas kakao secara menyeluruh, dari hulu hingga hilir.

    Berbagai materi pelatihan yang disampaikan oleh para ahli dari PT RPN-PPKKI, yaitu Bayu Setyawan, Fakhrusy Zakariyya, Hendy Firmanto, Dedi Anwar, Hikmatullah Adi Cahyo dan Aditya Dwiky Darmawan meliputi ilmu seputar peningkatan produktivitas dan kualitas kakao dari hulu hingga hilir, bimtek ini juga menghadirkan materi yang komprehensif, mulai dari teori hingga praktik langsung di lapangan. Selain materi budidaya dan manajemen pasca-panen, peserta juga mendapatkan pelatihan strategi pemasaran produk olahan kakao.

    Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Pj. Bupati Murung Raya, Hermon, yang turut didampingi oleh sejumlah petani dan penyuluh setempat. Hermon mengungkapkan harapannya agar komoditas kakao dapat menjadi sumber pendapatan yang berkelanjutan bagi masyarakat Murung Raya “Kami ingin para petani memiliki keterampilan yang lebih baik untuk mengolah kakao dari proses budidaya hingga siap dipasarkan, semoga langkah ini membuka peluang baru bagi ekonomi lokal,” ujar Hermon.

    Menutup rangkaian kegiatan, dilakukan panen perdana kakao yang dipimpin langsung oleh Pj. Bupati Hermon. Momen ini disambut antusias oleh para petani dan penyuluh yang hadir, serta menjadi simbol keberhasilan tahap awal dari upaya pengembangan kakao di Murung Raya. Dengan kegiatan ini, diharapkan pengelolaan kakao di Murung Raya akan semakin profesional dan dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal. PT RPN-PPKKI berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan sektor kakao di Indonesia melalui berbagai program riset dan pengembangan.


    Keterangan Lebih Lanjut:
    Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia
    Telp : 0331757130
    Email : iccri@iccri.net

  • PENANDATANGANAN MOU ANTARA PUSLITKOKA – PT RPN DAN PT BERAU COAL UNTUK PENGEMBANGAN KAKAO DI DAERAH TAMBANG

    Jember – Pengembangan kakao di daerah Berau, Kalimantan Timur telah menorehkan kisah sukses untuk pemberdayaan masyarakat sekitar tambang dan hal tersebut dirasa perlu dilanjutkan untuk kejayaan kakao Indonesia.
    Pada tanggal 16 Februari 2024, Puslitkoka – PT RPN bersama dengan PT Berau Coal menandatangani MoU untuk tindak lanjut Pengembangan Kakao di Berau Kalimantan Timur.
    Program-program akan dikembangkan bersama antara PT Berau Coal dan Puslitkoka PT RPN yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas petani kakao, mengembangkan inovasi teknologi dan mendukung keberlanjutan industri kakao di Indonesia dengan produksi yang tinggi.
    Penandatanganan MoU dihadiri oleh Direktur PT Berau Coal, Bapak Arief Wiedhartono dan Direktur PT RPN, Dr. Iman Yani Harahap. Pertemuan ini dihadiri oleh beberapa staf dari Puslitkoka, PT RPN dan PT Berau Coal.
    “Kerjasama antar PT Berau Coal dan Puslitkoka telah dimulai sejak awal 2013 dan memberikan dampak positif bagi masyarakat yang membudidayakan kakao”, ujar Arief Wiedhartono selaku Direktur PT Berau Coal.
    Harapan kedua belah pihak dalam kegiatan ini adalah meningkatkan potensi pengembangan kakao yang terintegrasi dengan perusahaan tambang, khususnya di daerah Berau.

    Keterangan Lebih Lanjut:
    Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia
    Telp : 0331757130
    Email : iccri@iccri.net

  • Pertemuan ke-2 Satuan Tugas Gabungan Ad Hoc EUDR

    Pertemuan ke-2 Satuan Tugas Gabungan Ad Hoc (JTF) mengenai Peraturan Deforestasi Uni Eropa (EUDR) diselenggarakan pada tanggal 2 Februari 2024 di Putrajaya, Malaysia. Pertemuan tersebut dihadiri oleh perwakilan resmi dan pemangku kepentingan dari lima komoditas relevan yang diidentifikasi dalam Peraturan Deforestasi Uni Eropa (EUDR) yaitu minyak sawit, karet, kakao, kayu, dan kopi.

