Category: Kerjasama

  • Penandatangan Kesepakatan Bersama Pemkab Jember dengan Puslitkoka Tentang Klaster Agribisnis Berbasis Komoditas Kopi dan Kakao.

    Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia bersama Pemerintah Kabupaten Jember menandatangi kesepakatan kerja sama tentang klaster agribisnis berbasis kopi dan kakao. Penandatangan ini dilakukan oleh Kepala Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia, Dr. Agung Wahyu Susilo dan Bupati Jember, H Hendy Siswanto. Dalam penandatangan tersebut juga dihadiri oleh jajaran pejabat Puslitkoka, tim Puslitoka, Asisten Pemkab Jember, Staf Ahli, serta Kepala OPD terkait yang ada di lingkungan Pemkab Jember.
    Penandatangan dilakukan di Pendopo Wahyawibawagraha pukul 10.00 WIB. Dalam kesempatan tersebut, ruang lingkup kerjasama adalah mulai dari hulu hingga hilir tentang kopi dan kakao. Tujuan besar dari kerjasama ini adalah untuk bisa memberikan kesejahteraan bagi petani kopi dan kakao serta dengan pengembangan agribisnis kopi dan kakao ini diharapkan dapat menimbulkan multiplier efect positif yang dapat dirasakan oleh seluruh stakeholder kopi dan kakao.
    Puslitkoka siap memberikan dukungan inovasi dan teknologi terhadap program Bupati Jember untuk dapat mengembangkan agribisnis kopi dan kakao di Jember menuju arah yang lebih baik, sehingga terutama petani dapat terangkat kesejahteraannya.

  • Kunjungan dan Persetujuan Kerjasama Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur dengan Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia

    Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia senantiasa selalu mendukung program kerjasama dan riset dengan lembaga swasta maupun negeri. Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur bersama dengan Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia melalui Fakultas Pertanian UPN Veteran Jawa Timur telah mengadakan kerjasama dan riset dibidang Ilmu Pertanian.
    Persetujuan kerjasama ini dilaksanakan pada hari Rabu, 31 Maret 2021 diterima oleh Kepala Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia Dr. Agung Wahyu Susilo, S.P., M.P, dengan dihadiri oleh perwakilan Fakultas Pertanian UPN “Veteran” Jawa Timur, Dr.Ir. Nora Augustien. M.P (dekan), Dr.Ir. Pawana Nur Indah. M.Si, dan Dr.Ir. Mubarokah. M.T. dengan tujuan Memorandum of Understanding (MoU) dan Memorandum of Agreement (MoA) terkait dengan kerjasama riset antar dua lembaga Institusi.
    Harapan kedepan dengan adanya kerjasama ini dapat diharapkan dapat membantu peningkatan program pendidikan magang dan riset di tingkat perguruan tinggi di bidang ilmu pertanian, khususnya di komoditas kopi dan kakao.

  • Sinergi Puslitkoka dan PT. Mitra Agro Harapan Makmur terkait Pengembangan Komoditas Kopi melalui Kajian Kesesuaian Lahan di Kabupaten Asahan, Sumatera Utara

    Komoditas kopi di daerah Sumatera Utara masih berpeluang untuk dikembangkan. Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia bersama dengan PT. Mitra Agro Harapan Makmur bersinergi untuk mengembangkan kopi robusta di daerah Asahan, Sumatera Utara. Beberapa kegiatan yang dilaksanakan antara lain penyegaran budidaya kopi, survey, dan kajian kesesuaian lahan untuk komoditas kopi. Kegiatan ini dilaksanakan tanggal 22-25 Maret 2021. Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia diwakili oleh tenaga ahli yaitu Sugiyanto, SP., MP. dan Dedi Anwar A.Md.T sedangkan PT. Mitra Agro Harapan Makmur diwakili oleh Direktur yaitu Haris Suwando dan staf, Camat Bandar Pulau, Kepala Desa Hutarao, dan Beberapa Kelompok Tani di Desa Hutarao.
    Dengan adanya sinergi ini diharapkan dapat mengembangkan agribisnis kopi di daerah setempat.

  • Puslitkoka bersama Dekopi dan Fakultas Pertanian UGM Sukses Menyelenggarakan Webinar dalam rangka Peringatan Hari Kopi Nasional

    Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia melalui Web Seminar Nasional sukses menggelar acara bertajuk “Hari Kopi Nasional” yang diresmikan pada tanggal 11 Maret 2018 oleh Dewan Kopi Indonesia. Kegiatan “Webinar Hari Kopi Nasional” berlangsung pada tanggal 10 Maret 2021 di Kantor Puslitkoka di Jl. PB Sudirman No 90 Jember.
    Mengangkat tema “Penerapan Inovasi Teknologi di Bidang kopi Dalam Rangka Pemulihan Ekonomi Nasional”, melalui Webinar Hari Kopi Nasional diharapkan dapat mencari solusi permasalahan di Bidang Kopi untuk menjaga kejayaan kopi Indonesia dengan penerapan Inovasi Teknologi di Bidang Kopi dari Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia, Para Pakar Kopi, Perguruan Tinggi dan Juga Pemerintah Indonesia.


