Category: Dunia Perkebunan

Berita seputar perkebunan lingkup PT. RPN

  • PT RPN dan IRRDB Tegaskan Pentingnya Kolaborasi Riset dan Hilirisasi untuk Masa Depan Industri Karet Dunia

    Palembang, 25 Oktober 2025 – Palembang kembali menjadi sorotan dunia industri karet dengan terselenggaranya Workshop International Rubber Research and Development Board (IRRDB) 2025, yang berlangsung pada 20–22 Oktober 2025. Acara yang digelar oleh PT Riset Perkebunan Nusantara (PT RPN) bersama IRRDB ini mempertemukan para peneliti, akademisi, dan pelaku usaha dari berbagai negara produsen karet seperti Malaysia, India, Filipina, Kamboja, dan Indonesia.


    Mengusung tema “Facing Challenges in the Natural Rubber Industry: Combating Diseases and Seizing Opportunities”, forum internasional ini dan berhasil menyepakati pentingnya riset kolaboratif, inovasi teknologi, serta hilirisasi produk untuk memperkuat daya saing industri karet dan kesejahteraan petani.


    Selama tiga hari pelaksanaan, para peserta berdiskusi dan bertukar pengetahuan terkait berbagai topik strategis sektor karet, antara lain pengendalian terpadu terhadap penyakit tanaman karet, pengembangan varietas unggul yang tahan serangan penyakit, penerapan budidaya adaptif berbasis ekonomi sirkular, serta optimalisasi penggunaan bahan organik sebagai pupuk alami.

    Tantangan Industri: Penyakit Daun dan Harga Karet yang Terpuruk
    Ketua Gapkindo Sumatera Selatan, Alex K. Edy, menyoroti kondisi kritis yang tengah dihadapi perkebunan karet di wilayahnya. Ia menyebutkan, banyak petani kini beralih ke komoditas lain seperti sawit, tebu, atau singkong akibat rendahnya harga karet dan ancaman penyakit daun seperti Colletotrichum yang menyerang tanaman.


    “Sejak 2017 produksi karet nasional terus menurun. Dari 3,8 juta ton kini hanya sekitar 2 juta ton pada 2024. Harga jualnya pun masih rendah, di kisaran Rp13 ribu per kilogram, padahal idealnya bisa mencapai dua kali lipat,” ungkap Alex.


    Ia menambahkan, meningkatnya produksi karet sintetis oleh negara seperti Tiongkok turut menekan permintaan terhadap karet alam.

    “Jika tidak ada langkah nyata dalam riset dan inovasi, petani bisa kehilangan motivasi menanam karet,” tegasnya.


    Kolaborasi dan Inovasi Jadi Kunci
    Dalam sambutannya, SEVP Riset, Inovasi & Sustainability PT RPN, Tjahjono Herawan, menegaskan komitmen Indonesia untuk memperkuat kerja sama riset lintas negara dalam menghadapi tantangan industri karet global. Ia menyampaikan bahwa riset kolaboratif menjadi elemen penting untuk mendorong inovasi, efisiensi produksi, dan peningkatan kesejahteraan petani karet.

    Tjahjono menjelaskan, sinergi antarnegara produsen karet dibutuhkan agar hasil penelitian dapat diterapkan secara langsung di lapangan. Kolaborasi riset juga diharapkan mampu menjawab berbagai persoalan utama sektor perkaretan, mulai dari serangan penyakit daun, penurunan produktivitas, hingga tekanan harga akibat persaingan dengan karet sintetis.


    “Industri karet tidak bisa lagi berjalan sendiri-sendiri. Diperlukan kerja sama yang berkelanjutan antara lembaga riset, pemerintah, pelaku usaha, dan petani agar inovasi benar-benar berdampak pada peningkatan daya saing dan keberlanjutan industri,” ujar Tjahjono.


    Komitmen Bersama untuk Aksi Nyata
    Hasil akhir forum ini menegaskan komitmen bersama antara IRRDB dan PT RPN melalui Pusat Penelitian Karet untuk menyusun rencana aksi jangka panjang guna memperkuat ketahanan dan keberlanjutan industri karet alam.


    “Riset, hilirisasi, dan kerja sama lintas negara harus menjadi fondasi utama agar Indonesia, khususnya Sumatera Selatan, tetap menjadi rumah bagi inovasi dan kemajuan industri karet dunia,” tutup Tjahjono.

