Category: Diseminasi Teknologi

  • Kunjungan Direktur Perbenihan Perkebunan ke Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia, Jember, Jawa Timur

    Pusat penelitian Kopi dan Kakao Indonesia senantiasa berkontribusi dalam riset inovasi benih unggul komoditas kopi dan kakao. Puslitkoka telah menjadi lembaga terpercaya dalam penyedia jasa produksi benih unggul untuk komersil ataupun program pemerintah.


    Bertepatan pada Tgl 21 April 2021, Puslitkoka bersama dengan Direktorat Perbenihan Perkebunan bersama dengan Puslitkoka telah melaksanakan kegiatan koordinasi untuk meninjau ketersediaan benih kopi dan kakao di Kebun Percobaan Kaliwining. Kegiatan yang dilaksanakan meliputi survei lapangan untuk memastikan ketersediaan benih kopi dan Kakao tahun 2021.


    Kegiatan ini diterima oleh Kepala Puslitkoka Dr. Agung Wahyu Susilo beserta jajarannya, dan dari dinas terkait dihadiri oleh Direktur Perbenihan Perkebunan yakni Dr. Ir. M. Saleh Mokhtar, M.P., bersama jajarannya dan Perwakilan BBPPTP Surabaya Effendi Wibowo, SP beserta jajarannya.

    Dari kegiatan tersebut, kondisi kebun benih kopi dan kakao di Puslitkoka saat ini bisa menyediakan sesuai dengan permintaan benih unggul kopi dan kakao. Puslitkoka siap menjamin ketersediaan Benih Unggul Bersertifikat Kopi maupun Kakao.

  • Kerjasama Pendampingan Indikasi Geografis Kopi Robusta Gunung Kelir Kabupaten Semarang

    Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia (Puslitkoka) senantiasa mendukung program pengembangan kopi di daerah di Indonesia, salahsatunya melalui Indikasi Geografis. Puslitkoka menerima kunjungan tim Dinas Pertanian, Perikanan, dan Pangan Kabupaten Semarang, Jawa Tengah dihadiri oleh Kepala Bidang Perkebunan Ir. Edy Jatmiko, MM beserta staff. Kunjungan kerja dan kerjasama dilaksanakan pada hari Kamis, 8 April 2021 diterima oleh Kepala Bagian Penelitian Puslitkoka Indah Anita Sari, SP.,MSi beserta staff. Dalam kunjungan ini dijalin kerjasama lanjutan mengenai pendampingan serta pembinaan Masyarakat Pengguna Indikasi Geografis (MPIG) Kawasan Gunung Kelir, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah dengan nama Kopi Robusta Gunung Kelir (RGK), selain itu akan dilaksanakan program peningkatan kapasitas SDM terutama generasi muda pelaku kopi baik dari kalangan petani, pengusaha kopi melalui magang dan pelatihan di Puslitkoka mengenai budidaya, dan pengelolaan pasca panen, pemahaman uji mutu fisik, citarasa.

  • Bimbingan Teknis Pascapanen Kakao di Desa Lung Anai, Kabupaten Kutai Kertanegara

    Pengelolaan Pascapanen kakao merupakan tahapan lanjut setelah tindak budidaya kakao yang terbilang relatif rumit dalam proses pengelolaannya, sehingga membutuhkan keahlian khusus dan teknologi yang tepat. Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia, diwakili oleh Bapak Hendy Firmanto S.T., M.Sc, selaku Kepala Kelompok Peneliti Pascapanen bersama Dinas Perkebunan Kalimantan Timur bersinergi mengadakan kegiatan Bimbingan Teknis Pascapanen Kakao di Desa Lung Anai, Kabupaten Kutai Kertanegara Kakao.


    Program pembinaan tersebut dilaksanakan pada 29 Maret – 1 April 2021 di di Desa Lung Anai, Kabupaten Kutai Kertanegara dan di fasilitasi oleh Disbun kabupaten Kutai Kertanegara. Program bimbingan teknis ini ditujukan kepada petani kakao binaan lembaga setempat dengan materi pengelolaan pascapanen kakao yang baik dan benar.


    Harapan kedepan dengan adanya program pembinaan tersebut dapat terwujudnya sinergi antara Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesai dengan Petani binaan binaan melalui Dinas Perkebunan Kutai Kartanegara dan Dinas Perkebunan Kalimantan Timur berupa fasilitas sarana dan prasarana seperti pelatihan budidaya kakao dan mesin pengelolaan cokelat. Sehingga pengelolaan komoditi kakao dari hulu hingga hilir dapat optimal.

