Category: Dunia Perkebunan

Berita seputar perkebunan lingkup PT. RPN

  • PT RPN, BPDP, dan Ditjenbun Gelar Pelatihan bagi 96 Petani Sawit Labusel dalam Rangka Program SDM PKS 2025 di Medan

    Medan, 28 Juli 2025 – PT Riset Perkebunan Nusantara (PT RPN) menggelar Pelatihan Komprehensif bagi 96 petani kelapa sawit asal Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Sumatera Utara. Kegiatan yang berlangsung pada 28 Juli–1 Agustus 2025 ini mendapat dukungan penuh daru Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) dan Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) Kementerian Pertanian.

    Program ini merupakan implementasi Pengembangan Sumber Daya Manusia Perkebunan Kelapa Sawit (SDM PKS) 2025, yang bertujuan meningkatkan kompetensi dan kapasitas petani dalam menerapkan praktik budidaya berkelanjutan.

    Dalam pembukaan pelatihan yang berlangsung dengan penuh antusiasme tersebut, SEVP Operation I PT RPN, Dr. Tjahjono Herawan, menekankan pentingnya inovasi dan pengetahuan terkini dalam budidaya kelapa sawit.

    “Sebagai perusahaan penelitian, PT RPN melalui PPKS berdedikasi untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kapasitas bagi para pekebun kelapa sawit. Inovasi-inovasi terbaru dalam budidaya kelapa sawit disampaikan dalam pelatihan ini untuk memberikan wawasan terkini tentang praktik terbaik,” tegas Dr. Tjahjono dalam sambutannya.

    Program pelatihan ganda yang diselenggarakan mencakup dua skema utama. Pertama, pelatihan teknis budidaya kelapa sawit yang diikuti 65 peserta, dengan materi meliputi regulasi dan kebijakan usaha perkebunan, pemilihan bahan tanam berkualitas, persiapan lahan optimal, teknik penanaman efektif, pemeliharaan tanaman berkelanjutan, hingga pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) yang mencakup hama, penyakit, dan gulma.

    Kedua, pelatihan teknis pemetaan lokasi perkebunan kelapa sawit yang diikuti 31 peserta, dengan materi dasar-dasar pemetaan lahan, pengenalan dan penggunaan alat pemetaan, pelacakan lahan serta sensus tanaman, pembuatan polygon dan peta kebun, pengolahan data dan analisis hasil pengukuran, serta penyajian dan pencetakan peta. Program ini dirancang dengan pendekatan praktis dan aplikatif sesuai kebutuhan lapangan.

    Program pelatihan ini mempertegas posisi strategis PT RPN tidak hanya sebagai institusi riset unggulan di bidang perkebunan, tetapi juga sebagai pionir dalam pengembangan kapasitas petani Indonesia.

    “Melalui materi-materi tersebut, para peserta diharapkan mampu menerapkan praktik budidaya kelapa sawit yang baik dan berkelanjutan di lapangan, serta menerapkan kemampuan pemetaan dalam pengelolaan kebun secara efektif dan akurat,” tutup Dr. Tjahjono.

    Pelatihan ini diharapkan menjadi katalis peningkatan produktivitas dan kualitas perkebunan kelapa sawit di Indonesia, sekaligus memperkuat daya saing industri sawit nasional melalui penerapan teknologi dan praktik terbaik di tingkat petani. Program serupa direncanakan akan terus dikembangkan untuk menjangkau lebih banyak petani di seluruh Indonesia.

    —

    Keterangan Lebih Lanjut:
    Divisi Sekretariat Perusahaan
    PT Riset Perkebunan Nusantara
    Ponsel: 0811-1380-3523
    Email: rpn@rpn.co.id

  • Komitmen Nyata Program TJSL : PT Riset Perkebunan Nusantara Melalui PPK Salurkan Bantuan Kebakaran di Sembawa

    Banyuasin, 10 Juli 2025 – PT Riset Perkebunan Nusantara (PT RPN) melalui Pusat Penelitian Karet (PPK) Sembawa menyalurkan bantuan kepada karyawan yang menjadi korban kebakaran di Desa Tanjung Menang Laut, Kecamatan Rantau Bayur, Kabupaten Banyuasin, Kamis (10/7).

    Bantuan diserahkan langsung oleh Kepala PPK Sembawa, Suroso Rahutomo, bersama jajaran manajemen, sebagai bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan. Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap kesejahteraan karyawan dan masyarakat sekitar, khususnya dalam menghadapi musibah.

