Jember, 19 Juni 2020 Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia melakukan pertemuan dengan Dinas Pertanian Kabupaten Jombang. Pertemuan tersebut bertempat di Kantor Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia, Kebun Kaliwining pada pukul 09.00 WIB. Pertemuan dilakukan di dalam ruangan dan dilanjutkan ke kebun bibit kopi serta ke pabrik pengolahan pascapanen kopi. Dinas Pertanian Jombang diwakili oleh Kepala Dinas Pertanian (Dr Priadi, MM), sekretaris Dinas Pertanian (Ir Supriyanto) dan Kabid Produksi Tanaman Pangan, Perkebunan dan Holtikultura (Widiono, SP., MM). Disambut oleh Direktur Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia Dr. Agung Wahyu Susilo, Kepala Bagian Produksi (Ir. Budi Sumartono, MP.), Kepala Sub Bagian Pemasaran Bahan Tanam dan Sarana Produksi (Dwi Nugroho, SP., M.Si), peneliti pascapanen (Ir Yusianto), Kepala Sub Bagian Administrasi dan Kerjasama Penelitian (Ir Mujiyantoro), Ketua Kelompok Peneliti Pascapanen dan Agroindustri (Diany Faila Sophia H, SP., M.Sc), Sugiyanto, SP., MP dan Joko Sumarno, SP.
Tujuan dari pertemuan tersebut adalah untuk memperkuat kerjasama antara Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia dengan Dinas Pertanian kabupaten Jombang yang telah terjalin sejak tahun 2017. Pertemuan tersebut membahas koordinasi terkait dengan kerjasama pendampingan, pembuatan IG kopi ekselsa Wonosalam dan penyediaan benih unggul kopi liberika. Indikasi Geografis atau IG kopi adalah suatu tanda yang menunjukan daerah asal dari penanaman kopi (menunjukan faktor lingkungan georafis), yang memberikan reputasi, kualitas dan karakteristik dari kopi tersebut. Indikasi Geografi kopi mampu mengangkat cita rasa kopi dari daerah tersebut, sehingga diharapkan berdampak pada peningkatan taraf hidup petani kopi yang bersangkutan.
Pusat penelitian Kopi dan kakao Indonesia menyediakan benih dan bibit unggul kopi kopi Arabika, Robusta dan Liberika. Bibit unggul kopi tersedia dalam setek berakar dan bibit kopi super.
Leave a Reply