    Kegiatan ditutup dengan kunjungan lapangan ke Kebun Musilandas PTPN I Regional 7 Banyuasin, di mana peserta dapat melihat langsung praktik pengelolaan perkebunan karet berbasis hasil riset nasional.

    Melalui workshop ini, diharapkan hasil kolaborasi para peneliti dan pemangku kepentingan dapat menghasilkan inovasi nyata yang mampu meningkatkan produktivitas, ketahanan, dan keberlanjutan industri karet di tingkat nasional maupun global. Kegiatan ini juga menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antarnegara produsen karet untuk menghadapi tantangan industri di masa depan dengan solusi riset yang berkelanjutan.

    Keterangan Lebih Lanjut:
    Divisi Sekretariat Perusahaan
    PT Riset Perkebunan Nusantara
    Ponsel: 0811-1380-3523
    Email: rpn@rpn.co.id

  • Tingkatkan Produktivitas Sawit : PT RPN, BPDPKS, dan Ditjenbun Latih 99 Pekebun Labusel

    Medan, 22 September 2025 – Sebanyak 99 pekebun kelapa sawit asal Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel), Sumatera Utara, mengikuti pelatihan teknis budidaya kelapa sawit yang diselenggarakan oleh PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN) bekerja sama dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) dan Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun), Kementerian Pertanian. Kegiatan berlangsung selama lima hari, mulai 22 hingga 26 September 2025, di Medan.


    Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kapasitas dan keterampilan teknis para pekebun sawit agar mampu mengelola kebun secara produktif, efisien, dan berkelanjutan. Dalam pelaksanaannya, PT RPN menghadirkan narasumber dari Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS), yang memiliki kompetensi dan pengalaman mendalam di bidang budidaya sawit.
    Dalam sambutannya, Winarna, Kepala PPKS PT RPN, menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan kesempatan berharga bagi para pekebun yang telah terpilih melalui proses seleksi.


    “Kesempatan ini tidak datang dua kali. Peserta harus memaksimalkan pelatihan untuk menggali informasi dan keterampilan teknis. Setelah pelatihan, saya berharap komunikasi tetap terjalin karena tantangan budidaya sawit terus berkembang, dari hulu sampai hilir.”

    Ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi pasca-pelatihan antar peserta dan narasumber untuk memecahkan berbagai persoalan teknis di lapangan.
    Sementara itu, Baginda Siagian, Direktur Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma Ditjenbun, mengungkapkan bahwa produktivitas kebun sawit pekebun saat ini masih jauh dari potensi maksimalnya.


    “Produktivitas pekebun masih di kisaran 3,3 sampai 3,5 ton CPO per hektar per tahun, padahal potensinya bisa mencapai 5 sampai 6 ton. Melalui pelatihan ini, kami ingin mempercepat perbaikan di lapangan, demi kesejahteraan pekebun dan peningkatan daya saing sawit nasional.”


    Ia menambahkan, dari total 16,8 juta hektar lahan sawit di Indonesia, sekitar 42 persen atau sekitar 6 juta hektar dikelola oleh pekebun rakyat. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas sumber daya manusia di tingkat pekebun menjadi langkah strategis dalam memperkuat keberlanjutan sektor sawit nasional.

    Dari sisi daerah, Sabrina Pulungan, Kepala Bidang Perkebunan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Labusel, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini yang menyasar langsung pekebun asal Labusel.


    “Pelatihan ini sangat penting untuk meningkatkan wawasan dan keterampilan pekebun. Saya harap para peserta aktif bertanya dan berdiskusi dengan narasumber. Ilmu yang diperoleh harus bisa langsung diterapkan dan dibagikan kepada pekebun lainnya.”


    Sabrina juga menekankan bahwa sektor sawit memiliki peran strategis sebagai penggerak ekonomi daerah, penyerapan tenaga kerja dan sumber devisa negara. Namun, berbagai tantangan seperti isu keberlanjutan dan produktivitas rendah harus dijawab dengan peningkatan kapasitas pekebun dan penerapan praktik budidaya yang baik.

    Pelatihan ini diharapkan dapat menjadi langkah konkret dalam membangun sawit rakyat yang tangguh, berdaya saing, dan berkelanjutan di tengah tantangan global dan dinamika industri sawit yang terus berkembang.

