Bogor, 20 Agustus 2025 – PT Riset Perkebunan Nusantara (PT RPN) menyalurkan bantuan sarana pendidikan kepada SLB Mentari Kita Bogor, Selasa (20/8/2025). Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) ini menjadi wujud kepedulian perusahaan terhadap kemajuan pendidikan, khususnya bagi anak-anak berkebutuhan khusus di Indonesia.
Dalam prosesi penyerahan, Tim TJSL PT RPN menyerahkan sejumlah fasilitas penunjang kegiatan belajar mengajar, meliputi 10 set meja dan kursi belajar, 3 unit loker, 5 kursi lipat, serta 2 layar proyektor. Kehadiran sarana ini diharapkan dapat meningkatkan mutu pembelajaran sekaligus memberikan kenyamanan bagi siswa maupun tenaga pendidik dalam menjalankan aktivitas belajar mengajar.
“Melalui program TJSL, kami berharap bantuan ini dapat memberikan kontribusi positif dalam peningkatan kualitas pendidikan. Kegiatan ini juga mencerminkan komitmen nyata PT RPN dalam mendukung kemajuan dunia pendidikan,” ujar Asisten Perizinan dan TJSL PT RPN saat menyerahkan bantuan. Kepala Sekolah SLB Mentari Kita menyampaikan apresiasi atas kepedulian PT RPN. “Kami mengucapkan terima kasih kepada PT RPN atas perhatian dan dukungannya terhadap SLB Mentari Kita. Semoga bantuan ini membawa keberkahan dan PT RPN senantiasa dapat berkontribusi dalam mendukung kemajuan dunia pendidikan,” ujar Kepala Sekolah dengan penuh rasa syukur.
Program bantuan sarana pendidikan ini sejalan dengan visi PT RPN untuk berperan aktif dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia melalui dukungan terhadap sektor pendidikan. Dengan tersedianya fasilitas pembelajaran yang lebih memadai, diharapkan para siswa SLB Mentari Kita dapat mengoptimalkan potensi dan meraih prestasi yang lebih baik.
PT Riset Perkebunan Nusantara berkomitmen terus menjalankan program TJSL sebagai bentuk kontribusi nyata perusahaan kepada masyarakat, khususnya dalam bidang pendidikan, kesehatan, lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat sekitar.
Keterangan Lebih Lanjut: Divisi Sekretariat Perusahaan PT Riset Perkebunan Nusantara Ponsel: 0811-1380-3523 Email: rpn@rpn.co.id
Bogor, 15 Agustus 2025 – Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-80, Ikatan Keluarga Besar Istri PT Riset Perkebunan Nusantara (Kandir, PPKS, PPTK, PPK, PPKKI, P3GI) menyelenggarakan program bakti sosial bertema “Peduli Sesama, Berbagi Hangat, Berbagi Kasih” di Asrama Sahabat Yatim, Kabupaten Bogor, pada 15 Agustus 2025.
Program ini merupakan wujud nyata kepedulian sekaligus komitmen IKBI PT RPN dalam mendukung kesejahteraan masyarakat, khususnya anak-anak yatim dan kelompok yang membutuhkan bantuan sosial. Kegiatan dilaksanakan melalui kerja sama dengan Yayasan Sahabat Yatim yang berkomitmen dalam memuliakan dan mengayomi anak-anak yatim di Indonesia.
Kunjungan IKBI PT RPN mendapat sambutan hangat dari pihak yayasan. Eka Citra Saputra, Kepala Cabang Sahabat Yatim Ciomas, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan ini.
“Kami bersyukur pagi ini suasana di asrama sangat ramai dan penuh kehangatan. Di sini terdapat 15 anak asuh mulai dari tingkat SD hingga SMA yang sedang menempuh pendidikan”. Lebih lanjut, Eka turut menyampaikan harapan dan komitmen yayasannya, “Semoga amanah ini menjadi berkah bersama. Negara memberikan kesempatan bagi kami untuk berkontribusi dalam pembangunan bangsa dan saat ini kami sudah mengelola 27 asrama yang tersebar di 15 provinsi di seluruh Indonesia dan telah memiliki legalitas untuk mengelola dana zakat, infaq, sedekah, serta bantuan sosial lainnya.”
