PT RPN Sambut Delegasi Universiti Putra Malaysia: Perluas Kolaborasi Internasional di Bidang Riset dan Inovasi Perkebunan
Bogor, 25 Juni 2026 – PT Riset Perkebunan Nusantara (PT RPN) menerima kunjungan delegasi Institute of Plantation Studies (IKP), Universiti Putra Malaysia (UPM) dalam agenda Benchmarking Visit and Collaboration Discussion yang diselenggarakan di Aula Kantor Direksi PT RPN, Bogor, Kamis (25/6).
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Memorandum of Understanding (MoU) yang telah ditandatangani kedua institusi pada Desember 2024 sebagai komitmen bersama dalam memperkuat kolaborasi riset, inovasi, dan pengembangan sumber daya manusia di sektor perkebunan.
Kunjungan delegasi UPM dipimpin oleh Direktur IKP UPM, Prof. Dr. Shaufique Fahmi Ahmad Sidique, didampingi oleh jajaran profesor dan peneliti utama UPM dari berbagai bidang keahlian perkebunan. Rombongan diterima secara resmi oleh Direktur PT RPN, Bapak Iman Wijaya, bersama jajaran Senior Executive Vice President (SEVP) dan para Kepala Pusat Penelitian di lingkungan PT RPN.
Dalam sambutannya, Direktur PT RPN, Iman Wijaya, menyampaikan apresiasi atas kunjungan delegasi UPM dan menegaskan pentingnya kemitraan strategis antar-lembaga riset di kawasan Asia Tenggara untuk menghadapi tantangan global di sektor perkebunan.
"Sektor perkebunan saat ini dihadapkan pada tantangan besar, seperti perubahan iklim, tuntutan keberlanjutan, isu ketenagakerjaan, serta kebutuhan digitalisasi dan otomatisasi. Melalui sinergi riset antara PT RPN dan IKP UPM, kita dapat menggabungkan kepakaran dan sumber daya untuk melahirkan inovasi yang tidak hanya bermanfaat bagi Indonesia dan Malaysia, tetapi juga bagi kemajuan industri perkebunan global," ujar Iman.
Sementara itu, Direktur IKP UPM, Prof. Dr. Shaufique Fahmi Ahmad Sidique, menyampaikan bahwa benchmarking visit ini bertujuan untuk memperdalam pemahaman mengenai ekosistem riset yang dikembangkan PT RPN, khususnya dalam komersialisasi hasil riset dan alih teknologi kepada industri maupun petani.
"PT RPN memiliki rekam jejak yang sangat kuat dalam pengembangan riset komoditas perkebunan strategis seperti kelapa sawit, karet, kopi, kakao, serta teh dan kina. Kami berharap kolaborasi ini dapat diwujudkan dalam bentuk riset bersama (joint research), publikasi ilmiah bersama, pertukaran peneliti dan mahasiswa, serta pengembangan teknologi berbasis keberlanjutan," ungkap Shaufique.
Agenda diskusi difokuskan pada lima bidang kerja sama prioritas, yaitu: pemuliaan tanaman dan bioteknologi, pengelolaan kesehatan tanaman dan perlindungan hayati, mekanisasi dan digitalisasi perkebunan, sosial-ekonomi dan rantai pasok perkebunan, serta implementasi prinsip-prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) di sektor perkebunan.
Selain sesi diskusi teknis, delegasi UPM juga berkesempatan meninjau fasilitas laboratorium terpadu PT RPN serta fasilitas riset kelapa kopyor di Kebun Percobaan Ciomas, Bogor.
Melalui kunjungan ini, PT RPN dan Universiti Putra Malaysia sepakat untuk menyusun rencana aksi (action plan) konkret yang akan diimplementasikan dalam kurun waktu 2026–2028, sebagai wujud nyata penguatan kolaborasi riset dan inovasi sektor perkebunan di tingkat regional dan internasional.