Sustainability yang berkaitan dengan perubahan iklim, produktivitas dan keterbatasan SDM merupakan tantangan terbesar pengembangan kopi arabika di Enrekang dan Toraja.
Kegiatan PERSIPPI mengenalkan inovasi teknologi budidaya kopi cerdas iklim dan ramah gender yang diharapkan dapat meningkatkan ketahanan usahatani kopi terhadap perubahan iklim dan mengatasi permasalahan tenaga kerja melalui peningkatan keterlibatan perempuan baik dalam bidang on farm maupun off farm.
Program kerjasama antara Puslitkoka dan Lestari didanai oleh Pemerintah Canada, FIT dan Inter Council Network. Puslitkoka yang diwakili oleh peneliti kopi yaitu Fitria Yuliasmara, SP., Diany Faila Sophia Hartatri, SP., MSc., dan Novie Pranata Erdiansyah, SP. MSi melaksanakan beberapa kegiatan. Kegiatan PERSIPPI dilaksanakan dalam bentuk:
Pembangunan demplot kopi arabika cerdas iklim dan ramah gender
Field school
Pelatihan gender
Dengan demikian diharapkan dapat mendukung keseteraan gender dam pengenalan inovasi teknologi budidaya kopi.
Puslitkoka mewujudkan misinya sebagai lembaga litbang unggul dalam merakit teknologi untuk mendukung agribisnis kopi dan kakao dari mulai tek budidaya, pengolahan hulu dan hilir. Program penelitian tersebut merupakan implementasi RKAP 2020 dengan menetapkan 45 judul penelitian.
Pada seminar penelitian kali ini diselenggarakan pada tanggal 15-17 Februari 2021, dihadiri oleh Dr. Agung Wahyu Susilo, SP., MP. (Kepala Puslitkoka), Indah Anita Sari, SP., M.Si (Kabag Penelitian), Ir. Budi Soemartono, MP (Kabag Usaha), tim evaluator (Dewan Pakar) dan seluruh peneliti dari puslitkoka.
Pada tahun 2021 ini Puslitkoka memberikan penghargaan kepada para kelompok peneliti yang terpilih sebagai 3 terbaik di bidang peneliti dan pengembang tahun 2020 yaitu Bayu setyawan, SP. M.Sc (mewakili kelompok Budidaya), Risky Wiradinata, ST., M.Si (mewakili kelompok Pasca panen & alsin), Dwi Nugroho, SP., M.Sc. (mewakili kelompok pengembang).
Ditengah kondisi yang sangat dinamis seperti saat ini, Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia tetap berkomitmen untuk memberikan kontribusi yang terbaik kepada seluruh masyarakat kopi dan kakao Indonesia. Jayalah Kopi dan Kakao Indonesia!
Hamparan Kopi Robusta di Doesoen Kopi Sirap, Kab. Semarang
Kabupaten Semarang merupakan salah satu daerah penghasil kopi Robusta di Provinsi Jawa Tengah. Jumlah luasan Kopi Robusta dikawasan gunung kelir mencapai lebih dari 3000 Ha yang tersebar di 4 Kecamatan yaitu Jambu, Sumowono, Banyu Biru dan Bandungan dengan masing-masing ha yaitu 1166 Ha, 1513 Ha, 213,78 Ha dan 206 Ha (BPS Kabupaten Semarang, 2019). Pengembangan agribisnis komoditas kopi Robusta di Kabupaten Semarang terus dilakukan, baik melalui program perluasan, intensifikasi untuk meningkatkan produktivitas, maupun perbaikan mutu dan pengembangan industri hilir.
Dalam era pasar global dan persaingan yang semakin ketat, seperti yang terjadi saat ini dan pada tahun-tahun yang akan datang, diferensiasi produk merupakan sarana penting untuk menarik perhatian konsumen. Indikasi Geografis (IG) memegang peranan penting untuk menarik minat konsumen dengan cara memberikan nilai tambah pada produk ini, yaitu adanya kepastian kepada para konsumen untuk mengkonsumsi produk lokal, yang berasal dari kawasan khusus, dengan metode produksi yang tersendiri. Karakteristik-karakteristik mutu produk (khususnya citarasa, untuk produk pangan) yang khas, unik dan tampil beda yang terindikasi karena pengaruh faktor geografis dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan daya saing produk-produk tersebut.
Logo Robusta Gunung Kelir Semarang
Untuk mencapainya, masyarakat petani mengajukan permohonan pendaftaran perlindungan Indikasi Geografis bagi Kopi Robusta di kawasan Gunung Kelir Kabupaten Semarang yang mencakup empat kecamatan yaitu Kecamatan Jambu, Banyu Biru, Sumowono, dan Bandungan .