    Keterangan Lebih Lanjut:
    Divisi Sekretariat Perusahaan & TI
    PT Riset Perkebunan Nusantara
    Ponsel: 0811-1380-3523
    Email: rpn@rpn.co.id

  • Dukung Swasembada Gula : PT RPN melalui P3GI dan PT SGN Luncurkan Inovasi Pengendalian Hama Uret

    Kediri, 1 Oktober 2025 –PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN) melalui Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia (P3GI) bersama PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) menggelar Sosialisasi Hasil Demoplot Pengendalian Hama Terpadu (PHT) Uret di Kediri, Jawa Timur, pada 1 Oktober 2025. Inisiatif ini merupakan implementasi bagian dari program Riset Unggulan yang didanai oleh PTPN Group Tahun Anggaran 2024/2025, sebagai langkah strategis menghadapi ancaman hama uret yang menurunkan produktivitas tebu di Indonesia.


    Kegiatan sosialisasi dilaksanakan secara hybrid dengan mengundang Kepala Divisi Penelitian dan Pengembangan PT SGN, Kepala Bagian Operasional, seluruh General Manajer, Manajer dan Asisten Manajer lingkup satuan kerja/kebun KSO PT SGN, praktisi perkebunan gula, serta peneliti lingkup PT RPN. Susunan acara kegiatan tersebut adalah sambutan dari Kepala P3GI, Pembukaan oleh SEVP Operasional MKSO PT SGN yang diwakilkan oleh General Manager Puslit Tebu PT SGN Ibu Lovinna Magda Hasibuan, penyampaian materi oleh Ibu Etik Mar’ati Achadian, S.Si, M.P, diskusi serta praktik aplikasi insektisida di lapang.


    Dalam pembukaannya Ibu Lovvina menyampaikan bahwa hama uret merupakan ancaman serius untuk produktivitas dan kualitas tebu, oleh karena itu penting bagi kita untuk mengetahui strategi pengendalian yang efektif dan ramah lingkungan. Melalui kegiatan ini kita berharap dapat berbagi pengetahuan dan pengalaman dalam pengendalian hama uret sehingga dapat meningkatkan hasil panen dan mendukung ketersediaan gula nasional. Apresiasi kepada semua pihak yang telah bekerjasama dengan baik sehingga penelitian dapat berjalan dengan lancar hingga terlaksananya kegiatan sosialisasi ini.


    Pada sesi pemaparan materi ibu Etik Mar’ati Achadian selaku narasumber menyampaikan mengenai hasil pengamatan serangan hama uret di lokasi percobaan, biologi hama uret dan strategi pengendalian hama terpadu sesuai dengan status tingkat serangannya. Kunci utama dalam penerapan Pengendaliah Hama Terpadu (PHT) untuk hama uret adalah adanya peta intensitas serangan hama serta observasi menyeluruh terhadap situasi dan kondisi kebun untuk menunjang efektivitas pengendalian. Di akhir paparanya ibu Etik menyampaikan bahwa strategi pengendalian harus disusun sebelum hama menyerang.


    Program riset unggulan yang didanai PTPN Group ini merupakan manifestasi komitmen korporasi dalam memperkuat sektor pergulaan nasional melalui inovasi berbasis riset. Sinergi antara P3GI dan PT SGN menunjukkan kolaborasi produktif antara institusi penelitian dan industri, yang memastikan hasil riset tidak hanya berhenti pada tataran akademis, melainkan diimplementasikan secara aplikatif di lapangan.

    Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari para peserta yang menilai pendekatan holistik PHT dapat menjadi solusi berkelanjutan untuk mendukung swasembada gula nasional. Ke depan, kedua institusi berkomitmen untuk terus mengembangkan riset strategis yang berorientasi pada keberlanjutan dan peningkatan produktivitas perkebunan tebu di Indonesia.

