Category: Dunia Perkebunan

Berita seputar perkebunan lingkup PT. RPN

  • PT RPN dan Kemenlu RI Dorong Kota Bogor jadi Sentra Kelapa Kopyor melalui Inovasi dan Kolaborasi

    Bogor, 3 Mei 2025 – Di balik popularitas kuliner dan pariwisata Kota Bogor, tersimpan potensi besar yang tengah digarap secara serius yaitu kelapa kopyor. Dengan karakteristik unik dan nilai jual tinggi, kelapa kopyor kini digadang-gadang menjadi komoditas unggulan yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, bahkan membuka peluang ekspor. Semangat inilah yang mewarnai gelaran Sosialisasi Budidaya dan Pengembangan Usaha Kelapa Kopyor, sebuah inisiatif kolaboratif yang diselenggarakan oleh PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN) bersama Kementerian Luar Negeri RI, Pemerintah Kota Bogor, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya, termasuk mitra internasional seperti PUM Netherlands.


    Bertempat di Kopyor Bogor, sebuah lokasi yang juga menjadi simbol hilirisasi inovasi berbasis komoditas, lebih dari 40 peserta dari berbagai latar belakang; kelompok tani, UMKM, instansi pemerintah, dan komunitas riset berkumpul untuk membahas masa depan kelapa kopyor. Tak sekadar diskusi teknis, acara ini menjadi ruang dialog terbuka tentang bagaimana mengintegrasikan riset, teknologi, dan kemitraan lintas sektor demi menjawab tantangan rendahnya produktivitas kelapa nasional dan terbatasnya pasokan kopyor berkualitas.


    Direktur PT RPN, Dr. Iman Yani Harahap dalam sambutannya menyampaikan bahwa kelapa kopyor merupakan salah satu fokus riset unggulan PT RPN saat ini. Ia menjelaskan bahwa pihaknya telah menggunakan teknologi Culture Embrio guna memastikan hasil bibit kelapa kopyor 100% murni.

    “Keterbatasan pasokan kelapa mendorong kesadaran akan pentingnya revitalisasi, terutama pada kelapa kopyor yang memiliki nilai tinggi di industri minuman. Meski beberapa lembaga telah mengembangkan, produksinya masih belum mencukupi. PT RPN kini fokus pada pengembangan bibit unggul melalui kultur embrio untuk memastikan keaslian kopyor. Kami berharap upaya ini membuka peluang kolaborasi dan menjadikan Kota Bogor sebagai sentra kelapa kopyor nasional,” tegasnya.

    Ia juga menyampaikan pentingnya aksi nyata dalam penanaman dan pengembangan kelapa, terutama untuk mendukung ketahanan dan keberlanjutan pasokan nasional.


    Antusiasme yang sama juga datang dari perwakilan Kementerian Luar Negeri RI, Dubes Nur Syahrir Rahardjo menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat ekosistem kelapa kopyor sebagai komoditas unggulan Kota Bogor.

    “Kami dari Kemenlu mendorong adanya kolaborasi internasional untuk mendukung aspek teknis dan pengembangan. Kemenlu siap memfasilitasi tindak lanjut kerja sama ini”, ujarnya penuh semangat.


    Sementara itu, Pemerintah Kota Bogor, melalui pernyataan Wina, Sekretaris Ketahanan Pangan turut menyampaikan optimismenya. Ia menyoroti fakta bahwa meskipun Bogor merupakan kota dengan karakter urban, masih terdapat lahan pertanian yang bisa dioptimalkan untuk budidaya kopyor.

    “Dengan potensi kunjungan wisatawan yang mencapai 6,3 juta per tahun, kebutuhan akan produk makanan dan minuman terus meningkat. Ini peluang besar untuk mendorong kopyor sebagai ikon baru Bogor,” ungkapnya.


    Kegiatan ini mencakup sesi diskusi interaktif yang dipandu moderator dari Kemenlu, menghadirkan narasumber dari International Coconut Community (ICC), Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS), serta PUM Netherlands. Beberapa isu utama yang dibahas meliputi keterbatasan lahan, teknologi pembibitan, hingga peluang pengembangan produk olahan kelapa kopyor.

    Harapannya, kegiatan ini tidak berhenti sebagai seremonial, melainkan menjadi titik tolak dalam pengembangan kelapa kopyor sebagai komoditas unggulan yang dapat menggerakkan ekonomi lokal serta menarik kerja sama berskala global. PT RPN dan seluruh mitra berkomitmen untuk terus mendorong inovasi, kolaborasi, dan keberlanjutan dalam sektor perkebunan nasional.

    Keterangan Lebih Lanjut:
    Divisi Sekretariat Perusahaan
    PT Riset Perkebunan Nusantara
    Ponsel: 0811-1380-3523
    Email: rpn@rpn.co.id

  • Wujudkan Komitmen TJSL dan Dukung Ketahanan Pangan: PT RPN–PPKS Partisipasi dalam Program Penghijauan di Rindam 1 Bukit Barisan

    Pematang Siantar, 20 Mei 2025 – PT Riset Perkebunan Nusantara (PT RPN) melalui Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Unit Marihat turut berpartisipasi dalam program penghijauan dan ketahanan pangan di lingkungan Resimen Induk Kodam (Rindam) 1 Bukit Barisan, Pematang Siantar, dengan menyerahkan sebanyak 200 kecambah kelapa sawit unggul. Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan.