    Pertemuan tersebut dipimpin oleh Dato’ Zailani Bin Haji Hashim, Wakil Sekretaris Jenderal (Perkebunan & Komoditas), Kementerian Perkebunan dan Komoditas Malaysia, Dr. Musdhalifah Machmud, Penasihat Senior Bidang Konektivitas, Sektor Jasa dan Sumber Daya Alam Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Urusan, Republik Indonesia, dan Ibu Astrid Schomaker, Direktur Diplomasi Hijau dan Multilateralisme, Komisi Eropa (EC). Pertemuan tersebut difasilitasi oleh Dewan Negara Penghasil Minyak Sawit (CPOPC).

    Dato’ Zailani Bin Haji Hashim menyoroti bahwa meskipun para pemimpin Malaysia telah berulang kali mengakui hak UE untuk menerapkan EUDR, menyelaraskan peraturan ini dengan sistem hukum, administratif, dan rantai pasokan yang ada di Malaysia menghadirkan tantangan yang signifikan. Petani kecil, khususnya yang berada di daerah terpencil, kemungkinan besar akan terkena dampak paling besar dari EUDR. Kelonggaran terhadap hal-hal tersebut sangatlah penting, seperti penundaan implementasi dan penyediaan dukungan teknis dan peningkatan kapasitas yang ditargetkan. Hal ini akan memastikan transisi yang lebih lancar dan memberdayakan mereka untuk mematuhi EUDR dalam jangka panjang.

    Musdhalifah Machmud menegaskan kembali bahwa dengan memupuk saling pengertian dan menghormati, Pemerintah Indonesia berharap UE dapat memahami dan mempertimbangkan upaya yang telah dilakukan Pemerintah Indonesia selama ini. Pemerintah Indonesia menekankan bahwa mereka mematuhi prinsip-prinsip keberlanjutan berdasarkan peraturan mereka sendiri, dengan mengutip prinsip-prinsip Tanggung Jawab Umum namun Berbeda dan Kemampuan Masing-Masing (CBDR-RC). Mereka menegaskan kembali harapannya terhadap solusi konkrit dari JTF Ad Hoc seperti kemungkinan penundaan penerapan EUDR bagi petani kecil.

    Astrid Schomaker menegaskan kembali komitmen UE untuk bekerja sama dengan Indonesia dan Malaysia untuk memastikan kelancaran implementasi EUDR, khususnya untuk memastikan bahwa petani kecil di semua sektor komoditas terkait tetap termasuk dalam rantai pasokan legal dan bebas deforestasi ke Uni Eropa. Ia menyambut baik komitmen Malaysia dan Indonesia untuk mengembangkan ketertelusuran yang ketat dan untuk lebih memperkuat sistem sertifikasi masing-masing berdasarkan analisis bersama mengenai perbedaan dengan persyaratan EUDR, dan menantikan diskusi mengenai pemetaan hutan dengan tujuan untuk mengembangkan peta hutan nasional menggunakan definisi hutan FAO.

    Dalam sambutan pembukaannya, Sekretaris Jenderal CPOPC, Rizal A. Lukman mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak terkait JTF Ad Hoc atas komitmen kuatnya untuk terus berupaya pada pertemuan ke-2 yang dilaksanakan enam bulan setelah pertemuan pertama pada tanggal 4 Agustus 2023 di Jakarta, Indonesia.

    Pertemuan yang fokus membahas lima alur kerja tersebut bertujuan untuk membangun pemahaman bersama mengenai implementasi peraturan tersebut dan aspek-aspek intinya.