    Keterangan Lebih Lanjut:
    Divisi Sekretariat Perusahaan & TI
    PT Riset Perkebunan Nusantara
    Ponsel: 0811-1380-3523
    Email: rpn@rpn.co.id

  • IKBI PT RPN Gelar Pengajian Akbar: Kebahagiaan Rumah Tangga dalam Perspektif Al-Quran

    Bogor, 25 September 2025 – Ikatan Keluarga Besar Istri (IKBI) PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN) menyelenggarakan Pengajian Akbar bertema “Konsep Kebahagiaan Rumah Tangga dalam Perspektif Al-Quran”. Acara digelar secara hybrid dengan menghadirkan Ustadz Koh Dennis Lim sebagai pemateri utama, serta diikuti oleh IKBI PT RPN secara luring maupun daring.


    Rangkaian kegiatan meliputi tausiyah, dilanjutkan sesi tanya jawab interaktif, serta diakhiri dengan kuis berhadiah dan doa bersama. Pengajian ini bertujuan memberikan pemahaman mendalam tentang konsep rumah tangga sakinah, mawaddah, warahmah sesuai ajaran Al-Qur’an, sekaligus menjadi ruang belajar bersama bagi para istri dan keluarga besar PT RPN.


    Dalam sambutannya, Ketua IKBI PT RPN Ibu Ira Iman Yani Harahap menyampaikan bahwa,

    “Rumah tangga bahagia adalah idaman semua. Namun bagaimana kita semua bisa berkontribusi untuk menciptakan rumah tangga bahagia dengan segala permasalahannya yang ada sesuai dengan perspektif Al-Quran. Jadi kita harus banyak belajar untuk mewujudkan rumah tangga bahagia yang tentunya tidak hanya di dunia, tapi juga sampai surga Insya Allah.”


    Ia juga menekankan pentingnya mengamalkan ilmu yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari untuk mewujudkan rumah tangga bahagia dunia dan akhirat. Tak lupa ucapan terima kasih disampaikan kepada seluruh panitia yang telah berpartisipasi dalam mensukseskan acara ini.

    Ustadz Koh Dennis Lim dalam ceramahnya mengutip Surat At-Tahrim ayat 6, yang menegaskan bahwa “Rumah tangga yang paling sukses adalah yang berhasil menyelamatkan dirinya dan keluarganya terbebas dari api neraka.”
    Ia juga menyampaikan perspektif unik dalam memandang pasangan hidup.

    “Anggaplah pasanganku ini adalah jalan bagiku untuk sampai ke surganya Allah. Kebaikannya muncul disyukuri, berarti dia ladang pahala. Kekurangannya muncul dan membuat kita tersakiti, maka berarti dia lagi jadi ladang penggugur dosa.”


    Lebih lanjut, ia mengingatkan pentingnya komunikasi penuh kelembutan antar pasangan, serta sikap saling menghargai perjuangan masing-masing dalam membangun keluarga.

    Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh peserta dapat membawa pulang ilmu yang bermanfaat untuk diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai kebahagiaan rumah tangga Islami yang disampaikan dapat menjadi pedoman dalam membangun keluarga yang harmonis, penuh cinta kasih, saling menghargai, serta berlandaskan iman dan takwa. Semoga acara ini membawa keberkahan bagi keluarga besar PT RPN sekaligus menjadi inspirasi bagi masyarakat luas dalam mewujudkan rumah tangga sakinah, mawaddah, dan rahmah sesuai tuntunan Al-Qur’an.

    IKBI PT RPN Gelar Pengajian Akbar: Kebahagiaan Rumah Tangga dalam
    Perspektif Al-Quran

    Keterangan Lebih Lanjut:
    Divisi Sekretariat Perusahaan
    PT Riset Perkebunan Nusantara
    Ponsel: 0811-1380-3523
    Email: rpn@rpn.co.id

  • Kemitraan Strategis PT RPN & Technobiz Thailand Hadirkan Rubber Week: Solusi Inovatif untuk Masa Depan Industri Karet Dunia

    Bogor, 2 September 2025 – PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN) berkolaborasi dengan TechnoBiz Thailand menyelenggarakan Rubber and Tire Technology Conference 2025 di Swiss-Belhotel Bogor, Jawa Barat, pada 2-3 September 2025. Konferensi internasional ini mengangkat tema “The Future of Rubber: Trends, Technologies, and Sustainability” (Masa Depan Karet: Tren, Teknologi, dan Keberlanjutan) sebagai platform strategis untuk berbagi pengetahuan, membangun strategi, dan mendorong inovasi dalam industri karet global.