    Webinar Hari Kopi Nasional berisi 3 aspek Perkopian yang dibahas meliputi Penerapan Inovasi teknologi kopi bidang usaha sektor hulu (Budidaya dan Pasca Panen) , Penerapan Inovasi teknologi kopi bidang usaha sektor hilir (Pengolahan dan Pemasaran) dan Penerapan Inovasi teknologi kopi bidang usaha kerjasama antar lembaga yang terkait dalam perkopian nasional.


    Acara Webinar Hari Kopi Nasional dilaksanakan dengan kerjasama beberapa pihak, yakni Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia, Dewan Kopi Indonesia, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada. Kemudian didukung oleh Kementrian Riset, Teknologi & Pendidikan Tinggi (Ristekdikti), Kementrian Pertanian, Kementrian Perindrustrian dan disponsori oleh PT. Petrokimia Gresik, Vicco, Kopkar “Sekar”, Plantage dan Bank Rakyat Indonesia.


    Pada sesi pertama, ada beberapa narasumber: Menteri Menteri Ristek dan BRIN RI Prof. Bambang P. S. Brodjonegoro, Ph. D, memaparkan materi tentang Konsep Pengembangan Daerah dengan Integrasi Penerapan Teknologi Inovasi Bidang Pangan (Kopi) yang dihasilkan oleh beberapa Insitusi Riset Terkait Komoditas Kopi meliputi, Klon Kopi Teknis Budidaya, Pasar dan Agroindustri, Pengolahan Kopi, Peralatan Proses, Pengembangan Produk, dan Sosial Kemasyarakatan. Dr. Mohammad Abdul Ghani (Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) memaparkan Program Pengembangan Kopi PTPN Group yang masih memiliki produktivitas rendah (arabika 300 kg/ha dan rousta 450 kg/ha) dengan upaya penguatan peran PT Riset Perkebunan Nusantara, Strategi fokus komoditas menuju input yang optimum, dan memiliki unit bisnis hilirisasi maupun agrowisata. Direktur Tanaman Tahunan dan Penyegar Heru Tri Widarto, S. Si., M.Sc memaparkan Kebijakan Pengembangan Kopi Nasional untuk menunjang perekonomian Indonesia di tengah masa pandemik Covid-19 dengan memanfaatkan keragaman jenis kopi diseluruh Indonesia meliputi Kopi Arabika, Robusta, Liberika dan Excelsa sebagai daya tarik wisatawan baik local maupun mancanegara.


    Sebelum dilanjutkan ke sesi selanjutnya, diadakan prosesi minum kopi bareng bersama para tamu undangan, narasumber dan stake holder perkopian Indonesia dan dipimpin oleh Ketua Umum Dewan Kopi Inonesia Dr. Anton Apriyanto secara simbolis bersamaan sebagai wujud penghargaan hari kopi nasional dan harapan mengatasi permasalahan perkopian Indonesia agar semakin maju. Setelah itu ada pemaparan pemaparan materi tentang “Sekolah Ekspor Kopi” yang di promotori oleh Dewan Kopi Indonesia yang berkerja sama dengan Sekolah Ekspor Indonesia dengan harapan dapat mendorong dan mempercepat lahir eksportir kopi baru mencapai 500.000 eksportir kopi pada kurun waktu 2030 dengan memanfaatkan beberapa marketplace. Selain itu Dewan Kopi Indonesia juga telah mengagendakan penyelenggarakan International Coffea Expo 2022 di Jakarta. Pada akhir sesi pertama Kepala Pusat Penelitian Kopi dan Kaakao Indonesia Dr. Agung Wahyu Susilo, turut hadir dalam penyampaian sekilas materi terkait hasil Inovasi Puslitkoka meliputi bahan tanam kopi/kakao unggul, teknologi GAP kopi/kakao dan juga pengelolaan hulu maupun hilir.


    Kesimpulan dari acara Webinar Hari Kopi Nasional selain sebagai wujud apresiasi tahunan Kopi Nasional tetapi juga menjadi upaya solusi permasalahan dan tantangan kopi Nasional dari segala aspek hulu sampai hilir. Harapan kedepan dengan adanya kolaborasi antara lembaga melalui acara ini dapat mengembangkan sinergitas dan memajukan perkopian Nasional sehingga dapat membantu perekonomian Indonesia.