Kepala Cabang Sahabat Yatim Ciomas juga menjelaskan bahwa Yayasan Sahabat Yatim tidak hanya fokus pada pengasuhan anak yatim, tetapi juga aktif dalam membantu untuk memfasilitasi dana bantuan sosial, seperti bantuan untuk korban bencana alam, program lingkungan, dan kegiatan membagi berkah kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Kami terus belajar untuk mengasuh anak-anak panti dengan sebaik-baiknya sekaligus berkontribusi dalam berbagai program sosial kemasyarakatan,” ujar Eka dengan penuh antusias.
Sejalan dengan semangat kebersamaan tersebut, Ketua IKBI PT RPN, Ira Yani Harahap, menyampaikan apresiasi tinggi atas terlaksananya kegiatan ini.
“Mudah-mudahan tempat mulia ini semakin berkah dengan kunjungan kami hari ini. Kunjungan kami untuk memberikan pakaian layak pakai merupakan bentuk kepedulian kami kepada yang membutuhkan” ujar Ira Yani. Beliau juga berharap dan mengajak kepada masyarakat yang hadir untuk meningkatkan rasa kepedulian kepada sesama, “Mudah-mudahan bantuan ini bisa menjadi manfaat untuk semua yang membutuhkan. Mari kita hidupkan kepedulian bersama, karena dengan saling peduli kita dapat memperkuat persaudaraan dan kemanusiaan.”
Kegiatan bakti sosial ini bukan hanya momentum memperingati HUT RI, tetapi juga menjadi bagian dari komitmen jangka panjang IKBI PT RPN untuk terus berkontribusi positif bagi masyarakat dan pembangunan bangsa. Bantuan berupa pakaian layak pakai yang diserahkan dalam kegiatan ini merupakan bentuk nyata kepedulian yang diharapkan dapat memberikan kehangatan serta kenyamanan bagi para penerima manfaat dalam kehidupan sehari-hari.
Keterangan Lebih Lanjut: Divisi Sekretariat Perusahaan PT Riset Perkebunan Nusantara Ponsel: 0811-1380-3523 Email: rpn@rpn.co.id
Bogor, 11 Agustus 2025 – PT Riset Perkebunan Nusantara (PT RPN) bersama PT Anugerah Cokelat Indonesia resmi menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) terkait Pengembangan Hilirisasi Komoditas Kakao dan Turunannya. Penandatanganan yang dilaksanakan pada Senin (11/08) ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat ekosistem industri kakao nasional dan meningkatkan daya saing produk cokelat Indonesia di pasar global.
Hadir dalam agenda tersebut, Direktur PT RPN, Iman Yani Harahap; SEVP Operation I, Tjahjono Herawan, SEVP Operation II, Misnawi beserta jajaran, Kepala Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia (PPKKI), Dini Astika Sari. Dari pihak PT Anugerah Cokelat Indonesia hadir Chief Executive Officer, Irene Surosoputra dan Co-Founder, Nugroho Surosoputra.
Kolaborasi ini dilatarbelakangi oleh kesadaran bersama bahwa Indonesia memiliki potensi besar sebagai produsen kakao berkualitas, namun masih menghadapi tantangan dalam pengembangan industri hilir. Kepala PPKKI, Dini Astika Sari, menekankan pentingnya mendekatkan produk cokelat Indonesia kepada konsumen domestik yang selama ini masih didominasi oleh produk impor.
“Kolaborasi ini sangat strategis karena sesuai dengan keinginan pemerintah untuk mengembangkan hilirisasi komoditas kakao. Kami berharap kerja sama ini dapat berjalan sukses dan lancar, sehingga kita bisa saling mengisi dengan memanfaatkan fasilitas pabrik yang tersedia,” ujar Dini Astika Sari dalam pengantarnya.
Sejalan dengan pernyataan Kepala PPKKI, Direktur PT RPN menyampaikan komitmen perusahaan dalam mendukung pengembangan ekosistem kakao nasional. Hal ini menunjukkan keterbukaan PT RPN terhadap kerja sama strategis guna memajukan industri perkebunan. Iman Yani Harahap menekankan bahwa PT RPN senantiasa siap menjalin kolaborasi, karena menyadari bahwa ekosistem perkebunan, khususnya kakao, membutuhkan sinergi yang kuat.
“Kita semua sepakat bahwa kakao Indonesia termasuk yang terbaik di dunia dari sisi bahan baku dan berpotensi besar. Namun, tantangan di hilir seperti segmentasi pasar perlu mendapat perhatian serius. Kunci utamanya adalah hilirisasi yang berkembang dengan baik sehingga ekosistemnya dapat optimal,” tegas Iman Yani Harahap dalam sambutannya.