    Konferensi ini digelar sebagai respons terhadap berbagai tantangan serius yang dihadapi industri karet alam. Selama lebih dari satu dekade, harga karet terus mengalami tekanan. Selain itu, produktivitas menurun akibat serangan penyakit tanaman, dan tingkat konsumsi karet alam di dalam negeri masih tergolong rendah, hanya sekitar 20%. Situasi ini cukup mengkhawatirkan, bahkan menyebabkan sejumlah perkebunan karet beralih fungsi menjadi perkebunan kelapa sawit. Oleh karena itu, diperlukan inovasi yang cepat, alih teknologi, dan kerja sama strategis guna meningkatkan pemanfaatan karet alam di pasar domestik.


    Melalui serangkaian presentasi, diskusi, dan sesi kolaboratif, konferensi ini bertujuan memberikan wawasan berharga tentang teknologi karet terdepan, material berkelanjutan, dan pengujian karet canggih untuk menghadapi tantangan industri karet global. Para peserta akan mendapatkan alat praktis untuk mengembangkan produk berbasis karet baru yang dapat memperkuat industri sekaligus meningkatkan daya saing di pasar internasional.

    “Industri karet bukan hanya pilar ekonomi tetapi juga sumber penghidupan jutaan orang di seluruh dunia. Menghadapi perubahan teknologi yang cepat, tuntutan lingkungan yang meningkat, dan pasar global yang terus berkembang, sangat penting bagi kita untuk bersatu dalam berbagi pengetahuan, membangun strategi, dan mendorong inovasi untuk membentuk masa depan karet yang lebih berkelanjutan dan tangguh,” ujar Iman Yani Harahap, Direktur PT RPN.


    Perwakilan dari Technobiz Thailand juga menyampaikan rasa bahagia dan terima kasihnya.

    “Saya sangat senang berada di sini karena karet adalah komoditas favorit saya. Saya juga sangat berterima kasih kepada seluruh tim yang telah menyelenggarakan acara ini dengan sangat baik,” ujar Peram Prasada Rao dalam sambutannya.

    Konferensi yang dilaksanakan selama dua hari ini diharapkan dapat menjadi inspirasi baru, memicu kolaborasi yang bermakna, dan menghasilkan ide-ide inovatif yang dapat ditransformasikan menjadi solusi nyata untuk kepentingan industri, masyarakat, dan lingkungan. Dengan menggabungkan keahlian dari Indonesia dan Thailand, acara ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat posisi Asia Tenggara sebagai pusat industri karet dunia.

    Keterangan Lebih Lanjut:
    Divisi Sekretariat Perusahaan
    PT Riset Perkebunan Nusantara
    Ponsel: 0811-1380-3523

  • ingkatkan Keahlian Budidaya dan Pemetaan: PT RPN, BPDP dan Ditjenbun Latih Petani Sawit Labusel

    Medan, 5 Agustus 2025 – PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN) melalui Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS), bersama Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) dan Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) Kementerian Pertanian, menyelenggarakan pelatihan petani sawit di Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel), Sumatera Utara, pada 5–9 Agustus 2025.

    Pelatihan ini diikuti 93 peserta yang terbagi ke dalam dua fokus materi, yaitu:
    Teknis Budidaya Kelapa Sawit (63 peserta, 2 kelas), mencakup kebijakan usaha perkebunan, pemilihan bahan tanam, persiapan lahan, teknik penanaman, pemeliharaan tanaman, serta pengendalian hama, penyakit, dan gulma.
    Teknis Pemetaan Lokasi Perkebunan Sawit (30 peserta, 1 kelas), meliputi dasar-dasar pemetaan, penggunaan alat, pelacakan lahan, sensus tanaman, pembuatan peta kebun, hingga pengolahan data hasil pengukuran.

    Peserta juga mendapat kesempatan praktik lapangan di Kebun Aek Pancur, Kabupaten Deli Serdang, untuk melihat langsung penerapan teknologi budidaya dan pemetaan.

    Kepala PPKS PT RPN, Winarna, menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan langkah awal untuk memperbaiki praktik budidaya sekaligus memperkuat legalitas lahan.

    “Kami berharap pelatihan teknis budidaya dan pemetaan ini dapat mendorong peningkatan produktivitas serta membantu penataan kebun sawit rakyat. Semoga ilmu yang diberikan para narasumber dapat dipraktikkan langsung dan dibagikan kepada petani lain di daerah masing-masing,” ujarnya.