    (Fnd/red)

  • Peningkatan Kompetensi Manajemen Tanaman Penyegar Komoditas Kopi Kerjasama antara Puslitkoka dan Dirjenbun

    Puslitkoka bekerjasama dengan Direktorat Tanaman Tahunan dan Penyegar, Direktorat Jenderal Perkebunan
    Mengadakan acara Peningkatan Kompetensi Manajemen Tanaman Penyegar bertajuk Teknik Budidaya dan Pengolahan Kopi. Acara tersebut diadakan pada tanggal 8-10 Maret 2021 secara tatap muka di Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia dan daring melalui aplikasi Zoom.


    Acara ini dihadiri Endy Pranoto, S.Sos, M.Sc. selaku koordinator Tanaman Penyegar beserta jajarannya, lebih dari 160 peserta yang berasal dari perwakilan dinas perkebunan dan petani kopi di seluruh Indonesia.
    Dalam acara tersebut, sambutan diberikan oleh Dr.Agung Wahyu Susilo selaku Kepala Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia dan secara resmi dibuka oleh Bapak Heru Tri Widarto, S.Si, M.Sc. selaku Direktur Tanaman Tahunan dan Penyegar, Direktorat Jenderal Perkebunan.


    Beberapa hal yang dilaksanakan dalam peningkatan kompetensi tersebut antara lain penyampaian materi tentang teknis budidaya kopi, yang di dalamnya terdapat muatan teknologi terupdate. Antusiasme para peserta juga turut menambah kemeriahan acara tersebut sehingga terjadi interaksi antara widyaiswara dan peserta. Acara tersebut diharapkan dapat memberikan wawasan yang komprehensif terkait dengan budidaya kopi sehingga dapat meningkatkan kompetensi para petani kopi khususnya di seluruh Indonesia.

  • Focus Group Discussion (FGD) Pengembangan Komoditas Kakao antara Puslitkoka dan PTPN X

    Sebagai bagian dari Holding BUMN Perkebunan, Puslitkoka melakukan sinergi dengan PTPN X untuk program pengembangan komoditas kakao. PTPN X memiliki prioritas terhadap komoditas tembakau dan dan gula, namun komoditas lain yang dimiliki oleh entitas ini juga dirasa perlu dikembangkan karena merupakan komoditas strategis, salah satunya kakao.

    PTPN X yang diwakili oleh Aris Handoyo, SP. selaku Kepala Diversifikasi Produk, dan beberapa staf lain. Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia dipimpin oleh Dr. Agung Wahyu Susilo sebagai Kepala dan staf.


    Komoditas kakao yang ada di PTPN X ada di beberapa bagian kebun, salah satunya Kertosari, dimana ada tanaman kakao yang letaknya sangat stategis dan memiliki luasan yang cukup besar. Akan tetapi, terdapat beberapa kendala yang dihadapi diantaranya adalah tanaman yang sudah tua, serangan OPT, hinggal permasalahan di hilir. Untuk mengatasi hal tersebut, Puslitkoka memberikan alternatif teknologi untuk mengatasi beberapa permasalahan terkait.


    Dengan adanya acara ini, diharapkan sinergi antar dua lembaga dapat bermanfaat dan menghasilkan sesuatu yang dapat menambah pendapatan serta kemanfaatan lahan di wilayah PTPN X.

  • Pembahasan Penyusunan Revisi Peraturan Menteri Pertanian Republik Indonesia tentang Pedoman Budidaya Tanaman Kakao (Theobroma cacao L.)

    Dirjenbun bersama dengan Puslitkoka menyusun dokumen revisi Peraturan Menteri Pertanian Republik Indonesia tentang Pedoman Budidaya Tanaman Kakao di Bogor, pada tanggal 24 – 26 Februari 2021. Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia diwakili oleh Peneliti Agronomi yaitu Teguh Iman Santoso, SP., MSi.
    Penyusunan dokumen ini bertujuan untuk menyesuaikan informasi teknologi terkini proses budidaya kakao sehingga masih relevan dengan kondisi sekarang. Beberapa topik pembahasan diantaranya adalah pemilihan bahan tanam unggul, pemangkasan, pemupukan, pengendalian OPT, dan lainnya.
    Dengan adanya sinergi antara Dirjenbun dan Puslitkoka ini diharapkan dapat memberikan informasi secara komprehensif untuk budidaya kakao.

  • PT. Riset Perkebunan Nusantara Gelar Rapat Koordinasi 2021 via Daring

    Rapat Koordinasi (Rakor) PT. Riset Perkebunan Nusantara Tahun 2021 dilaksanakan secara virtual melalui platform zoom pada 23-24 Februari 2021. Rakor ini mengusung tema “Menyelaraskan Langkah PT RPN sebagai Korporasi yang Tangguh”. Dalam rapat koordinasi tersebut dihadiri oleh Dewan Komisaris, Direksi, Kepala Puslit Lingkup PT. RPN serta seluruh jajaran PT. RPN, total sekitar 500 peserta menghadiri Rakor PT RPN 2021.