Sementara itu, Co-Founder PT Anugerah Cokelat Indonesia, Nugroho Surosoputra mengungkapkan visi besar perusahaannya dalam mengangkat citra kakao Indonesia di kancah Internasional, ia menegaskan bahwa meski mengakui skala perusahaan yang masih terbatas, PT Anugerah Cokelat Indonesia memiliki komitmen kuat untuk membawa biji kakao Indonesia ke level yang lebih tinggi melalui produk cokelat jadi berkualitas.
“Kami memiliki mimpi besar untuk menghadirkan cokelat berkualitas tinggi dari bahan baku kakao Indonesia. Kami tidak mungkin berjalan sendiri dengan skala yang masih terbatas, sehingga kerja sama ini menjadi momentum penting untuk mewujudkan visi tersebut,” ungkap Nugroho Surosoputra.
Melalui penandatanganan MoU ini, kedua perusahaan sepakat menjalin kerja sama strategis dalam bidang penelitian dan pengembangan, transfer teknologi, serta peningkatan kualitas produk cokelat Indonesia agar mampu memenuhi standar pasar domestik maupun internasional.
Keterangan Lebih Lanjut: Divisi Sekretariat Perusahaan PT Riset Perkebunan Nusantara Ponsel: 0811-1380-3523 Email: rpn@rpn.co.id
Medan, 28 Juli 2025 – PT Riset Perkebunan Nusantara (PT RPN) menggelar Pelatihan Komprehensif bagi 96 petani kelapa sawit asal Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Sumatera Utara. Kegiatan yang berlangsung pada 28 Juli–1 Agustus 2025 ini mendapat dukungan penuh daru Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) dan Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) Kementerian Pertanian.
Program ini merupakan implementasi Pengembangan Sumber Daya Manusia Perkebunan Kelapa Sawit (SDM PKS) 2025, yang bertujuan meningkatkan kompetensi dan kapasitas petani dalam menerapkan praktik budidaya berkelanjutan.
Dalam pembukaan pelatihan yang berlangsung dengan penuh antusiasme tersebut, SEVP Operation I PT RPN, Dr. Tjahjono Herawan, menekankan pentingnya inovasi dan pengetahuan terkini dalam budidaya kelapa sawit.
“Sebagai perusahaan penelitian, PT RPN melalui PPKS berdedikasi untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kapasitas bagi para pekebun kelapa sawit. Inovasi-inovasi terbaru dalam budidaya kelapa sawit disampaikan dalam pelatihan ini untuk memberikan wawasan terkini tentang praktik terbaik,” tegas Dr. Tjahjono dalam sambutannya.
Program pelatihan ganda yang diselenggarakan mencakup dua skema utama. Pertama, pelatihan teknis budidaya kelapa sawit yang diikuti 65 peserta, dengan materi meliputi regulasi dan kebijakan usaha perkebunan, pemilihan bahan tanam berkualitas, persiapan lahan optimal, teknik penanaman efektif, pemeliharaan tanaman berkelanjutan, hingga pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) yang mencakup hama, penyakit, dan gulma.
Kedua, pelatihan teknis pemetaan lokasi perkebunan kelapa sawit yang diikuti 31 peserta, dengan materi dasar-dasar pemetaan lahan, pengenalan dan penggunaan alat pemetaan, pelacakan lahan serta sensus tanaman, pembuatan polygon dan peta kebun, pengolahan data dan analisis hasil pengukuran, serta penyajian dan pencetakan peta. Program ini dirancang dengan pendekatan praktis dan aplikatif sesuai kebutuhan lapangan.
Program pelatihan ini mempertegas posisi strategis PT RPN tidak hanya sebagai institusi riset unggulan di bidang perkebunan, tetapi juga sebagai pionir dalam pengembangan kapasitas petani Indonesia.
“Melalui materi-materi tersebut, para peserta diharapkan mampu menerapkan praktik budidaya kelapa sawit yang baik dan berkelanjutan di lapangan, serta menerapkan kemampuan pemetaan dalam pengelolaan kebun secara efektif dan akurat,” tutup Dr. Tjahjono.
Pelatihan ini diharapkan menjadi katalis peningkatan produktivitas dan kualitas perkebunan kelapa sawit di Indonesia, sekaligus memperkuat daya saing industri sawit nasional melalui penerapan teknologi dan praktik terbaik di tingkat petani. Program serupa direncanakan akan terus dikembangkan untuk menjangkau lebih banyak petani di seluruh Indonesia.