    Senada, Tulus Tri Margono, Ketua Tim Pemberdayaan dan Peningkatan Kapabilitas Direktorat Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma Kementerian Pertanian, menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Ditjenbun bersama BPDP dan lembaga pelatihan, termasuk RPN, untuk meningkatkan kompetensi petani.

    “Kami berharap peserta mampu mengaplikasikan ilmunya dan menyebarkannya kepada pekebun sawit lain,” katanya.


    Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Labusel, Azaman, menilai pelatihan ini sebagai kesempatan penting bagi petani sawit daerahnya.

    “Manfaatkan pelatihan ini sebaik-baiknya karena telah difasilitasi tanpa biaya. Ilmu yang diperoleh harus dipraktikkan. Setelahnya, kami akan membuat demplot di tiap kecamatan sebagai tindak lanjut,” ungkapnya.

    Pelatihan ini diharapkan dapat mendorong peningkatan produktivitas dan kualitas perkebunan sawit rakyat, serta memperkuat daya saing industri sawit nasional melalui penerapan teknologi dan praktik terbaik.


    Keterangan Lebih Lanjut:
    Divisi Sekretariat Perusahaan
    PT Riset Perkebunan Nusantara
    Ponsel: 0811-1380-3523
    Email: rpn@rpn.co.id

  • Tebu Indonesia Menarik Perhatian Rusia : PT RPN dan Business Council Bangun Kolaborasi Strategis

    Pasuruan, 28 Agustus 2025 – PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN) melalui Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia (P3GI) menerima kunjungan dari delegasi Business Council Rusia dalam rangka memperkuat hubungan bilateral dan membuka peluang kerja sama strategis di bidang riset dan pengembangan industri gula. Kunjungan ini menjadi momen penting dalam mempererat hubungan internasional, khususnya dalam bidang riset dan pengembangan industri gula yang strategis bagi kedua negara.


    Rangkaian kunjungan diawali dengan eksplorasi Museum Gula dan Perpustakaan P3GI, di mana para tamu dapat melihat langsung jejak panjang sejarah industri gula Indonesia serta kontribusi besar P3GI dalam mendukung pengembangan perkebunan tebu sejak era kolonial hingga masa kini. Museum tersebut menjadi saksi perjalanan panjang industri gula, sekaligus refleksi atas inovasi yang terus dilakukan untuk menjawab tantangan zaman.

    Selain itu, rombongan juga berkesempatan meninjau fasilitas riset lapang untuk melihat langsung inovasi yang dikembangkan oleh tim peneliti P3GI termasuk varietas tebu terbaru yang telah resmi dirilis sebagai bentuk nyata komitmen institusi dalam menyediakan inovasi unggul bagi keberlanjutan industri gula nasional.


    Deputi CEO Business Council Rusia dan Indonesia, Alexander Popov, menyampaikan apresiasi atas capaian P3GI.

    “Kami sangat terkesan dengan kerja keras dan inovasi yang ditunjukkan oleh P3GI. Kunjungan ini membuka peluang besar bagi kerja sama di bidang riset, teknologi, dan pertukaran pengetahuan. Kami percaya kolaborasi ini akan membawa manfaat tidak hanya bagi Indonesia dan Rusia, tetapi juga bagi pengembangan industri gula secara global,” ungkapnya.

    Kepala P3GI, Aris Lukito, menegaskan bahwa kunjungan tersebut menunjukan pengakuan internasional atas kontribusi P3GI

    “Kehadiran delegasi Business Council Rusia menjadi bukti bahwa hasil riset P3GI mendapat perhatian dunia. Kami siap memperluas kolaborasi, baik dalam pengembangan teknologi, peningkatan produktivitas, maupun pertukaran pengetahuan, demi kemajuan industri gula nasional,” tutur Aris.

    Kunjungan ini diharapkan menjadi langkah awal penguatan kerja sama riset dan teknologi antara RPN-P3GI dan Business Council Rusia serta membuka peluang kemitraan internasional yang lebih luas untuk masa depan industri gula.