    Dalam Alur Kerja 1: Inklusivitas petani kecil dalam rantai pasokan, tantangan-tantangan yang dihadapi petani kecil dan solusi yang diusulkan dibahas. Perwakilan UE mengakui bahwa tenggat waktu dalam EUDR sangat mendesak dan perwakilan UE akan memperhatikan seruan untuk menunda penerapan EUDR. Para pihak sepakat bahwa perhatian khusus perlu diberikan kepada petani kecil di sektor komoditas terkait. UE berkomitmen untuk lebih mendukung penyertaan petani kecil dalam rantai pasok legal dan bebas deforestasi UE akan mendukung Indonesia dalam pengembangan dan mempercepat penerapan skema pendaftaran petani kecil melalui STDB untuk semua komoditas terkait, serta Malaysia dalam hal penyertaan petani kecil dalam rantai pasok legal dan rantai pasok yang dapat ditelusuri di sektor minyak sawit dan karet.

    Untuk Workstream 2: Skema sertifikasi yang relevan (implementasi wajib), diskusi terfokus pada analisis kesenjangan sertifikasi Minyak Sawit Berkelanjutan Indonesia (ISPO) dan Minyak Sawit Berkelanjutan Malaysia (MSPO) serta cara untuk mengatasi kesenjangan tersebut agar dapat dipatuhinya peraturan yang ada di negara tersebut. EUDR. Berdasarkan dua penilaian kesenjangan bersama yang dilakukan oleh penelitian yang didanai oleh UE yang menganalisis informasi yang diberikan oleh skema sertifikasi MSPO dan ISPO dibandingkan dengan persyaratan EUDR, UE, Indonesia dan Malaysia menyepakati finalisasi penilaian tersebut dan berkomitmen untuk bekerja sama mengatasi kesenjangan utama yang diidentifikasi.

    Dalam Workstream 3: Traceability, Sistem Manajemen Cerdas Sawit (SIMS) Malaysia yang dikembangkan oleh Dewan Minyak Sawit Malaysia, dan e-MSPO oleh Dewan Sertifikasi Minyak Sawit Malaysia dipresentasikan untuk menunjukkan cara Malaysia untuk meningkatkan manajemen rantai pasokan, meningkatkan transparansi, dan memastikan kepatuhan terhadap standar lingkungan dan peraturan di industri kelapa sawit. Diikuti dengan Nasional Dashboard Komoditas Indonesia, inisiatif Indonesia berfokus pada penciptaan sistem terintegrasi untuk melacak komoditas yang melibatkan data dari berbagai pemangku kepentingan di seluruh komoditas relevan yang terkait pada EUDR. UE akan terlibat dalam mendukung Inisiatif Nasional Dashboard Indonesia untuk lima komoditas berbeda guna memastikan ketertelusuran dan geolokasi yang akurat, andal, dan tidak dapat diubah. UE mendukung pembentukan dialog regional untuk berbagi pengetahuan bagi Malaysia, Indonesia dan Papua Nugini, dengan fokus pada komoditas terkait termasuk karet, minyak sawit, dan kakao. UE akan mendukung pengembangan ketertelusuran di sektor perkayuan Indonesia dengan memanfaatkan sistem jaminan legalitas kayu (SVLK) Indonesia. Jika diinginkan: lokakarya trilateral Malaysia/Indonesia/Thailand mengenai ketertelusuran rantai pasok karet dalam konteks lintas batas. UE akan mendukung studi penilaian legalitas untuk Malaysia (kayu dan karet) dan Indonesia (kakao, kopi dan karet) dalam konteks penerapan EUDR.

    Alur Kerja 4: Data ilmiah mengenai deforestasi dan degradasi hutan, pertemuan ini berfokus pada kemajuan yang dicapai oleh Observatorium UE mengenai deforestasi dan degradasi hutan. Pihak Indonesia dan Malaysia menjelaskan kebijakan dan tindakan masing-masing terkait data geospasial serta mendiskusikan potensi kerja sama dalam pengembangan peta yang komprehensif dan akurat.

    Workstream 5: Perlindungan Data Privasi membahas kekhawatiran Indonesia dan Malaysia khususnya mengenai data geolokasi. Ditegaskan bahwa kedua negara melarang pembagian data khususnya mengenai kepemilikan tanah dan informasi geospasial. Ditegaskan bahwa hanya pemerintah negara yang bersangkutan yang mempunyai kewenangan untuk mengungkapkan informasi sesuai dengan hukum nasional di Indonesia dan Malaysia. UE mengklarifikasi bahwa geolokasi tidak terkait dengan data pribadi apa pun dari pemilik tanah. UE setuju untuk menindaklanjuti permasalahan yang ada.