  • Sinergi Pengelolaan Komoditas Kopi dan Agrowisata Perkebunan Kopi melalui program Familiarization Trip Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Badan Otoritas Pariwisata Labuan Bajo Flores dengan Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia

    Komoditas perkebunan kopi di daerah Labuan Bajo Flores masih potensial untuk dikembangkan lebih optimal lagi. APEKAM (Asosiasi Petani Kopi dan Jahe Manggarai) Bersama Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia, melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan Kab. Manggarai Timur bersinergi untuk mengembangkan Komoditas kopi dan agrowisata di Manggarai Timur. Melalui program Familiarization Trip, Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores melakukan beberapa kegiatan studi banding yang dilaksanakan antara lain kunjungan lahan untuk komoditas kopi dan pengelolaan Agrowisata perkebunan Kopi di Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia. Kegiatan ini dilaksanakan tanggal 26 Maret 2021 di Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia, Jember, Jawa Timur. Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia diwakili oleh Kepala yaitu Bapak Agung Wahyu Susilo beserta staf sedangkan Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores diwakili oleh Direktur Utama yaitu Ibu Shana Fatina, Penasihat dan Penanggungjawab APEKAM (Asosiasi Petani Kopi dan Jahe Manggarai) Romo Tarsisius Syukur, dan Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Manggarai Timur Bapak Yohanes Sentis. Dengan adanya sinergi ini diharapkan dapat mengembangkan agribisnis dan agrowisata kopi di daerah setempat, sehingga potensi daerah tersebut dapat dimanfaatkan dengan optimal untuk penunjang perekonomian daerah sekitar.

  • Sinergi Puslitkoka dan PT. Mitra Agro Harapan Makmur terkait Pengembangan Komoditas Kopi melalui Kajian Kesesuaian Lahan di Kabupaten Asahan, Sumatera Utara

    Komoditas kopi di daerah Sumatera Utara masih berpeluang untuk dikembangkan. Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia bersama dengan PT. Mitra Agro Harapan Makmur bersinergi untuk mengembangkan kopi robusta di daerah Asahan, Sumatera Utara. Beberapa kegiatan yang dilaksanakan antara lain penyegaran budidaya kopi, survey, dan kajian kesesuaian lahan untuk komoditas kopi. Kegiatan ini dilaksanakan tanggal 22-25 Maret 2021. Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia diwakili oleh tenaga ahli yaitu Sugiyanto, SP., MP. dan Dedi Anwar A.Md.T sedangkan PT. Mitra Agro Harapan Makmur diwakili oleh Direktur yaitu Haris Suwando dan staf, Camat Bandar Pulau, Kepala Desa Hutarao, dan Beberapa Kelompok Tani di Desa Hutarao.
    Dengan adanya sinergi ini diharapkan dapat mengembangkan agribisnis kopi di daerah setempat.

  • Pembinaan Kelembagaan Usaha Produksi Benih Kopi dan Kako Perkebunan di Kendari Sulawesi Tenggara

    Potensi pengembangan produksi benih komoditas perkebunan kopi dan kakao di Kendari Sulawesi Tenggara masih relatif dibawah standart mutu yang berlaku. Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia, diwakili oleh Bapak. Bayu Setyawan S.P., M.Sc, selaku Kepala Kelompok Peneliti Pemuliaan Tanaman Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia bersama Dinas Perkebunan dan Hortikultura Sulawesi Tenggara bersinergi mengadakan kegiatan Fasilitasi Pembinaan Kelembagaan Usaha Produksi Benih Perkebunan berfokus pada komoditi Kopi dan Kakao.


    Program pembinaan tersebut dilaksanakan pada 17 – 18 Maret 2021 di Kendari Sulawesi Tenggara dan di fasilitasi oleh Balai Produksi Benih Tanaman Perkebunan (BPBTP). Program pembekalan dan pembinaan ini ditujukan kepada pelaku penangkar benih Kopi dan Kakao di daerah tersebut dengan materi pengelolaan penyaluran produksi benih dan standarisasi mutu benih kopi dan kakao.

    Harapan kedepan dengan adanya program pembinaan tersebut dapat terwujudnya sinergi antara Dinas Perkebunan, Puslitkoka sebagai produsen benih dan penangkar dalam menghasilkan bahan tanam kopi dan kakao yang bermutu untuk petani.