Pemerintah Kabupaten Semarang melalui Dinas Pertanian dan Perikanan bekerjasama dengan Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia untuk pendampingan teknis pembentukan Indikasi Geografis Kopi Robusta Gunung Kelir. Kegiatan pendampingan dilakukan oleh tim Puslitkoka yaitu Novie Pranata Erdiansyah, Edy Santosa, Rais Widiyanto, dan Dedi Anwar. Tim Puslitkoka hadir langsung melalukan survei lapangan dilaksanakan bulan September dan juga dilaksanakan sosialiasi IG kepada stakeholder meliputi dinas, petani, kelompok tani, petugas penyuluh lapangan, perangkat desa, perangkat kecamatan, dan masyarakat. Kegiatan sosialisasi dibuka oleh Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Semarang dan direspon sangat baik. Kegiatan ditutup pada bulan November dengan dilaksanakan workshop penyampaian hasil survei. Workshop dihadiri oleh Pemerintah Daerah melalui Dinas Pertanian dan Perikanan Kab. Semarang dihadiri oleh Kepala Bidang Perkebunan Kabupaten Semarang, Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG), petani, dan penggiat kopi dari sektor hulu sampai dengan hilir.
Sosialisasi dan Workshop IG Robusta Gunung Kelir
Workshop Indikasi Geografis Kopi Robusta Gunung Kelir dibuka oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Semarang diwakili oleh Kepala Bidang Perkebunan Kab. Semarang di Pendopo Doesoen Kopi Sirap, Desa Kelurahan, Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang pada 26 November 2020. Penyampaian paparan hasil kajian oleh tim ahli Puslitkoka disampaikan bahwa kajian lingkungan curah hujan serta topografi Kabupaten Semarang cocok untuk pertanaman kopi Robusta. Kawasan Gunung Kelir ini mempunyai iklim yang khas yaitu udaranya dingin dan sejuk. Suhu udara rata-rata 20 – 27 °C dengan kelembaban udara 82 %. Kawasan Kopi Robusta Gunung Kelir Kabupaten Semarang (RGK) dihasilkan dari tanaman kopi Robusta yang ditanam pada ketinggian 500 s/d 1200 m dpl. Jenis tanah yang ada di wilayah Kawasan Gunung Kelir Kabupaten Semarang yaitu tanah Latosol yang cocok untuk budidaya kopi Robusta. Wilayah Kawasan Kopi Robusta Gunung Kelir memiliki rata-rata jumlah curah hujan lebih dari 2.000 mm/tahun, dengan rata-rata 3 bulan kering/tahun. Kopi robusta mulai dibudidayakan di kawasan ini diperkirakan tahun 1911 ditandai bukti sejarah berdirinya pabrik kopi di Banaran. Hasil analisa Laboratorium Penguji Puslitkoka melihat hasil sampel biji kopi dan tanah yang dikirimkan mayoritas biji kopi berdasarkan uji mutu fisik sudah sesuai standar SNI. Untuk karakter citarasa Kopi Robusta Gunung Kelir memiliki rasa Brown sugar, Caramelly dan chocholaty.
Hasil petik merah petani robusta Gunung Kelir
Respon Pemerintah Daerah Kabupaten Semarang sangat mendukung dan akan melanjutkan progam pengembangan untuk kegiatan selanjutnya. Respon petani dalam workshop tersebut ditunjukan antusias dalam menngikuti dan menjalankan kegiatan ini dengan semangat ditunjukan dengan dipilihnya pengurus MPIG yang berisi petani generasi muda. Dalam workshop, petani dapat melihat hasil analisa serta penjelasan langsung oleh tim ahli mengenai mutu serta hasil analisa tanah, mutu fisik biji kopi, hasil cupping score biji kopi di kebun mereka untuk perbaikan budidaya serta peningkatan produktivitas dan mutu.
Kabupaten Sumbawa merupakan salah satu Kabupaten di Propinsi Nusa Tenggara Barat. Dengan kondisi topografi yang bervariasi menciptakan sektor pendapatan masyarakat yang beragam, salah satunya adalah komoditas kopi. Kawasan kopi robusta di Kecamatan Batulanteh yang terletak pada ketinggian 700–1000 mdpl. Kopi robusta mulai dibudidayakan masyarakat sejak 1955 hingga saat ini. Mengingat pentingnya kopi bagi masyarakat Batulanteh, maka upaya perlindungan HAKI ditempuh melalui Indikasi Geografis (IG).
Workshop Indikasi Geografis Kopi Robusta Batulanteh oleh Puslitkoka
Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia hadir secara langsung dalam rangka pendampingan menuju tercapainya IG Kopi Robusta Batulanteh yang bekerjasama dengan Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa. Kegiatan survey lapangan dilaksanakan Bulan Agustus dan ditutup dengan workshop pada bulan November. Workshop dihadiri oleh Pemerintah Daerah yang diwakli Asisten Administrasi Umum, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa, Kabid Perkebunan Kabupaten Sumbawa, Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) dan penggiat kopi dari saktor hulu hingga hilir.