    Diskusi umum dan tanya jawab mengenai FAQ implementasi EUDR meninjau kembali beberapa pertanyaan yang diajukan oleh Indonesia dan Malaysia. Detail mengenai hal-hal teknis mendominasi sesi yang dihadiri lebih dari 90 perwakilan komoditas terkait. Beberapa perwakilan organisasi sosial sipil dari Indonesia, Malaysia, dan UE juga mengikuti sesi online dan mengajukan pertanyaan yang kemudian ditanggapi oleh pihak-pihak terkait.

    Selain itu, keterlibatan lebih lanjut dapat disampaikan melalui CPOCP untuk direspon oleh masing-masing pihak. Salah satu hasil pertemuan ini adalah pembentukan tim dan jadwal khusus untuk memajukan pekerjaan di setiap alur kerja. Hal ini akan memungkinkan intensifikasi keterlibatan konsultatif antara Indonesia, Malaysia, dan UE dalam persiapan penerapan EUDR.

    Kemajuan dan pencapaian alur kerja tersebut akan menjadi masukan pada pertemuan ke-3 JTF Ad Hoc yang sementara dijadwalkan akan berlangsung pada September 2024 di Brussels, Belgia. Indonesia, Malaysia, dan UE untuk sementara sepakat untuk meninjau kerja gugus tugas di tingkat menteri pada bulan April dan menerima panduan lebih lanjut jika diperlukan, pada kesempatan kunjungan yang direncanakan oleh Komisaris Eropa untuk Lingkungan Hidup, Kelautan, dan Perikanan, Sinkevicius. , ke wilayah tersebut.

    Sumber: cpopc.org

  • Inisiasi Kerjasama antara Malaysia Cocoa Board dan Puslitkoka untuk Riset dan Pengembangan Komoditas Kakao

    Malaysian Cocoa Board melakukan kunjungan ke Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia (Puslitkoka) di Jember, Selasa (3/10). Kedatangan mereka disambut oleh Kepala Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia, Dini Astika Sari dan periset. Kunjungan kali ini dalam rangka untuk inisiasi kerjasama pengembangan riset terkait dengan kakao Indonesia dan Malaysia. Rombongan berkeliling ke beberapa demoplot teknologi kakao dan pembibitan.

    Dini Astika Sari mengatakan kunjungan ini untuk saling memperkenalkan hasil inovasi dan fasilitas riset yang dimiliki dan dihasilkan oleh MCB dan Puslitkoka, baik dari hulu hingga hilir. Dengan demikian, diharapkan lembaga memiliki pengetahuan terkait pengetahuan dan pengalaman riset dan inovasi kakao.

    Dr. Kamil, selaku manajemen dari MCB, berharap inisiasi kerjasama ini dapat berlanjut dari MoU dan menghasilkan kolaborasi riset.

    Dalam kesempatan yang sama, Aizat Japar, mengungkapkan saat ini MCB melakukan pengembangan riset “Fine Flavor Cocoa”, mekanisasi, dan agroforestri untuk menjawab isu dan permasalahan kakao saat ini. Puslitkoka juga melakukan kegiatan yang sama. Dengan adanya persamaan perspektif dan topik riset antar lembaga diharapkan dapat mempercepat inovasi kakao.

  • Penandatanganan MOU produk Vicco Puslitkoka dengan Movenpick Hotel Surabaya City bersama Menteri Pertanian R.I

    Kolaborasi Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia melalui Produk Cokelat Unggulan Vicco bersama Movenpick Hotel Surabaya City telah dilakukan pada hari Rabu, 15 Februari 2023 dalam acara “ALL Accor Live Limitless Co Host Event” yang ditandai dengan Penandatanganan MOU antara Movenpick Hotel Surabaya City dengan Puslitkoka beserta beberapa industri cokelat lainnya di Jawa Timur yang disaksikan langsung oleh Menteri Pertanian Republik Indonesia Bapak Prof. Dr. H. Syahrul Yasin Limpo, S.H.,M.Si., M.H. Diharapkan kolaborasi tersebut kedepan semua pihak dapat saling bekerjasama menghasilkan makanan dan minuman yang terbuat dari cokelat yang memiliki ke khasan dari masing-masing daerah/kota khususnya di Jawa Timur yang merupakan salah satu sentra penghasil cokelat.