  • Puslitkoka bersama Dekopi dan Fakultas Pertanian UGM Sukses Menyelenggarakan Webinar dalam rangka Peringatan Hari Kopi Nasional

    Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia melalui Web Seminar Nasional sukses menggelar acara bertajuk “Hari Kopi Nasional” yang diresmikan pada tanggal 11 Maret 2018 oleh Dewan Kopi Indonesia. Kegiatan “Webinar Hari Kopi Nasional” berlangsung pada tanggal 10 Maret 2021 di Kantor Puslitkoka di Jl. PB Sudirman No 90 Jember.
    Mengangkat tema “Penerapan Inovasi Teknologi di Bidang kopi Dalam Rangka Pemulihan Ekonomi Nasional”, melalui Webinar Hari Kopi Nasional diharapkan dapat mencari solusi permasalahan di Bidang Kopi untuk menjaga kejayaan kopi Indonesia dengan penerapan Inovasi Teknologi di Bidang Kopi dari Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia, Para Pakar Kopi, Perguruan Tinggi dan Juga Pemerintah Indonesia.


    Webinar Hari Kopi Nasional berisi 3 aspek Perkopian yang dibahas meliputi Penerapan Inovasi teknologi kopi bidang usaha sektor hulu (Budidaya dan Pasca Panen) , Penerapan Inovasi teknologi kopi bidang usaha sektor hilir (Pengolahan dan Pemasaran) dan Penerapan Inovasi teknologi kopi bidang usaha kerjasama antar lembaga yang terkait dalam perkopian nasional.


    Acara Webinar Hari Kopi Nasional dilaksanakan dengan kerjasama beberapa pihak, yakni Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia, Dewan Kopi Indonesia, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada. Kemudian didukung oleh Kementrian Riset, Teknologi & Pendidikan Tinggi (Ristekdikti), Kementrian Pertanian, Kementrian Perindrustrian dan disponsori oleh PT. Petrokimia Gresik, Vicco, Kopkar “Sekar”, Plantage dan Bank Rakyat Indonesia.


    Pada sesi pertama, ada beberapa narasumber: Menteri Menteri Ristek dan BRIN RI Prof. Bambang P. S. Brodjonegoro, Ph. D, memaparkan materi tentang Konsep Pengembangan Daerah dengan Integrasi Penerapan Teknologi Inovasi Bidang Pangan (Kopi) yang dihasilkan oleh beberapa Insitusi Riset Terkait Komoditas Kopi meliputi, Klon Kopi Teknis Budidaya, Pasar dan Agroindustri, Pengolahan Kopi, Peralatan Proses, Pengembangan Produk, dan Sosial Kemasyarakatan. Dr. Mohammad Abdul Ghani (Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) memaparkan Program Pengembangan Kopi PTPN Group yang masih memiliki produktivitas rendah (arabika 300 kg/ha dan rousta 450 kg/ha) dengan upaya penguatan peran PT Riset Perkebunan Nusantara, Strategi fokus komoditas menuju input yang optimum, dan memiliki unit bisnis hilirisasi maupun agrowisata. Direktur Tanaman Tahunan dan Penyegar Heru Tri Widarto, S. Si., M.Sc memaparkan Kebijakan Pengembangan Kopi Nasional untuk menunjang perekonomian Indonesia di tengah masa pandemik Covid-19 dengan memanfaatkan keragaman jenis kopi diseluruh Indonesia meliputi Kopi Arabika, Robusta, Liberika dan Excelsa sebagai daya tarik wisatawan baik local maupun mancanegara.


    Sebelum dilanjutkan ke sesi selanjutnya, diadakan prosesi minum kopi bareng bersama para tamu undangan, narasumber dan stake holder perkopian Indonesia dan dipimpin oleh Ketua Umum Dewan Kopi Inonesia Dr. Anton Apriyanto secara simbolis bersamaan sebagai wujud penghargaan hari kopi nasional dan harapan mengatasi permasalahan perkopian Indonesia agar semakin maju. Setelah itu ada pemaparan pemaparan materi tentang “Sekolah Ekspor Kopi” yang di promotori oleh Dewan Kopi Indonesia yang berkerja sama dengan Sekolah Ekspor Indonesia dengan harapan dapat mendorong dan mempercepat lahir eksportir kopi baru mencapai 500.000 eksportir kopi pada kurun waktu 2030 dengan memanfaatkan beberapa marketplace. Selain itu Dewan Kopi Indonesia juga telah mengagendakan penyelenggarakan International Coffea Expo 2022 di Jakarta. Pada akhir sesi pertama Kepala Pusat Penelitian Kopi dan Kaakao Indonesia Dr. Agung Wahyu Susilo, turut hadir dalam penyampaian sekilas materi terkait hasil Inovasi Puslitkoka meliputi bahan tanam kopi/kakao unggul, teknologi GAP kopi/kakao dan juga pengelolaan hulu maupun hilir.