    Dalam kunjungan yang berlangsung dengan penuh kekeluargaan tersebut, Suroso Rahutomo menyampaikan dukungan moril sekaligus bantuan konkret. “Kehadiran kami adalah bentuk nyata dari komitmen TJSL PPK Sembawa. Kami ingin menjadi bagian dari solusi atas beban batin dan moril masyarakat,” ujar Suroso Rahutomo dengan empati yang mendalam.

    Korban kebakaran, Edison, merupakan Karyawan PPK Sembawa. Musibah yang terjadi pada 20 Juni 2025 menghanguskan seluruh rumah dan harta bendanya. Meskipun mengalami kerugian material, Edison bersyukur tidak ada korban jiwa.

    “Kami tidak sendiri, ada yang peduli, dan itu sangat menguatkan” ungkap Edison menahan haru.

    Bantuan yang diberikan meliputi paket sembako, pakaian layak pakai, sejumlah dana tunai, serta donasi sukarela dari seluruh karyawan dan karyawati PPK Sembawa. Penyerahan bantuan disambut hangat oleh keluarga korban dan Ketua RT setempat, yang mengapresiasi dukungan moril dan materiil dari perusahaan.

    Aksi sosial ini mempertegas posisi strategis PT RPN melalui PPK tidak hanya sebagai institusi riset unggulan di bidang perkebunan, tetapi juga sebagai mitra masyarakat yang siap hadir dalam menghadapi berbagai tantangan dan kesulitan.

    “Kami percaya, keberadaan lembaga kami harus memberi manfaat bagi lingkungan sekitar, terutama saat mereka tertimpa musibah,” tutup Suroso Rahutomo.

    Program TJSL ini diharapkan dapat terus berlanjut dan menjadi inspirasi untuk aktif berkontribusi dalam pembangunan masyarakat dan penanganan bencana di wilayah operasional perusahaan.


    Keterangan Lebih Lanjut:
    Divisi Sekretariat Perusahaan
    PT Riset Perkebunan Nusantara
    Ponsel: 0811-1380-3523
    Email: rpn@rpn.co.id

  • PT RPN Luncurkan Tiga Inovasi Digital dan Kukuhkan Kelompok Peneliti Kelapa di PTKS 2025

    Yogyakarta, 17 Juli 2025 — PT Riset Perkebunan Nusantara (PT RPN) memperkenalkan tiga inovasi digital unggulan dan meresmikan pembentukan Kelompok Peneliti Komunitas Kelapa dalam rangkaian Pertemuan Teknis Kelapa Sawit (PTKS) 2025 yang digelar selama dua hari, 16–17 Juli 2025, di Yogyakarta. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen PT RPN dalam mendorong transformasi digital dan penguatan riset komoditas kelapa dan kelapa sawit sebagai fondasi menuju industri perkebunan nasional yang adaptif, inovatif, dan berkelanjutan.


    Tiga Inovasi Digital Perkebunan
    Sebagai bentuk nyata transformasi digital, PT RPN meluncurkan tiga produk digital hasil kolaborasi riset nasional yang dirancang untuk menjawab tantangan agribisnis modern secara langsung:

    1. E-HARA (Evaluasi Hara & Analisis Risiko Agrikultur)
      Aplikasi berbasis machine learning untuk analisis hara dan risiko agrikultur secara presisi. E-HARA mengombinasikan drone VTOL, sensor multispektral, dan analisis digital daun untuk memberikan rekomendasi pemupukan berbasis data..
    2. OPA (Optimasi Produktivitas Agrikultur)
      Platform edukasi interaktif yang memberikan akses kepada pelaku industri sawit terhadap informasi iklim, artikel ahli, dan panduan pemupukan melalui berbagai kanal media sosial (@opabyppks di Facebook, Instagram, TikTok, dan YouTube). OPA juga dilengkapi fitur OPA Chat yang memungkinkan pengguna berinteraksi langsung melalui teks, suara, dan gambar.
    3. Nusaklim
      Sistem pemantauan iklim berbasis telemetri dan expert system, dilengkapi dasbor interaktif dan fitur device maps. Nusaklim memudahkan pemantauan kondisi iklim secara real-time di tingkat lapangan.
      Ketiga inovasi digital ini ditujukan untuk memperkuat kapasitas adaptif sektor perkebunan dalam menghadapi perubahan iklim, meningkatkan efisiensi budidaya, serta mempercepat adopsi teknologi di tingkat lapangan.
      Peresmian Kelompok Peneliti Komunitas Kelapa
      Dalam kesempatan yang sama, PT RPN juga meresmikan pembentukan Kelompok Peneliti Komunitas Kelapa, yang akan berfokus pada pengembangan riset komoditas kelapa dari hulu hingga hilir. Kelompok ini mencakup empat area strategis, yakni pengembangan bahan tanam kelapa; peningkatan produksi kelapa rakyat; diversifikasi dan hilirisasi produk turunan kelapa; kolaborasi dan pelayanan riset pengembangan kelapa.
      Pembentukan kelompok ini sejalan dengan arah kebijakan nasional dalam memperkuat hilirisasi kelapa sebagai bagian dari program strategis nasional. PT RPN berharap langkah ini dapat mempercepat penerapan hasil riset secara nyata di tingkat petani, pelaku usaha, maupun industri pengolahan.