  • Puslitkoka, FIT Canada, dan Lestari bersinergi untuk menyelenggarakan Temu Lapang Kopi dengan tema “Sistem pertanaman kopi Cerdas Iklim dan Ramah Gender”

    Pengembangan kopi di daerah Sulawesi Selatan, khususnya Tana Toraja, Enrekang, dan Toraja Utara saat ini terus dilakukan untuk meningkatkan keberlanjutan produksi kopi nasional. Kolaborasi Puslitkoka, Lestari, dan FIT Canada menghasilkan kegiatan Temu Lapang Kopi bertajuk “Sistem Pertanaman Kopi Cerdas Iklim dan Ramah Gender” pada tanggal 9 Februari 2022. Temu Lapang ini diadakan dalam rangka untuk diseminasi inovasi teknologi perkopian pada pelaku usaha kopi. Kegiatan ini dihadiri oleh Haris Paridi sebagai Asisten Ekonomi Pembangunan mewakili Bupati Tana Toraja, Darmawan selaku Direktur Politani Negeri Pangkajene Kepulauan, Kabid. Perkebunan Dinas Pertanian Kabupaten Tana Toraja, Fitria Yuliasmara, Diany Faila S. H., Novie Pranata E. selaku Peneliti Puslitkoka, Rahman Dako dan Riniaty Liku Bulawan dari Persippi, Ophier Sumule selaku Akademisi Universitas Hasanuddin, Koordinator BPP Gandangbatu Sillanan,
    Tim Konsorsium Adaptasi Perubahan Iklim dan Lingkungan (KAPABEL),
    Penyuluh Pertanian UPT BPSDMP propinsi Sulawesi Selatan, Ketua Koperasi Petani KOPINTA, Ketua KUB Sarong Samaturu dan 50 petani kopi di daerah tersebut. Harapan dari kegiatan ini diantaranya adalah untuk memperkuat jejaring antar stakeholder perkopian di daerah sehingga dapat memperkuat citra kopi Indonesia, khususnya Toraja.

    kopi #temulapang #nusantara #Toraja

  • PENAMAN PERDANA BIBIT KOPI ROBUSTA SAMBUNG DI DESA PACE, KECAMATAN SILO, KABUPATEN JEMBER.

    Pada Selasa, 21 Desember 2021, di Desa Pace, Kecamatan Silo Kabupaten Jember dilakukan kegiatan Penyerahan Sertifikasi Varietas Lokal Alpukat Hasil Jember dan Penanaman Pohon Kopi.

    Kegiatan tersebut merupakan inisiasi Pemerintah Kabupaten Jember, dan melibatkan beberapa pihak terkait atas hal tersebut sebagai undangan, salah satunya adalah Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia.

    Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia disini adalah sebagai pihak penyedia teknologi bibit kopi. Dimana bibit kopi robusta sambung yang disalurkan adalah ini adalah bibit unggulan yang mempunyai kelebihan batang bawahnya tahan terhadap nematoda.

    Penanaman perdana Kopi Robusta Sambung tersebut dibuka dan dihadiri oleh Bupati Jember, dan saat penanaman dilakukan bersama dengan Kadis TPHP Kabupaten Jember, Perwakilan Puslitkoka, dan Camat Silo, serta para petani anggota kelompok Gapoktan Suka Maju dan beberapa petani di sekitar Desa Silo.

    Gapoktan Suka Maju adalah salah satu kelompok penerima bantuan bibit kopi robusta sambung dari pemerintah Kabupaten Jember, di antara gapoktan lain. Total bantuan bibit kopi robusta sambung yang disalurkan oleh pemerintah Kabupaten Jember ke beberapa kelompok tani di Jember adalah sebanyak 170.000 bibit.