    Kesimpulan dari acara Webinar Hari Kopi Nasional selain sebagai wujud apresiasi tahunan Kopi Nasional tetapi juga menjadi upaya solusi permasalahan dan tantangan kopi Nasional dari segala aspek hulu sampai hilir. Harapan kedepan dengan adanya kolaborasi antara lembaga melalui acara ini dapat mengembangkan sinergitas dan memajukan perkopian Nasional sehingga dapat membantu perekonomian Indonesia.


    (Fnd/red)

  • Keikutsertaan Puslitkoka dalam Rapat Koordinasi Link and Match yang diadakan oleh BBPPMPV Pertanian

    Puslitkoka menjadi bagian dari peserta Rapat Koordinasi Link and Match antara BBPPMPV Pertanian dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) yang diadakan oleh Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Pertanian pada tanggal 25 sampai dengan 27 Februari 2021 di Bandung. Rapat tersebut dihadiri oleh lembaga/sekolah yang tersebar di provinsi Jawa Timur, DIY, Jawa Tengah dan Jawa Barat antara lain Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia, PT. Mitra Tani, BCA cabang Jember, UD. Dony Farm Ayam Petelur, Handoyo Budi Orchid, Oriental Seed Benih, Java Agro, CV. Tanjung Mulya Ciamis, Widodo Makmur, Ultra Jaya, GS Farm, Bhumi Naraya Farm, Mina Jala Satrio, Shefa Fish Farm, CV. Dejee Fish Faram.


    Rakor Link and Match tersebut merupakan bagian dari implementasi Instruksi Presiden No 9 Tahun 2016 Tentang Revitalisasi Pendidikan Menengah Kejuruan. Dengan adanya sinergi antara BBPPMPV, dunia usaha dan dunia industri diharapkan mampu memberikan manfaat yang nyata untuk SMK Pertanian, sehingga memberikan manfaat dan kemudahan untuk menginplementasikan keahlian dan kompetensinya bagi dunia usaha dan industri khusunya disektor pertanian.
    Konsep program dalam Rapat Koordinasi Link and Match antara BBPPMPV Pertanian dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI akan dikembangkan sebagai pedoman yang akan digunakan oleh BBPPMPV Pertanian sebagai acuan dalam menyusun program dan pengembangan diklat dibidang Agribisnis.

  • Pembahasan Penyusunan Revisi Peraturan Menteri Pertanian Republik Indonesia tentang Pedoman Budidaya Tanaman Kakao (Theobroma cacao L.)

    Dirjenbun bersama dengan Puslitkoka menyusun dokumen revisi Peraturan Menteri Pertanian Republik Indonesia tentang Pedoman Budidaya Tanaman Kakao di Bogor, pada tanggal 24 – 26 Februari 2021. Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia diwakili oleh Peneliti Agronomi yaitu Teguh Iman Santoso, SP., MSi.
    Penyusunan dokumen ini bertujuan untuk menyesuaikan informasi teknologi terkini proses budidaya kakao sehingga masih relevan dengan kondisi sekarang. Beberapa topik pembahasan diantaranya adalah pemilihan bahan tanam unggul, pemangkasan, pemupukan, pengendalian OPT, dan lainnya.
    Dengan adanya sinergi antara Dirjenbun dan Puslitkoka ini diharapkan dapat memberikan informasi secara komprehensif untuk budidaya kakao.

  • PT. Riset Perkebunan Nusantara Gelar Rapat Koordinasi 2021 via Daring

    Rapat Koordinasi (Rakor) PT. Riset Perkebunan Nusantara Tahun 2021 dilaksanakan secara virtual melalui platform zoom pada 23-24 Februari 2021. Rakor ini mengusung tema “Menyelaraskan Langkah PT RPN sebagai Korporasi yang Tangguh”. Dalam rapat koordinasi tersebut dihadiri oleh Dewan Komisaris, Direksi, Kepala Puslit Lingkup PT. RPN serta seluruh jajaran PT. RPN, total sekitar 500 peserta menghadiri Rakor PT RPN 2021.

    Dalam Rakor tersebut dibuka oleh Komisaris Utama PT. RPN, Mahmudi. Selanjutnya, pelaksanaan rakor diawali dengan pembingkaian rakor oleh Direktur PT. RPN, Dr. Iman Yani Harahap. Beberapa hal yang menjadi sasaran dalam Rakor PT. RPN 2021 ini adalah :

    1. Perkembangan trend industri untuk diimplementasikan dalam penyusunan rencana kerja.
    2. Peningkatan motivasi dan kinerja karyawan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas kerja.
    3. Sinergi program kerja untuk tercapainya sasaran-sasaran yang telah ditetapkan.
    4. Peningkatan kerja sama antar Puslit lingkup PT RPN, Peneliti, dan Karyawan, serta stakeholder utama PT RPN.
    5. Memelihara dan meningkatkan kebersamaan insan PT RPN.