    Membangun Sinergi Riset dan Industri
    Direktur PT RPN, Dr. Iman Yani Harahap, dalam sambutannya menyampaikan bahwa tantangan industri kelapa sawit dan kelapa ke depan membutuhkan solusi kolaboratif yang berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.

    “Kami percaya bahwa tantangan industri perkebunan tidak bisa diselesaikan hanya di laboratorium. Riset harus diterjemahkan ke dalam praktik nyata di lapangan, didorong oleh sinergi lintas sektor, dan diarahkan pada kebutuhan riil industri. Dengan inovasi digital dan penguatan riset komunitas, kita menciptakan fondasi yang kuat untuk masa depan industri yang tangguh dan berkelanjutan,” ujarnya.

    Melalui peluncuran inovasi digital dan pembentukan kelompok peneliti ini, PT RPN menegaskan perannya sebagai katalisator perubahan di sektor perkebunan nasional. Ke depan, PT RPN akan terus mendorong hilirisasi hasil riset; memperkuat kolaborasi antara lembaga riset, pemerintah, dan dunia usaha; membangun ekosistem inovasi yang mendukung daya saing industri kelapa dan kelapa sawit Indonesia di tingkat global.
    —
    Keterangan Lebih Lanjut:
    Divisi Sekretariat Perusahaan
    PT Riset Perkebunan Nusantara
    Ponsel: 0811-1380-3523
    Email: rpn@rpn.co.id

  • PT Riset Perkebunan Nusantara Gelar Lokakarya Kelapa Nasional 2025: Mengembalikan Kejayaan Industri Kelapa Indonesia

    Yogyakarta, 18 Juli 2025 – PT Riset Perkebunan Nusantara (PT RPN) melalui Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) menyelenggarakan Lokakarya Kelapa Nasional 2025 bertempat di Yogyakarta, pada Jumat, 18 Juli 2025. Kegiatan ini mengusung tema “Kembalikan Kejayaan Industri Kelapa Indonesia” dan menjadi forum strategis dalam menyatukan langkah antara riset, pemerintah, dan industri untuk mempercepat revitalisasi sektor kelapa nasional secara berkelanjutan.


    Lokakarya ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan dari tingkat nasional, termasuk perwakilan dari Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian RI, Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), Dewan Kelapa Indonesia (DEKINDO), PTPN Group, pelaku industri seperti Sambu Group dan PT Dewa Agri, serta para akademisi dan peneliti kelapa dari berbagai daerah.

    Dalam sambutannya, Direktur PT RPN, Iman Yani Harahap, menyampaikan kondisi terkini pada sektor kelapa nasional. Ia menyoroti bahwa Indonesia sebagai produsen kelapa terbesar kedua di dunia saat ini menghadapi sejumlah tantangan serius, seperti menurunnya luas kebun kelapa, rendahnya harga jual, hingga minimnya regenerasi petani kelapa.

    “Luas areal kebun kelapa kita mengalami penurunan rata-rata 11 ribu hektar per tahun dan produksi menurun sekitar 5 ribu ton setiap tahun. Ini alarm penting bagi kita semua. Karena itu, melalui forum ini kami ingin mendorong sinergi riset, inovasi teknologi, dan kemitraan yang kuat antara pemerintah, akademisi, dan industri untuk merevitalisasi sektor kelapa nasional,” tegasnya.


    Iman Yani juga menjelaskan bahwa PT RPN memiliki komitmen jangka panjang dalam pengembangan komoditas kelapa melalui pendekatan riset yang aplikatif dan inovasi bioteknologi, seperti teknologi embryo rescue dan somatic embryogenesis yang saat ini telah berhasil diterapkan pada kelapa kopyor.


    Agenda lokakarya mencakup diskusi pleno, sesi keynote speech, serta penandatanganan Nota Kesepahaman dan kerja sama antara PT RPN dengan sejumlah mitra strategis. Diskusi pleno dipandu oleh Prof. Didiek Hadjar Goenadi dan menghadirkan narasumber utama dari BPDP, Ditjen Perkebunan, DEKINDO, PTPN I, Sambu Group, dan PT Dewa Agri. Setiap pembicara memaparkan kontribusi dan strategi mereka dalam mendukung roadmap perkelapaan nasional 2025-2035.