    Dalam Rakor tersebut dibuka oleh Komisaris Utama PT. RPN, Mahmudi. Selanjutnya, pelaksanaan rakor diawali dengan pembingkaian rakor oleh Direktur PT. RPN, Dr. Iman Yani Harahap. Beberapa hal yang menjadi sasaran dalam Rakor PT. RPN 2021 ini adalah :

    1. Perkembangan trend industri untuk diimplementasikan dalam penyusunan rencana kerja.
    2. Peningkatan motivasi dan kinerja karyawan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas kerja.
    3. Sinergi program kerja untuk tercapainya sasaran-sasaran yang telah ditetapkan.
    4. Peningkatan kerja sama antar Puslit lingkup PT RPN, Peneliti, dan Karyawan, serta stakeholder utama PT RPN.
    5. Memelihara dan meningkatkan kebersamaan insan PT RPN.
  • Seminar Rutin Penelitian Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia Tahun 2020.

    Jember, 18 februari 2021.

    Pusat penelitian kopi dan kakao indonesia tiap tahunnya selalu berupaya meningkatkan kemampuan SDM para peneliti dalam melakukan inovasi dan pengembangan di bidang penelitian komoditas kopi dan kakao baik dari hulu sampai hilir, pada seminar penelitian rutin kali ini diselenggarakan pada tanggal 15-17 Februari 2021, dihadiri oleh Dr. Agung Wahyudi Susilo, SP., MP. (Kepala Puslitkoka), Indah Anita Sari, SP., M.Si (Kabag Penelitian), Ir. Budi Soemartono, MP (Kabag Usaha), tim evaluator (Dewan Pakar) dan seluruh peneliti dari puslitkoka.

    Terdapat 45 judul riset dan pengembangan yang diseminarkan dalam penelitian rutin ini, harapan ke depan bagi para peneliti puslitkoka adalah mampu meningkatkan inovasi dan pengembangan penelitian yang nanti nya dapat disinergikan dengan pengembangan usaha untuk bisa bersaing dengan produk yang sudah ada.
    Pada tahun 2021 ini puslitkoka memberikan penghargaan kepada para kelompok peneliti yang terpilih sebagai 3 terbaik dibidang peneliti dan pengembang tahun 2020 yaitu Bayu setyawan, SP. M.Sc (mewakili kelompok Budidaya), Risky Wiradinata, ST., M.Si (mewakili kelompok Pasca panen & alsin), Dwi Nugroho, SP., M.Sc. (mewakili kelompok pengembang).
    Ditengah kondisi yang sangat dinamis seperti saat ini, Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia tetap berkomitmen untuk memberikan kontribusi yang terbaik kepada seluruh masyarakat kopi dan kakao Indonesia. Jayalah Kopi dan Kakao Indonesia!!.

    puslitkoka

    iccri

    ccstp

    pui

    ristek

    inovasiindonesia

    jember

  • Virtual Meeting Bersama Gubernur Jawa Timur dengan tema “Penguatan Ekonomi Masyarakat Jatim Melalui Agribisnis Kopi dan Kakao Berbasis Kelompok Wanita dan Pemuda”.

    Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat membuka virtual meeting

    Sektor pertanian/perkebunan memberikan sumbangan sebesar 13,36% pada PDRB Jawa Timur. Sektor ini masih berpeluang besar untuk ditingkatkan guna mengungkit pertumbuhan ekonomi Jawa Timur karena potensinya yang masih sangat besar. Jawa Timur memiliki kesesuaian lahan yang luas untuk pengembangan kopi dan kakao. Selain itu, potensi lahan di Jawa Timur masih belum dimanfaatkan secara maksimal untuk agribisnis kopi dan Kakao.

    Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui pertemuan secara virtual pada tanggal 19 Januari 2021. Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia yang diwakili oleh Kepala Institusi, Dr. Agung Wahyu Susilo bersama Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengangkat topik “Penguatan Ekonomi Masyarakat Jawa Timur
    melalui Agribisnis Kopi dan Kakao Berbasis Kelompok Wanita serta Pemuda”.

    Dalam pertemuan tersebut juga dihadiri oleh OPD Jawa Timur, antara lain Asisten II Sektas Provinsi Jawa Timur, Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur, Dinas Perkebunan Jawa Timur, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur, dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Timur.

    Pengembangan kopi dan kakao akan dilakukan secara komprehensif dari hulu sampai hilir. Rencana daerah pengembangan kopi dan kakao akan tersebar di berbagai wilyah di Jawa Timur. Adanya program ini diharapkan dapat memberdayakan pemuda dan wanita, dan sekaligus dapat mendukung peningkatan produksi kopi dan kakao nasional.