—
Keterangan Lebih Lanjut: Divisi Sekretariat Perusahaan PT Riset Perkebunan Nusantara Ponsel: 0811-1380-3523 Email: rpn@rpn.co.id
Banyuasin, 10 Juli 2025 – PT Riset Perkebunan Nusantara (PT RPN) melalui Pusat Penelitian Karet (PPK) Sembawa menyalurkan bantuan kepada karyawan yang menjadi korban kebakaran di Desa Tanjung Menang Laut, Kecamatan Rantau Bayur, Kabupaten Banyuasin, Kamis (10/7).
Bantuan diserahkan langsung oleh Kepala PPK Sembawa, Suroso Rahutomo, bersama jajaran manajemen, sebagai bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan. Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap kesejahteraan karyawan dan masyarakat sekitar, khususnya dalam menghadapi musibah.
Dalam kunjungan yang berlangsung dengan penuh kekeluargaan tersebut, Suroso Rahutomo menyampaikan dukungan moril sekaligus bantuan konkret. “Kehadiran kami adalah bentuk nyata dari komitmen TJSL PPK Sembawa. Kami ingin menjadi bagian dari solusi atas beban batin dan moril masyarakat,” ujar Suroso Rahutomo dengan empati yang mendalam.
Korban kebakaran, Edison, merupakan Karyawan PPK Sembawa. Musibah yang terjadi pada 20 Juni 2025 menghanguskan seluruh rumah dan harta bendanya. Meskipun mengalami kerugian material, Edison bersyukur tidak ada korban jiwa.
“Kami tidak sendiri, ada yang peduli, dan itu sangat menguatkan” ungkap Edison menahan haru.
Bantuan yang diberikan meliputi paket sembako, pakaian layak pakai, sejumlah dana tunai, serta donasi sukarela dari seluruh karyawan dan karyawati PPK Sembawa. Penyerahan bantuan disambut hangat oleh keluarga korban dan Ketua RT setempat, yang mengapresiasi dukungan moril dan materiil dari perusahaan.
Aksi sosial ini mempertegas posisi strategis PT RPN melalui PPK tidak hanya sebagai institusi riset unggulan di bidang perkebunan, tetapi juga sebagai mitra masyarakat yang siap hadir dalam menghadapi berbagai tantangan dan kesulitan.
“Kami percaya, keberadaan lembaga kami harus memberi manfaat bagi lingkungan sekitar, terutama saat mereka tertimpa musibah,” tutup Suroso Rahutomo.
Program TJSL ini diharapkan dapat terus berlanjut dan menjadi inspirasi untuk aktif berkontribusi dalam pembangunan masyarakat dan penanganan bencana di wilayah operasional perusahaan.
Keterangan Lebih Lanjut: Divisi Sekretariat Perusahaan PT Riset Perkebunan Nusantara Ponsel: 0811-1380-3523 Email: rpn@rpn.co.id
Yogyakarta, 17 Juli 2025 — PT Riset Perkebunan Nusantara (PT RPN) memperkenalkan tiga inovasi digital unggulan dan meresmikan pembentukan Kelompok Peneliti Komunitas Kelapa dalam rangkaian Pertemuan Teknis Kelapa Sawit (PTKS) 2025 yang digelar selama dua hari, 16–17 Juli 2025, di Yogyakarta. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen PT RPN dalam mendorong transformasi digital dan penguatan riset komoditas kelapa dan kelapa sawit sebagai fondasi menuju industri perkebunan nasional yang adaptif, inovatif, dan berkelanjutan.
Tiga Inovasi Digital Perkebunan Sebagai bentuk nyata transformasi digital, PT RPN meluncurkan tiga produk digital hasil kolaborasi riset nasional yang dirancang untuk menjawab tantangan agribisnis modern secara langsung:
E-HARA (Evaluasi Hara & Analisis Risiko Agrikultur) Aplikasi berbasis machine learning untuk analisis hara dan risiko agrikultur secara presisi. E-HARA mengombinasikan drone VTOL, sensor multispektral, dan analisis digital daun untuk memberikan rekomendasi pemupukan berbasis data..
OPA (Optimasi Produktivitas Agrikultur) Platform edukasi interaktif yang memberikan akses kepada pelaku industri sawit terhadap informasi iklim, artikel ahli, dan panduan pemupukan melalui berbagai kanal media sosial (@opabyppks di Facebook, Instagram, TikTok, dan YouTube). OPA juga dilengkapi fitur OPA Chat yang memungkinkan pengguna berinteraksi langsung melalui teks, suara, dan gambar.