    Dalam kesempatan tersebut, PT RPN juga memperkenalkan Roadmap Kelompok Peneliti Komoditas Kelapa, yang terdiri dari lima tahap utama: eksplorasi plasma nutfah, pengembangan teknologi perbanyakan tanaman unggul, penguatan hilirisasi, hingga penerapan ekonomi sirkular. Seluruh tahapan ini bertujuan menjadikan kelapa sebagai komoditas unggulan yang tidak hanya produktif, tetapi juga ramah lingkungan dan bernilai tambah tinggi.

    Melalui forum ini, PT RPN berharap dapat membangkitkan kembali semangat bersama dalam membangun kejayaan industri kelapa Indonesia dan mempertegas peran penting kelapa sebagai komoditas strategis dalam mendukung ketahanan pangan nasional serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

    Keterangan Lebih Lanjut:
    Divisi Sekretariat Perusahaan
    PT Riset Perkebunan Nusantara
    Ponsel: 0811-1380-3523
    Email: rpn@rpn.co.id

  • PTKS 2025: PT RPN Dorong Transformasi Berkelanjutan Industri Sawit

    Yogyakarta, 17 Juli 2025 — Pertemuan Teknis Kelapa Sawit (PTKS) 2025 resmi digelar pada 16–17 Juli 2025, di Yogyakarta. Kegiatan dua tahunan yang di laksanakan PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN) melalui Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) ini menghadirkan serangkaian konferensi, forum diskusi, dan pameran teknologi kelapa sawit yang dirancang untuk mendorong kolaborasi lintas sektor dan menyatukan kekuatan riset, industri, serta pemerintah dalam pengembangan perkebunan kelapa sawit nasional.


    Dengan mengangkat tema “Transformasi Teknologi dan Inovasi untuk Kelapa Sawit yang Berkelanjutan,” PTKS 2025 menjadi ruang strategis bagi para pemangku kepentingan untuk berbagi pengetahuan, mendiseminasikan hasil riset, dan mendorong adopsi inovasi terbaru. Acara ini juga menjadi momentum untuk mempercepat transformasi industri sawit ke arah yang lebih modern, inklusif, dan ramah lingkungan.


    Hadir pada agenda tersebut Direktur Aset PT Perkebunan Nusantara III (Persero), Agung Setya Imam Effendy, Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko Krisna Santosa, serta jajaran sponsor strategis seperti Holding Perkebunan Nusantara, PTPN IV PalmCo, Saraswanti, Sawit Sumbermas Sarana, Multi Niaga Nusantara Indonesia, Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), dan Bumitama Gunajaya Agro.


    Tahun ini, PTKS menghadirkan 36 narasumber dari kalangan ilmuwan, pakar teknologi, dan praktisi industri yang berbagi wawasan dalam sesi diskusi dan panel. Lebih dari 700 peserta dari lebih dari 200 lembaga menghadiri acara ini, yang juga dimeriahkan oleh 33 exhibitor pameran teknologi dan produk sawit inovatif.


    Direktur PT RPN, Iman Yani Harahap, dalam sambutannya menegaskan pentingnya membangun ekosistem yang solid antara peneliti, pelaku usaha, pemerintah, dan masyarakat.

    “Inilah ekosistem yang perlu kita perkuat, sinergi semua pemangku kepentingan agar inovasi tidak hanya tercipta, tapi juga bermanfaat langsung bagi industri dan petani,” ungkap Iman yani.


    PT RPN, lanjutnya, berkomitmen memperkuat ekosistem riset dan pengembangan sektor perkebunan, riset tidak boleh berhenti di meja laboratorium atau di balik jurnal ilmiah, melainkan harus diterjemahkan ke dalam aksi nyata yang berdampak langsung di lapangan. Diseminasi luas dan implementasi nyata hasil riset merupakan kunci transformasi menuju industri sawit yang berkelanjutan.


    Direktur Aset PT Perkebunan Nusantara III (Persero), Agung Setya Imam Effendy, dalam pidatonya menekankan pentingnya memperkuat tiga pilar utama pembangunan industri sawit: riset, regulasi, dan dunia usaha.

    “Ketiga pilar ini harus kuat dan sinergis. Bila riset, regulasi, dan implementasi lapangan berjalan seirama, kita akan siap menghadapi persaingan global dan menjadikan sawit sebagai aset strategis bangsa,” tegasnya.