    Diharapkan dengan kegiatan ini, sinergi antara beberapa pihak terkait untuk mendukung kemajuan kopi robusta Jember semakin baik, untuk mengawal perwujudan slogan Jember sebagai Pusat Kopi Robusta Terbaik.

  • Virtual Introduction Meeting antara UC Davis dengan Lembaga Riset / Universitas Kopi dan Kakao di Indonesia

    Puslitkoka menghadiri undangan Virtual Introduction Meeting Between UC Davis Coffee Center and Coffee Research Institute/Universities in Indonesia yang difasilitasi oleh Konsulat Jenderal Republik Indonesia San Fransisco. Dalam kegiatan tersebut turut hadir pula perwakilan dari IPB Unversity, Universitas Gadjah Mada dan UC Davis Coffee Center. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk saling memperkenalkan stakeholder kopi di Indonesia dan Amerika Serikat. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 20 Agustus 2021.
    Kegiatan ini dibuka oleh Konsul Jenderal KJRI San Fransisco, Simon Soekarno. Dilanjutkan dengan presentasi perkenalan dari UC Davis Coffee Center oleh Bill Ristenpart, presentasi perkenalan dari Puslitkoka oleh Dr. Agung Wahyu Susilo, presentasi perkenalan dari IPB University (Dept. of Food Science and Technology) oleh Dian Herawati, dan presentasi perkenalan Universitas Gadjah Mada (Faculty of Forestry) oleh M.A. Imron .
    Dalam perkenalan tersebut setiap institusi menyampaikan overview fasilitas, hasil riset, dan program yang ada di masing-masing institusi. Dari perkenalan tersebut diharapkan terjalin terjalin komunikasi dan kerjasama antar coffee center.

  • Initiation of Indonesian Coffee Promotion Cooperation between Puslitkoka and UC Davis Coffee Center through the Consulate General of the Republic of Indonesia (KJRI) San Francisco

    A virtual meeting between the Indonesian Coffee and Cocoa Research Center and the Consulate General of the Republic of Indonesia (KJRI) San Francisco related to the planned cooperation in promoting Indonesian coffee with the UC Davis Coffee Center. This virtual meeting was held on May 5, 2021 and was attended by the Head of the Indonesian Coffee and Cocoa Research Center and the team and the Indonesian Consulate General in San Francisco.


    The purpose of this virtual meeting is to connect the Indonesian Coffee and Cocoa Research Center with coffee stakeholders in the working area of ​​the Indonesian Consulate General in San Francisco, one of which is the UC Davis Coffee Center. This collaboration is very strategic because the value of Indonesian coffee exports is 235 million US dollars, 1/3 of all Indonesian coffee exports enter through the west coast of the United States which is the working area of ​​the Indonesian Consulate General in San Francisco.

    With this cooperation, it is hoped that a mutually beneficial collaboration will occur so that Indonesian coffee is increasingly recognized in the United States. The scope of the cooperation is planned in the field of product promotion and research.

  • Inisiasi Kerjasama Promosi Kopi Indonesia antara Puslitkoka dan UC Davis Coffee Center melalui Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) San Francisco

    Virtual meeting antara Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) San Francisco terkait dengan rencana kerja sama promosi kopi Indonesia dengan UC Davis Coffee Center. Virtual meeting ini dilaksanakan pada 5 Mei 2021 dan dihadiri oleh Kepala Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia beserta tim dan Tim KJRI San Fransisco.


    Tujuan dari virtual meeting ini adalah menghubungkan antara Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia dengan stakeholder kopi di wilayah kerja KJRI San Fransisco, salah satunya UC Davis Coffee Center. Kerja sama ini menjadi sangat strategis karena nilai ekspor kopi Indonesia 235 juta dollar Amerika Serikat, 1/3 dari seluruh ekspor kopi Indonesia masuk melalui pantai barat Amerika Serikat yang merupakan wilayah kerja KJRI San Fransisco.

    Dengan adanya kerja sama tersebut diharapkan dapat terjadinya kolaborasi yang saling menguntungkan sehingga kopi Indonesia semakin dikenal di Amerika Serikat. Ruang lingkup kerja sama tersebut direncanakan pada bidang promosi produk dan penelitian.