Nusaklim Sistem pemantauan iklim berbasis telemetri dan expert system, dilengkapi dasbor interaktif dan fitur device maps. Nusaklim memudahkan pemantauan kondisi iklim secara real-time di tingkat lapangan. Ketiga inovasi digital ini ditujukan untuk memperkuat kapasitas adaptif sektor perkebunan dalam menghadapi perubahan iklim, meningkatkan efisiensi budidaya, serta mempercepat adopsi teknologi di tingkat lapangan. Peresmian Kelompok Peneliti Komunitas Kelapa Dalam kesempatan yang sama, PT RPN juga meresmikan pembentukan Kelompok Peneliti Komunitas Kelapa, yang akan berfokus pada pengembangan riset komoditas kelapa dari hulu hingga hilir. Kelompok ini mencakup empat area strategis, yakni pengembangan bahan tanam kelapa; peningkatan produksi kelapa rakyat; diversifikasi dan hilirisasi produk turunan kelapa; kolaborasi dan pelayanan riset pengembangan kelapa. Pembentukan kelompok ini sejalan dengan arah kebijakan nasional dalam memperkuat hilirisasi kelapa sebagai bagian dari program strategis nasional. PT RPN berharap langkah ini dapat mempercepat penerapan hasil riset secara nyata di tingkat petani, pelaku usaha, maupun industri pengolahan.
Membangun Sinergi Riset dan Industri Direktur PT RPN, Dr. Iman Yani Harahap, dalam sambutannya menyampaikan bahwa tantangan industri kelapa sawit dan kelapa ke depan membutuhkan solusi kolaboratif yang berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.
“Kami percaya bahwa tantangan industri perkebunan tidak bisa diselesaikan hanya di laboratorium. Riset harus diterjemahkan ke dalam praktik nyata di lapangan, didorong oleh sinergi lintas sektor, dan diarahkan pada kebutuhan riil industri. Dengan inovasi digital dan penguatan riset komunitas, kita menciptakan fondasi yang kuat untuk masa depan industri yang tangguh dan berkelanjutan,” ujarnya.
Melalui peluncuran inovasi digital dan pembentukan kelompok peneliti ini, PT RPN menegaskan perannya sebagai katalisator perubahan di sektor perkebunan nasional. Ke depan, PT RPN akan terus mendorong hilirisasi hasil riset; memperkuat kolaborasi antara lembaga riset, pemerintah, dan dunia usaha; membangun ekosistem inovasi yang mendukung daya saing industri kelapa dan kelapa sawit Indonesia di tingkat global. — Keterangan Lebih Lanjut: Divisi Sekretariat Perusahaan PT Riset Perkebunan Nusantara Ponsel: 0811-1380-3523 Email: rpn@rpn.co.id
Yogyakarta, 18 Juli 2025 – PT Riset Perkebunan Nusantara (PT RPN) melalui Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) menyelenggarakan Lokakarya Kelapa Nasional 2025 bertempat di Yogyakarta, pada Jumat, 18 Juli 2025. Kegiatan ini mengusung tema “Kembalikan Kejayaan Industri Kelapa Indonesia” dan menjadi forum strategis dalam menyatukan langkah antara riset, pemerintah, dan industri untuk mempercepat revitalisasi sektor kelapa nasional secara berkelanjutan.
Lokakarya ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan dari tingkat nasional, termasuk perwakilan dari Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian RI, Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), Dewan Kelapa Indonesia (DEKINDO), PTPN Group, pelaku industri seperti Sambu Group dan PT Dewa Agri, serta para akademisi dan peneliti kelapa dari berbagai daerah.
Dalam sambutannya, Direktur PT RPN, Iman Yani Harahap, menyampaikan kondisi terkini pada sektor kelapa nasional. Ia menyoroti bahwa Indonesia sebagai produsen kelapa terbesar kedua di dunia saat ini menghadapi sejumlah tantangan serius, seperti menurunnya luas kebun kelapa, rendahnya harga jual, hingga minimnya regenerasi petani kelapa.
“Luas areal kebun kelapa kita mengalami penurunan rata-rata 11 ribu hektar per tahun dan produksi menurun sekitar 5 ribu ton setiap tahun. Ini alarm penting bagi kita semua. Karena itu, melalui forum ini kami ingin mendorong sinergi riset, inovasi teknologi, dan kemitraan yang kuat antara pemerintah, akademisi, dan industri untuk merevitalisasi sektor kelapa nasional,” tegasnya.