    Keterangan Lebih Lanjut:
    Divisi Sekretariat Perusahaan
    PT Riset Perkebunan Nusantara
    Ponsel: 0811-1380-3523
    Email: rpn@rpn.co.id

  • PT RPN Dukung Rehabilitasi Ekosistem Pantai Kupang :Hijaukan Pesisir, Tanam 100 Pohon Bakau

    Kupang, 14 Agustus 2025PT Riset Perkebunan Nusantara sebagai sponsor utama, bersama Gamal Institute dan Carlo Institute, sukses menyelenggarakan kegiatan “Kiat Sukses Berbisnis Perbenihan Perkebunan” yang dipadukan dengan aksi penanaman 100 anakan bakau di Pantai Oesapa, Kupang, Nusa Tenggara Timur, pada 14 Agustus 2025. Kegiatan ini menandai kolaborasi strategis dalam mengintegrasikan edukasi bisnis dengan aksi konservasi lingkungan.


    Acara ini tidak hanya memberikan wawasan praktis seputar strategi bisnis perbenihan perkebunan, tetapi juga menghadirkan aksi nyata peduli lingkungan melalui rehabilitasi kawasan pesisir dengan penanaman bakau. Kolaborasi edukasi dan aksi lingkungan ini menjadi nilai tambah sekaligus inspirasi bagi peserta dalam mengaitkan aspek bisnis dengan konservasi alam. Pendekatan inovatif ini membuktikan bahwa kegiatan ini dapat berjalan selaras dengan upaya pelestarian lingkungan, menciptakan model pembelajaran yang holistik dan berkelanjutan.

    “Pantai Oesapa memiliki nilai ekologis yang tinggi sehingga penting untuk dijaga keberlanjutannya. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan penanaman bakau agar kawasan pesisir tetap terlindungi sekaligus memberi manfaat bagi masyarakat sekitar,” ujar perwakilan dari tim Carlo Institute.


    Program penanaman bakau di Pantai Oesapa dipilih karena peran strategis hutan mangrove sebagai benteng alami dari abrasi pantai, habitat berbagai spesies flora dan fauna, serta kontributor penting dalam mitigasi perubahan iklim melalui penyerapan karbon.

    Kegiatan ini melibatkan Carlo Institute cabang NTT, anak-anak muda setempat yang peduli lingkungan, serta para nelayan. Para peserta mendapatkan pendampingan teknis mulai dari pemilihan bibit bakau berkualitas, teknik penanaman, hingga strategi pemeliharaan jangka panjang. Dengan demikian, mereka tidak hanya memahami aspek teori bisnis berkelanjutan, tetapi juga praktik konservasi ekosistem.


    Gamal Institute bersama Carlo Institute menegaskan komitmen untuk menghadirkan program edukasi yang aplikatif sekaligus ramah lingkungan. Didukung PT RPN, kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi lintas institusi dapat menghasilkan program yang memberikan manfaat ekonomi dan ekologi secara bersamaan. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi untuk program serupa di wilayah lain, khususnya dalam mengintegrasikan pengembangan kapasitas bisnis dengan aksi konservasi lingkungan. Inisiatif ini juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperkuat ekonomi hijau dan konservasi ekosistem pesisir di Indonesia Timur.


    Keterangan Lebih Lanjut:
    Divisi Sekretariat Perusahaan
    PT Riset Perkebunan Nusantara
    Ponsel: 0811-1380-3523
    Email: rpn@rpn.co.id

  • Setetes Darah untuk Negeri: PT RPN melalui Pusat Penelitian Karet Wujudkan Semangat Kemerdekaan Melalui Donor Darah

    Banyuasin, 14 Agustus 2025 – Dalam menyambut peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-80 dengan tema “Bersatu, Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju”, PT Riset Perkebunan Nusantara (PT RPN) melalui Pusat Penelitian Karet (PPK) menyelenggarakan program donor darah. Aktivitas kemanusiaan ini dilangsungkan di Klinik Pratama Kesehatan, Desa Sembawa, Kabupaten Banyuasin milik PPK.


    Kegiatan kemanusiaan ini merupakan wujud nyata implementasi nilai gotong royong dan solidaritas dalam merayakan kemerdekaan bangsa. Tidak hanya diikuti oleh pegawai PPK, donor darah ini juga melibatkan komunitas lokal yang dengan sukarela menyumbangkan darahnya untuk kepentingan kemanusiaan.