    Ia juga mengingatkan bahwa di tengah tantangan perubahan iklim dan persaingan global, seluruh pemangku kepentingan harus memiliki visi yang sama: membangun industri sawit yang tangguh, berwawasan lingkungan, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

    PTKS 2025 bukan sekadar forum rutin, melainkan simbol kebangkitan dan arah baru transformasi industri sawit nasional. Melalui forum ilmiah, diskusi panel, pameran teknologi, dan jejaring kolaboratif, PTKS menjadi panggung bagi penyebaran gagasan segar, inovasi digital, dan pemikiran strategis yang dibutuhkan untuk mendorong industri kelapa sawit Indonesia naik kelas, baik dari segi produktivitas, efisiensi, maupun keberlanjutan.


    PTKS 2025 diharapkan menjadi katalisator yang dimanfaatkan secara maksimal oleh seluruh peserta untuk memperkuat sinergi lintas sektor, memperluas wawasan strategis, dan menumbuhkan komitmen kolektif dalam membangun industri kelapa sawit yang modern, inklusif, dan berdaya saing tinggi di tingkat global


    Dengan sinergi yang semakin kuat antara pelaku riset, pemerintah, dan dunia usaha, Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi pelopor transformasi sawit berkelanjutan di dunia. Kini saatnya mengambil langkah besar, mendorong inovasi, dan menjadikan kelapa sawit sebagai bagian dari masa depan energi, pangan, dan ekonomi hijau Indonesia.


    Keterangan Lebih Lanjut:
    Divisi Sekretariat Perusahaan
    PT Riset Perkebunan Nusantara
    Ponsel: 0811-1380-3523
    Email: rpn@rpn.co.id

  • PT Riset Perkebunan Nusantara Raih Long Life Achievement Bidang RnD Perkebunan di Medbun Awards 2025

    Bandung, 10 Juli 2025 – PT Riset Perkebunan Nusantara (PT RPN) meraih penghargaan Long Life Achievement bindang RnD Perkebunan dalam ajang Medbun Awards 2025 yang diselenggarakan oleh Media Perkebunan pada Rabu, 9 Juli 2025, di Hotel Holiday Inn Bandung Pasteur, Jawa Barat. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk pengakuan atas kontribusi jangka panjang PT RPN dalam pengembangan riset dan teknologi yang berdampak luas bagi kemajuan sektor perkebunan nasional.


    Medbun Awards merupakan ajang apresiasi bagi individu dan institusi yang dinilai konsisten mendorong kemajuan industri perkebunan. Lebih dari sekadar seremoni, ajang ini menjadi ruang refleksi atas tantangan dan pencapaian sektor perkebunan, sekaligus memacu semangat inovasi dan praktik keberlanjutan di seluruh rantai pasok, dari hulu hingga hilir.


    Dewan Pembina Media Perkebunan, Bapak Mukti Sarjono, dalam sambutannya mengungkapkan apresiasi terhadap Media Perkebunan yang telah menghadirkan penghargaan ini bagi para pelaku industri, khususnya di sektor kelapa sawit.

    “Medbun Awards edisi kedua ini merupakan bentuk penghargaan kepada insan perkebunan berprestasi, agar industri sawit semakin berkembang ke depannya,” ujar Mukti.

    Ia juga menambahkan pentingnya ajang seperti ini sebagai wadah kolaborasi antara industri dan akademisi dalam membangun kepemimpinan di bidang teknologi, pembibitan, pengendalian hama, hingga pendidikan untuk mencetak SDM unggul.

    Mewakili PT RPN, SEVP Operation I Tjahjono Herawan menyampaikan rasa syukur atas penghargaan yang diterima.

    “Penghargaan ini menjadi penyemangat kami untuk terus berkontribusi dalam pengembangan dunia perkebunan di Indonesia. Tidak hanya di sektor sawit, tetapi juga pada komoditas strategis lainnya seperti karet, kopi, kakao, tebu, teh, kina, dan tanaman industri lainnya,” ungkap Tjahjono.

    Penghargaan ini mempertegas komitmen PT RPN untuk terus menjadi mitra strategis pemerintah, industri, dan akademisi dalam mengakselerasi pengembangan teknologi berbasis riset guna menjawab kebutuhan sektor perkebunan nasional ke depan, serta diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi mendatang dalam membangun masa depan perkebunan Indonesia yang lebih maju, modern, dan tangguh.

    Keterangan Lebih Lanjut:
    Divisi Sekretariat Perusahaan
    PT Riset Perkebunan Nusantara
    Ponsel: 0811-1380-3523
    Email: rpn@rpn.co.id

  • Politeknik STMI Jakarta Lakukan Kunjungan Akademik ke Unit Riset Bogor Getas PT RPN: Dorong Kolaborasi Riset Mahasiswa dan Industri

    Bogor, 18 Juni 2025 — PT Riset Perkebunan Nusantara (PT RPN) terus memperkuat komitmennya sebagai institusi riset strategis yang menjembatani dunia akademik dengan kebutuhan nyata industri. Hal ini kembali ditunjukkan melalui kunjungan akademik Politeknik STMI Jakarta ke Unit Riset Bogor Getas milik PT RPN, Rabu (18/6). Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan secara langsung kepada mahasiswa tentang aplikasi ilmu Teknik Kimia Polimer dalam bidang material karet serta penguatan sinergi riset antara pendidikan vokasi dan sektor industri.