Iman Yani juga menjelaskan bahwa PT RPN memiliki komitmen jangka panjang dalam pengembangan komoditas kelapa melalui pendekatan riset yang aplikatif dan inovasi bioteknologi, seperti teknologi embryo rescue dan somatic embryogenesis yang saat ini telah berhasil diterapkan pada kelapa kopyor.
Agenda lokakarya mencakup diskusi pleno, sesi keynote speech, serta penandatanganan Nota Kesepahaman dan kerja sama antara PT RPN dengan sejumlah mitra strategis. Diskusi pleno dipandu oleh Prof. Didiek Hadjar Goenadi dan menghadirkan narasumber utama dari BPDP, Ditjen Perkebunan, DEKINDO, PTPN I, Sambu Group, dan PT Dewa Agri. Setiap pembicara memaparkan kontribusi dan strategi mereka dalam mendukung roadmap perkelapaan nasional 2025-2035.
Dalam kesempatan tersebut, PT RPN juga memperkenalkan Roadmap Kelompok Peneliti Komoditas Kelapa, yang terdiri dari lima tahap utama: eksplorasi plasma nutfah, pengembangan teknologi perbanyakan tanaman unggul, penguatan hilirisasi, hingga penerapan ekonomi sirkular. Seluruh tahapan ini bertujuan menjadikan kelapa sebagai komoditas unggulan yang tidak hanya produktif, tetapi juga ramah lingkungan dan bernilai tambah tinggi.
Melalui forum ini, PT RPN berharap dapat membangkitkan kembali semangat bersama dalam membangun kejayaan industri kelapa Indonesia dan mempertegas peran penting kelapa sebagai komoditas strategis dalam mendukung ketahanan pangan nasional serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Keterangan Lebih Lanjut: Divisi Sekretariat Perusahaan PT Riset Perkebunan Nusantara Ponsel: 0811-1380-3523 Email: rpn@rpn.co.id
Yogyakarta, 17 Juli 2025 — Pertemuan Teknis Kelapa Sawit (PTKS) 2025 resmi digelar pada 16–17 Juli 2025, di Yogyakarta. Kegiatan dua tahunan yang di laksanakan PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN) melalui Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) ini menghadirkan serangkaian konferensi, forum diskusi, dan pameran teknologi kelapa sawit yang dirancang untuk mendorong kolaborasi lintas sektor dan menyatukan kekuatan riset, industri, serta pemerintah dalam pengembangan perkebunan kelapa sawit nasional.
Dengan mengangkat tema “Transformasi Teknologi dan Inovasi untuk Kelapa Sawit yang Berkelanjutan,” PTKS 2025 menjadi ruang strategis bagi para pemangku kepentingan untuk berbagi pengetahuan, mendiseminasikan hasil riset, dan mendorong adopsi inovasi terbaru. Acara ini juga menjadi momentum untuk mempercepat transformasi industri sawit ke arah yang lebih modern, inklusif, dan ramah lingkungan.
Hadir pada agenda tersebut Direktur Aset PT Perkebunan Nusantara III (Persero), Agung Setya Imam Effendy, Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko Krisna Santosa, serta jajaran sponsor strategis seperti Holding Perkebunan Nusantara, PTPN IV PalmCo, Saraswanti, Sawit Sumbermas Sarana, Multi Niaga Nusantara Indonesia, Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), dan Bumitama Gunajaya Agro.
Tahun ini, PTKS menghadirkan 36 narasumber dari kalangan ilmuwan, pakar teknologi, dan praktisi industri yang berbagi wawasan dalam sesi diskusi dan panel. Lebih dari 700 peserta dari lebih dari 200 lembaga menghadiri acara ini, yang juga dimeriahkan oleh 33 exhibitor pameran teknologi dan produk sawit inovatif.
Direktur PT RPN, Iman Yani Harahap, dalam sambutannya menegaskan pentingnya membangun ekosistem yang solid antara peneliti, pelaku usaha, pemerintah, dan masyarakat.
“Inilah ekosistem yang perlu kita perkuat, sinergi semua pemangku kepentingan agar inovasi tidak hanya tercipta, tapi juga bermanfaat langsung bagi industri dan petani,” ungkap Iman yani.
PT RPN, lanjutnya, berkomitmen memperkuat ekosistem riset dan pengembangan sektor perkebunan, riset tidak boleh berhenti di meja laboratorium atau di balik jurnal ilmiah, melainkan harus diterjemahkan ke dalam aksi nyata yang berdampak langsung di lapangan. Diseminasi luas dan implementasi nyata hasil riset merupakan kunci transformasi menuju industri sawit yang berkelanjutan.