    Turut hadir dalam kegiatan tersebut tim manajemen PPK, delegasi dari Palang Merah Indonesia (PMI), tenaga medis, serta komunitas lokal. Andrea, Koordinator Pelaksana Peringatan HUT RI PPK, menyampaikan apresiasi atas partisipasi aktif para peserta.

    “Keterlibatan pegawai dan masyarakat sekitar merupakan cerminan jiwa kemerdekaan yang diwujudkan melalui gerakan kemanusiaan. Semangat mereka menggambarkan solidaritas sosial yang patut dibanggakan,” tuturnya.

    Sebanyak 27 relawan pendonor berpartisipasi, sebagian diantaranya merupakan pendonor rutin konsisten memberikan kontribusinya. Tenaga medis PPK, Kiki Suhares, menyuarakan optimismenya agar program serupa dapat dikembangkan secara berkesinambungan.

    “Mudah-mudahan kolaborasi dengan PMI ini menjadi agenda yang sangat bermanfaat bagi mereka yang membutuhkan”, seraya memotivasi terlaksananya inisiatif sosial selanjutnya. “Ini merupakan kontribusi sederhana yang memiliki makna besar bagi komunitas,” tutupnya.

    Melalui program donor darah ini, dengan mengusung semangat patriotisme dan filosofi Pancasila, RPN-PPK meneguhkan komitmen untuk terus menumbuhkan budaya kepedulian sosial di lingkungan internal maupun komunitas sekitar, sekaligus menguatkan ikatan persaudaraan dalam membangun Indonesia yang lebih berkemajuan dan berkeadilan. Harapannya langkah konkret ini dapat memberikan manfaat optimal dan menjadi stimulus bagi gerakan-gerakan positif lainnya dalam mewujudkan masyarakat yang sehat dan berempati tinggi.

    Keterangan Lebih Lanjut:
    Divisi Sekretariat Perusahaan
    PT Riset Perkebunan Nusantara
    Ponsel: 0811-1380-3523
    Email: rpn@rpn.co.id

  • PT RPN Perkuat Semangat Kebangsaan Lewat Peringatan HUT RI ke-80

    Bogor, 22 Agustus 2025 – PT Riset Perkebunan Nusantara (PT RPN) menggelar rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia. Perayaan berlangsung sejak 17 Agustus dan mencapai puncaknya pada 22 Agustus 2025. Dengan mengusung tema “RPN Bersatu, Perkebunan Maju, Kesejahteraan Terpacu,” kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat semangat kebangsaan di lingkungan perusahaan.


    Dalam sambutannya, Direktur RPN menyatakan bahwa hari ini merupakan momen penting untuk merayakan kemerdekaan. Ia menekankan pentingnya semangat dan motivasi bersama serta harapan agar kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi dan mempererat hubungan antar pegawai.


    Tema peringatan HUT RI ke-80 ini sejalan dengan visi PT RPN untuk mendorong kemajuan sektor perkebunan nasional. Semangat juang 17 Agustus 1945 menjadi inspirasi perusahaan dalam menghadirkan inovasi riset perkebunan yang berkelanjutan demi mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

    Selama delapan dekade kemerdekaan, Indonesia telah membangun fondasi kuat dalam mengelola potensi perkebunan. Melalui komoditas unggulan seperti kelapa sawit, karet, kakao, dan kopi, PT RPN berkomitmen menjadi motor penggerak kedaulatan ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.


    Puncak acara ditandai dengan kegiatan Fun Walk, diikuti oleh seluruh pegawai dari kawasan Taman Kencana dan KP Ciomas. Selain itu, berbagai lomba bertema kemerdekaan turut memeriahkan suasana, membangkitkan semangat nasionalisme, dan mempererat kebersamaan di lingkungan PT RPN.

    Melalui rangkaian kegiatan ini, PT RPN berharap dapat memperkokoh komitmen perusahaan sebagai lembaga riset perkebunan dalam mendukung Indonesia yang merdeka, berdaulat, dan sejahtera melalui inovasi serta pengembangan teknologi.

    Keterangan Lebih Lanjut:
    Divisi Sekretariat Perusahaan
    PT Riset Perkebunan Nusantara
    Ponsel: 0811-1380-3523
    Email: rpn@rpn.co.id