    Sebagai pusat unggulan dalam pengembangan teknologi pascapanen komoditas karet, PT RPN membuka secara penuh fasilitas riset dan laboratoriumnya bagi para mahasiswa. Kegiatan mencakup pemaparan profil kelembagaan, diskusi akademik, serta kunjungan ke berbagai fasilitas seperti Laboratorium Kimia, Laboratorium Fisika, dan unit produksi riset berbasis karet alam. Fasilitas-fasilitas ini merupakan bagian dari ekosistem riset yang dibangun PT RPN dalam mendorong inovasi berbasis sains terapan.


    Kepala Unit Riset Bogor Getas PT RPN, Imam Susetyo, dalam sambutannya menyampaikan bahwa PT RPN memiliki mandat utama dalam mengembangkan inovasi berbasis hasil riset perkebunan yang dapat diterapkan langsung dalam dunia industri, termasuk untuk penguatan bahan baku sektor otomotif. “Kami tidak hanya melakukan penelitian untuk kepentingan pengembangan internal, tetapi juga berupaya aktif menciptakan ruang kolaborasi riset yang terbuka dan bermanfaat bagi institusi pendidikan dan masyarakat luas,” ujarnya.


    Ia menambahkan bahwa kontribusi PT RPN dalam pengembangan material karet tidak terbatas pada aspek teknis semata, tetapi juga menyentuh aspek strategis seperti standarisasi mutu, pengujian berbasis data, hingga penyusunan rekomendasi kebijakan teknis seperti dukungan terhadap Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

    “Kami berharap mahasiswa bisa melihat langsung bagaimana riset berkualitas tinggi menjadi dasar pengambilan keputusan di tingkat industri maupun kebijakan nasional,” tuturnya.

    Kegiatan ini disambut antusias oleh para dosen dan mahasiswa Politeknik STMI Jakarta. Perwakilan kampus, Bapak Untung, menyampaikan apresiasi atas keterbukaan dan kontribusi PT RPN dalam mengedukasi mahasiswa melalui pendekatan praktikal.

    “Kami sangat menghargai kesempatan ini, karena mahasiswa kami bisa langsung berinteraksi dengan dunia riset industri yang sesungguhnya. Ini adalah pengalaman yang tidak tergantikan dalam proses pembelajaran teknologi plastik dan karet,” ungkapnya.


    Selama sesi laboratorium, mahasiswa diperkenalkan pada serangkaian alat dan teknologi terkini yang digunakan dalam pengujian kualitas lateks dan karakterisasi senyawa kimia. Mereka juga diajak memahami pentingnya validitas data, kesesuaian metode uji dengan standar industri, serta peran sentral laboratorium riset dalam menjamin mutu produk akhir. Tim dari PT RPN turut membimbing langsung proses ini dan membuka ruang tanya jawab untuk memperdalam pemahaman peserta.

    Melalui kegiatan ini, PT RPN tidak hanya menunjukkan peran sebagai pusat riset, tetapi juga sebagai fasilitator kemitraan strategis yang aktif membina hubungan antara dunia pendidikan dengan industri berbasis teknologi material. Kontribusi ini diharapkan dapat membentuk ekosistem inovasi yang berkelanjutan dan melahirkan sumber daya manusia unggul yang mampu menjawab tantangan industri masa depan.

    Keterangan Lebih Lanjut:
    Divisi Sekretariat Perusahaan
    PT Riset Perkebunan Nusantara
    Ponsel: 0811-1380-3523
    Email: rpn@rpn.co.id

  • PT Riset Perkebunan Nusantara Gelar Sertifikasi Instruktur dan Penyelenggara Pelatihan Perkebunan

    Bogor, 17 Juni 2025 – PT Riset Perkebunan Nusantara (PT RPN) mengadakan pelatihan dan sertifikasi bagi instruktur serta penyelenggara pelatihan, bekerja sama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi Instruktur dan Tenaga Pelatihan (LSP Intala). Kegiatan ini berlangsung selama tujuh hari, dari 10 hingga 17 Juni 2025, dengan skema lima hari pelatihan secara daring dan dua hari uji kompetensi secara luring.


    Langkah ini diambil sebagai upaya peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM) di lingkungan PT RPN, khususnya dalam pengembangan program pelatihan di sektor perkebunan. Program ini dirancang agar para peserta memiliki pengetahuan, keterampilan, dan metodologi pelatihan terkini yang sesuai dengan standar industri dan ketentuan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).