Direktur Aset PT Perkebunan Nusantara III (Persero), Agung Setya Imam Effendy, dalam pidatonya menekankan pentingnya memperkuat tiga pilar utama pembangunan industri sawit: riset, regulasi, dan dunia usaha.
“Ketiga pilar ini harus kuat dan sinergis. Bila riset, regulasi, dan implementasi lapangan berjalan seirama, kita akan siap menghadapi persaingan global dan menjadikan sawit sebagai aset strategis bangsa,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa di tengah tantangan perubahan iklim dan persaingan global, seluruh pemangku kepentingan harus memiliki visi yang sama: membangun industri sawit yang tangguh, berwawasan lingkungan, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
PTKS 2025 bukan sekadar forum rutin, melainkan simbol kebangkitan dan arah baru transformasi industri sawit nasional. Melalui forum ilmiah, diskusi panel, pameran teknologi, dan jejaring kolaboratif, PTKS menjadi panggung bagi penyebaran gagasan segar, inovasi digital, dan pemikiran strategis yang dibutuhkan untuk mendorong industri kelapa sawit Indonesia naik kelas, baik dari segi produktivitas, efisiensi, maupun keberlanjutan.
PTKS 2025 diharapkan menjadi katalisator yang dimanfaatkan secara maksimal oleh seluruh peserta untuk memperkuat sinergi lintas sektor, memperluas wawasan strategis, dan menumbuhkan komitmen kolektif dalam membangun industri kelapa sawit yang modern, inklusif, dan berdaya saing tinggi di tingkat global
Dengan sinergi yang semakin kuat antara pelaku riset, pemerintah, dan dunia usaha, Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi pelopor transformasi sawit berkelanjutan di dunia. Kini saatnya mengambil langkah besar, mendorong inovasi, dan menjadikan kelapa sawit sebagai bagian dari masa depan energi, pangan, dan ekonomi hijau Indonesia.
Keterangan Lebih Lanjut: Divisi Sekretariat Perusahaan PT Riset Perkebunan Nusantara Ponsel: 0811-1380-3523 Email: rpn@rpn.co.id
Bandung, 10 Juli 2025 – PT Riset Perkebunan Nusantara (PT RPN) meraih penghargaan Long Life Achievement bindang RnD Perkebunan dalam ajang Medbun Awards 2025 yang diselenggarakan oleh Media Perkebunan pada Rabu, 9 Juli 2025, di Hotel Holiday Inn Bandung Pasteur, Jawa Barat. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk pengakuan atas kontribusi jangka panjang PT RPN dalam pengembangan riset dan teknologi yang berdampak luas bagi kemajuan sektor perkebunan nasional.
Medbun Awards merupakan ajang apresiasi bagi individu dan institusi yang dinilai konsisten mendorong kemajuan industri perkebunan. Lebih dari sekadar seremoni, ajang ini menjadi ruang refleksi atas tantangan dan pencapaian sektor perkebunan, sekaligus memacu semangat inovasi dan praktik keberlanjutan di seluruh rantai pasok, dari hulu hingga hilir.
Dewan Pembina Media Perkebunan, Bapak Mukti Sarjono, dalam sambutannya mengungkapkan apresiasi terhadap Media Perkebunan yang telah menghadirkan penghargaan ini bagi para pelaku industri, khususnya di sektor kelapa sawit.
“Medbun Awards edisi kedua ini merupakan bentuk penghargaan kepada insan perkebunan berprestasi, agar industri sawit semakin berkembang ke depannya,” ujar Mukti.
Ia juga menambahkan pentingnya ajang seperti ini sebagai wadah kolaborasi antara industri dan akademisi dalam membangun kepemimpinan di bidang teknologi, pembibitan, pengendalian hama, hingga pendidikan untuk mencetak SDM unggul.
Mewakili PT RPN, SEVP Operation I Tjahjono Herawan menyampaikan rasa syukur atas penghargaan yang diterima.
“Penghargaan ini menjadi penyemangat kami untuk terus berkontribusi dalam pengembangan dunia perkebunan di Indonesia. Tidak hanya di sektor sawit, tetapi juga pada komoditas strategis lainnya seperti karet, kopi, kakao, tebu, teh, kina, dan tanaman industri lainnya,” ungkap Tjahjono.