Workhop Indikasi Geografis Kopi Robusta Batulanteh dibuka oleh Asisten Bidang Administrasi Umum. Bertempat di Aula Kantor Dinas Pertanian pada 24 November 2020. Workshop ini dihadiri oleh Kepala Dinas Pertanian, Bappeda, Diskoperindag, perguruan tinggi, perwakilan Camat, perwakilan Kepala Desa di Kecamatan Batulanteh, BPP Kecamatan Batulanteh beserta beberapa petugas penyuluh, perwakilan kelompok tani, pelaku kopi dan pemerhati kopi Sumbawa.
Petani Kopi Robusta Batulanteh Sumbawa
Workshop pemaparan hasil kajian inisiasi Indikasi Geografis Kopi Robusta Batulanteh Kabupaten Sumbawa, disampaikan oleh Staf ahli Puslitkoka bidang pendampingan, Djoko Soemarno, SP., MP. Menurut Djoko, “Bahwa sudah saaatnya Sumbawa berhak dan layak mendapatkn sertigikat Indikasi Geografis Kopi Robusta. Setelah melalui serangkaian pembinaan petani sejak Tahun 2011. Kopi yang terhampar di kawasan Pegunungan Batulanteh dan Puncah Ngengas tersebut berdasarkan uji mutu fisik sudah sesuai dengan standar SNI. Untuk notes cita rasa Kopi Batulanteh memiliki karakter rasa chocolate, spicy, nutty, astringent, dan caramelly.”
Pada workshop tersebut, Pemerintah Daerah Kabupaten Sumbawa mengungkapkan rasa bangganya akan potensi Kopi Robusta Batulanteh dan akan menindaklanjutinya dengan akan diadakannya program pengembangan kopi melalui dinas terkait. Respon masyarakat petani dan pelaku kopi yg hadir pada workshop tersebut memberikan tanggapan yang positif terhadap Workshop Indikasi Geografis Kopi Robusta Batulanteh serta mengungkapkan akan terus merawat tanaman kopi dengan baik.
Dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) 2020, Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) menggelar Inovasi Indonesia Expo mulai 10-13 November 2020.
Selasa, 10 November 2020, bertepatan dengan Hari Pahlawan, Kemenristek memberikan penghargaan Anugerah Inovasi Indonesia diberikan kepada perseorangan atau badan yg dinilai aktif dan berjasa besar dalam menemukan, mengembangkan dan menyebarluaskan berbagai kegiatan iptek yg baru serta bermanfaat bagi peningkatan kesejahteraan, keadilan dan perdamaian dengan beberapa kategori Anugerah Inovasi Indonesia yaitu :
Kategori Pemerintah Daerah Inovatif (Provinsi Inovatif)
Kategori Pemerintah Daerah Inovatif (Kabupaten Inovatif)
Kategori Pemerintah Daerah Inovatif (Kota Inovatif)
Anugerah Perguruan Tinggi Inovatif kategori Umum
Anugerah Perguruan Tinggi Inovatif kategori Manajemen Inovasi
Kategori Anugerah Industri Inovatif (Industri Besar Inovatif)
Kategori Anugerah Industri Inovatif (Industri Menengah Inovatif)
Kategori Anugerah Masyarakat Inovatif
Kategori Anugerah Lembaga Litbangjirap Inovatif (Lembaga Litbangjirap K/L dan Badan Usaha Inovatif)
Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia (Puslitkoka Jember) mendapatkan penghargaan peringkat 1 kategori Anugerah Lembaga Litbangjirap Inovatif (Lembaga Litbangjirap K/L dan Badan Usaha Inovatif).
“Alhamdulillah, hari ini Selasa 10 Nov 2020, keluarga besar Puslitkoka mendapatkan rahmat berupa anugerah Inovasi Litbangjirap oleh Menristek BRIN yg disaksikan oleh Presiden. Semoga membawa keberkahan bagi kita semua, kemajuan dan kejayaan Puslitkoka. Terima kasih kepada seluruh karyawan atas kinerjanya yg membuahkan prestasi besar ini”, ujar Dr. Agung Wahyu Susilo, Kepala Puslitkoka.
Acara penyiapan Logistik Benih Perkebunan Menuju Program #BUN500 yang dilangsungkan di Mataram, dan dijadwalkan berlangsung pada 20-22 Maret 2019 telah dibuka oleh Direktur Perbenihan Perkebunan pada 20 Maret 2019. Acara tersebut dihadiri oleh stakeholder perkebunan seluruh Indonesia yang jumlah perwakilannya kurang lebih 120 peserta.
Berkaitan dengan program tersebut, Puslitkoka Indonesia turut andil dalam penyediaan benih unggul komoditas kopi dan kakao.
Selain membahas mengenai kebijakan dan strategi agar komoditas perkebunan Indonesia semakin maju, terdapat acara penyerahan Surat Keputusan (SK) pelepasan komoditas perkebunan terbaru. Dalam hal ini, Puslitkoka menerima Surat Keputusan (SK) Pelepasan Varietas/Klon Kakao ICCRI 09 dan Hibrida Biklonal Robusta (Hibiro 1-Hibiro 5).