    Kegiatan dibuka oleh SEVP Business Support PT RPN, Edy Suprianto. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya kesiapan dan keseriusan peserta dalam mengikuti seluruh rangkaian pelatihan dan uji kompetensi.

    “Sertifikasi ini bukan hal yang mudah, namun ketika berhasil melewatinya, ada kebanggaan tersendiri karena telah memenuhi standar profesional. Saya harap seluruh peserta mengikuti pelatihan ini dengan sungguh-sungguh dan semangat tinggi,” ujarnya.


    Skema Penyelenggara Pelatihan ditujukan untuk membentuk penyelenggara pelatihan yang andal dalam mengelola dan menyelenggarakan pelatihan kerja. Pelatihan ini mencakup 7 unit kompetensi, antara lain: penerapan K3, pengarsipan dokumen, komunikasi kerja, identifikasi standar dan kualifikasi kompetensi kerja, penyusunan informasi pelatihan, serta pemasaran program pelatihan kerja.


    Sementara itu, Skema Instruktur Pelatihan bertujuan membentuk instruktur yang kompeten dalam menyampaikan materi pelatihan sesuai metodologi standar. Terdiri dari 14 unit kompetensi, pelatihan ini mencakup penyusunan program, perencanaan materi dan evaluasi, pelaksanaan pelatihan tatap muka dan berbasis kompetensi, penerapan K3, pengelolaan literasi dasar, bahan dan alat pelatihan, serta asesmen dan strategi pembelajaran.


    Sebanyak 48 karyawan PT RPN ambil bagian dalam kegiatan ini. Mereka berasal dari Pusat Penelitian Kelapa Sawit dan Kantor Direksi, terdiri dari 38 peserta untuk skema Instruktur dan 10 peserta untuk skema Penyelenggara Pelatihan. Meski dilakukan secara daring di tengah kesibukan kerja, para peserta tetap menunjukkan partisipasi aktif, terutama dalam sesi diskusi dan tanya jawab. Semangat mereka juga tercermin dalam proses uji kompetensi yang dilaksanakan secara langsung.


    Pelatihan ditutup dengan harapan bahwa para peserta dapat mengimplementasikan kompetensi yang diperoleh sesuai standar dan kaidah BNSP. Diharapkan pula pelatihan ini dapat mendorong terciptanya program pelatihan yang lebih produktif, terstruktur, dan berorientasi pada kebutuhan industri serta praktik terbaik di sektor perkebunan.


    Keterangan Lebih Lanjut
    Divisi Sumber Daya Manusia & Teknologi Informasi
    PT Riset Perkebunan Nusantara
    Ponsel: 0811-1380-3523
    Email: rpn@rpn.co.id

  • Sinergi Strategis PT RPN dan PT BIN dalam Pemasaran Produk Non-Bahan Tanaman

    Bogor, 3 Juni 2025 – PT Riset Perkebunan Nusantara (PT RPN) bersama PT Bio Industri Nusantara (PT BIN) menjalin sinergi strategis dalam bidang pemasaran produk non-bahan tanaman. Penandatanganan kerja sama dilaksanakan di Kantor Direksi PT RPN, Bogor, sebagai bagian dari langkah bersama memperkuat penetrasi pasar dan pencapaian target pemasaran tahun 2025.


    Dalam kegiatan ini, kedua belah pihak menandatangani tiga dokumen penting, yakni Surat Keputusan Pemasaran Bersama, Surat Kuasa Jual, dan Surat Keputusan Pengawalan Teknologi Marfu-P. Kesepakatan tersebut mencakup kolaborasi pemasaran sejumlah produk unggulan dari masing-masing perusahaan, yaitu: PT RPN: Pupuk Bioneensis, Biofungisida Greemi-G, dan Decomposer Agrodec, PT BIN: Pupuk Hayati Emas (PHE), Biofungisida Marfu-P, dan Decomposer Bioagrodeco.

    Kolaborasi ini bertujuan menyusun rencana aksi dan target bersama guna mendorong efektivitas pemasaran serta meningkatkan volume penjualan secara signifikan. Selain itu, kerja sama ini diharapkan memperkuat posisi produk ramah lingkungan di pasar nasional.
    Direktur PT RPN, Iman Yani Harahap, menekankan pentingnya sinergi antara kedua perusahaan. “Kami menyambut baik terbentuknya kerja sama ini sebagai bentuk kolaborasi antar entitas BUMN yang saling menguatkan. Harapannya, kerja sama ini mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan pemasaran produk unggulan kita,” ungkapnya.