Penghargaan ini mempertegas komitmen PT RPN untuk terus menjadi mitra strategis pemerintah, industri, dan akademisi dalam mengakselerasi pengembangan teknologi berbasis riset guna menjawab kebutuhan sektor perkebunan nasional ke depan, serta diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi mendatang dalam membangun masa depan perkebunan Indonesia yang lebih maju, modern, dan tangguh.
Keterangan Lebih Lanjut: Divisi Sekretariat Perusahaan PT Riset Perkebunan Nusantara Ponsel: 0811-1380-3523 Email: rpn@rpn.co.id
Bogor, 18 Juni 2025 — PT Riset Perkebunan Nusantara (PT RPN) terus memperkuat komitmennya sebagai institusi riset strategis yang menjembatani dunia akademik dengan kebutuhan nyata industri. Hal ini kembali ditunjukkan melalui kunjungan akademik Politeknik STMI Jakarta ke Unit Riset Bogor Getas milik PT RPN, Rabu (18/6). Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan secara langsung kepada mahasiswa tentang aplikasi ilmu Teknik Kimia Polimer dalam bidang material karet serta penguatan sinergi riset antara pendidikan vokasi dan sektor industri.
Sebagai pusat unggulan dalam pengembangan teknologi pascapanen komoditas karet, PT RPN membuka secara penuh fasilitas riset dan laboratoriumnya bagi para mahasiswa. Kegiatan mencakup pemaparan profil kelembagaan, diskusi akademik, serta kunjungan ke berbagai fasilitas seperti Laboratorium Kimia, Laboratorium Fisika, dan unit produksi riset berbasis karet alam. Fasilitas-fasilitas ini merupakan bagian dari ekosistem riset yang dibangun PT RPN dalam mendorong inovasi berbasis sains terapan.
Kepala Unit Riset Bogor Getas PT RPN, Imam Susetyo, dalam sambutannya menyampaikan bahwa PT RPN memiliki mandat utama dalam mengembangkan inovasi berbasis hasil riset perkebunan yang dapat diterapkan langsung dalam dunia industri, termasuk untuk penguatan bahan baku sektor otomotif. “Kami tidak hanya melakukan penelitian untuk kepentingan pengembangan internal, tetapi juga berupaya aktif menciptakan ruang kolaborasi riset yang terbuka dan bermanfaat bagi institusi pendidikan dan masyarakat luas,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kontribusi PT RPN dalam pengembangan material karet tidak terbatas pada aspek teknis semata, tetapi juga menyentuh aspek strategis seperti standarisasi mutu, pengujian berbasis data, hingga penyusunan rekomendasi kebijakan teknis seperti dukungan terhadap Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).
“Kami berharap mahasiswa bisa melihat langsung bagaimana riset berkualitas tinggi menjadi dasar pengambilan keputusan di tingkat industri maupun kebijakan nasional,” tuturnya.
Kegiatan ini disambut antusias oleh para dosen dan mahasiswa Politeknik STMI Jakarta. Perwakilan kampus, Bapak Untung, menyampaikan apresiasi atas keterbukaan dan kontribusi PT RPN dalam mengedukasi mahasiswa melalui pendekatan praktikal.
“Kami sangat menghargai kesempatan ini, karena mahasiswa kami bisa langsung berinteraksi dengan dunia riset industri yang sesungguhnya. Ini adalah pengalaman yang tidak tergantikan dalam proses pembelajaran teknologi plastik dan karet,” ungkapnya.
Selama sesi laboratorium, mahasiswa diperkenalkan pada serangkaian alat dan teknologi terkini yang digunakan dalam pengujian kualitas lateks dan karakterisasi senyawa kimia. Mereka juga diajak memahami pentingnya validitas data, kesesuaian metode uji dengan standar industri, serta peran sentral laboratorium riset dalam menjamin mutu produk akhir. Tim dari PT RPN turut membimbing langsung proses ini dan membuka ruang tanya jawab untuk memperdalam pemahaman peserta.
Melalui kegiatan ini, PT RPN tidak hanya menunjukkan peran sebagai pusat riset, tetapi juga sebagai fasilitator kemitraan strategis yang aktif membina hubungan antara dunia pendidikan dengan industri berbasis teknologi material. Kontribusi ini diharapkan dapat membentuk ekosistem inovasi yang berkelanjutan dan melahirkan sumber daya manusia unggul yang mampu menjawab tantangan industri masa depan.
Keterangan Lebih Lanjut: Divisi Sekretariat Perusahaan PT Riset Perkebunan Nusantara Ponsel: 0811-1380-3523 Email: rpn@rpn.co.id