    Senada dengan itu, Direktur PT BIN, Tantan Roswana, menyampaikan optimismenya terhadap kontribusi kerja sama ini terhadap pencapaian target bisnis.

    “Kami memiliki harapan besar kepada Tim Pemasaran Bersama agar dapat segera bergerak, menyusun langkah konkret, dan memastikan bahwa implementasi kerja sama ini mampu mencapai hasil yang diharapkan,” jelasnya.

    Penandatanganan dokumen disaksikan oleh jajaran pimpinan dan tim dari kedua perusahaan, antara lain Tjahjono Herawan (SEVP Operation 1 PT RPN), Dede Kusdiman (SEVP Operation PT BIN), serta tim dari Divisi Pemasaran dan Divisi Legal masing-masing perusahaan.

    Dengan terbentuknya Tim Pemasaran Bersama, kedua perusahaan berharap implementasi kolaboratif dapat segera berjalan secara terstruktur dan efektif. Selain berfokus pada peningkatan penjualan, sinergi ini juga diharapkan menjadi model kerja sama antarperusahaan berbasis riset dan bioindustri, sekaligus memperkuat peran BUMN dalam mendukung pertanian berkelanjutan di Indonesia.


    Keterangan Lebih Lanjut:
    Divisi Sekretariat Perusahaan
    PT Riset Perkebunan Nusantara
    Ponsel: 0811-1380-3523
    Email: rpn@rpn.co.id

  • Qurban untuk Negeri: PT RPN Wujudkan Kepedulian Sosial di Musi Banyuasin

    Musi Banyuasin, 2 Juni 2025 — Dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Adha 1446 H, PT Riset Perkebunan Nusantara (PT RPN) melaksanakan program penyaluran hewan qurban sebagai bagian dari komitmen sosial perusahaan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
    Sebanyak lima ekor kambing didistribusikan ke empat rumah ibadah di wilayah Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan. Inisiatif ini tidak hanya bertujuan memperkuat nilai keagamaan, tetapi juga sebagai bentuk kepedulian perusahaan terhadap masyarakat di sekitar area operasional, termasuk daerah terpencil yang masih membutuhkan dukungan.
    Penyaluran dilakukan ke Masjid Raya Baitul Makmur (Sekayu) sebanyak dua ekor kambing, Masjid Nurul Yaqin (Dusun III, Desa Dawas), Masjid Al Bayyinah (Dusun IV, Desa Dawas), dan Mushola Nurul Amal (Dusun V, Sungai Lilin) masing-masing satu ekor kambing. Meskipun beberapa lokasi berada di wilayah terpencil, kegiatan berjalan lancar berkat koordinasi yang baik di lapangan.

    Penyerahan dilakukan oleh tim PT RPN bersama Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS). Beberapa perwakilan yang hadir antara lain Afriadi (Asisten Subdivisi Perizinan dan TJSL PT RPN), Evan Sugi Hartono (Kepala Subbagian Legal PPKS), serta Dedy Irwandi Sinaga (Kepala Kebun Dawas PPKS). Warga dan pengurus rumah ibadah menyambut kegiatan ini dengan penuh antusias.

    Dalam sambutannya, Afriadi, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari tanggung jawab moral perusahaan dalam mendukung nilai-nilai kemanusiaan, solidaritas, dan spiritualitas. “Kami berkomitmen untuk terus hadir dalam kegiatan sosial, terlebih pada momen penting seperti Idul Adha. Semoga bantuan ini menjadi jembatan silaturahmi antara perusahaan dan masyarakat,” ujarnya.
    Kegiatan penyaluran qurban ini disambut baik oleh masyarakat dan pengurus rumah ibadah di lokasi penerima. Mereka menilai bahwa kehadiran PT RPN melalui program ini memberikan manfaat yang nyata dan dirasakan langsung oleh warga.

    Sementara itu, Panitia Qurban dari Sekretariat Daerah Kabupaten Musi Banyuasin mengapresiasi keterlibatan perusahaan yang secara konsisten mendukung kegiatan sosial-keagamaan, khususnya bagi masyarakat di wilayah dengan keterbatasan akses dan perhatian.

    Melalui program TJSL, PT RPN terus mengembangkan inisiatif yang selaras dengan pembangunan sosial dan nilai-nilai keberagamaan. Perusahaan juga berharap program serupa di masa mendatang dapat melibatkan lebih banyak pemangku kepentingan untuk mendorong masyarakat yang lebih sejahtera, mandiri, dan religius.


    Keterangan Lebih Lanjut:
    Divisi Sekretariat Perusahaan
    PT Riset Perkebunan Nusantara
    Ponsel: 0811-1380-3523
    Email: rpn@rpn.co.id