    Partisipasi ini menjadi wujud nyata komitmen PT RPN–PPKS dalam mendukung pelestarian lingkungan serta peningkatan potensi pertanian yang berkelanjutan di kawasan strategis, sejalan dengan semangat kolaborasi antarlembaga. Kegiatan ini juga bertujuan memperkuat hubungan kemitraan dengan berbagai pihak demi menciptakan ekosistem yang aman, hijau, dan produktif di wilayah sekitar.

    Seremoni penyerahan berlangsung di kawasan PPKS Unit Marihat dan dihadiri oleh perwakilan dari kedua belah pihak. Dari PPKS hadir Humas PPKS Medan, Afrianda Ramadhani, didampingi rombongan dan Kepala Tata Usaha (KTU) PPKS Unit Marihat, Sandy Pamolang Lubis.


    “Melalui kegiatan ini, kami ingin mengambil peran aktif dalam upaya penghijauan dan ketahanan pangan, sekaligus membangun sinergi yang kuat antara PPKS dan institusi strategis di wilayah ini,” ujar Afrianda Ramadhani dalam sambutannya.

    Ke depan, PT RPN–PPKS akan terus memperluas inisiatif berkelanjutan dalam bidang sosial, lingkungan, dan riset terapan. Sinergi semacam ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang lebih luas bagi masyarakat dan lingkungan di sekitar wilayah operasional perusahaan.

    Keterangan Lebih Lanjut:
    Pusat Penelitian Kelapa Sawit
    Telp : 061 7862477
    Email : admin@iopri.org

  • Didukung BPDP dan Ditjenbun, PT RPN Tingkatkan Skill Budidaya Pekebun Sawit dari Tanah Bumbu

    Banjarmasin, SAWIT INDONESIA – Dalam rangka meningkatkan kompetensi para pekebun sawit, PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN) kembali menyelenggarakan kegiatan pelatihan dengan dukungan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP KS) dan Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian. Dengan kualifikasi yang dimiliki, PT RPN mendapat kepercayaan untuk memberikan pelatihan kepada pekebun sawit berbagai modul untuk meningkatkan kompetensi para pekebun sawit dalam meningkatkan produksi dan produktivitas.


    Kali ini, pelatihan diikuti oleh 106 orang peserta, dari Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, yang terbagi dalam tiga angkatan. Kegiatan berlangsung selama enam hari, mulai 19 hingga 24 Mei 2025, di Kota Banjarmasin, dengan fokus pada modul “Teknis Budidaya Tanaman Kelapa Sawit.” Pelatihan ini merupakan bagian dari program pengembangan SDM Perkebunan Kelapa Sawit (SDMPKS) yang digagas oleh BPDPKS dan Ditjenbun, sebagai upaya meningkatkan kapasitas dan keterampilan pekebun dalam hal teknis budidaya.


    Dr. Tjahjono Herawan, SEVP Operation I PT RPN, menyampaikan bahwa pihaknya kembali dipercaya untuk menyelenggarakan pelatihan petani sawit, salah satunya dengan modul Teknis Budidaya Kelapa Sawit.

    “Peserta berasal dari Kabupaten Tanah Bumbu dan pelatihan ini memiliki sejumlah tujuan yang ingin dicapai,” ungkapnya.


    Adapun tujuan dari pelatihan petani sawit dengan modul Teknis Budidaya Kelapa Sawit yaitu meningkatkan pengetahuan dan keterampilannya tentang persiapan bahan tanam, lahan, penanaman, pemeliharaan tanaman, dan pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT).

    “Pada pelaksanaannya, PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN) melalui Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) telah memainkan peran yang penting dalam mengembangkan sumber daya manusia di sektor perkebunan kelapa sawit. PPKS telah berdedikasi untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kapasitas para pekebun dalam sistem usaha ini. Tujuannya tak lain untuk memberikan gambaran secara nyata perkebunan kelapa sawit yang dikelola sesuai dengan Good Agricultural Practices dan mempraktikkan materi atau teori yang telah didapat selama pelatihan,” pungkas Dr. Tjahjono Herawan.


    Pada pelaksanaannya, peserta pelatihan mendapatkan berbagai materi di antaranya kebijakan dan regulasi usaha Perkebunan kelapa sawit, bahan tanam, persiapan lahan, Teknik penanaman, pemeliharaan dan pengendalian OPT (Hama, Penyakit, dan Gulma).


    Sambutan dan apresiasi kegiatan pelatihan yang diselenggarakan PT RPN disampaikan oleh Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalimantan Selatan, drh. Suparmi, MS. Ia menyampaikan untuk mencapai pengembangan usaha perkebunan kelapa sawit yang lebih efisien dan berkelanjutan, salah satunya dilakukan melalui peremajaan terhadap tanaman yang kurang produktif, tua dan/atau dengan dukungan pengembangan SDM dan bantuan Sarana dan Prasarana.


    “Pengembangan SDM PKS dalam rangka pendanaan BPDP terbagi menjadi dua program yaitu pelatihan dan pendidikan. Untuk pelatihan dilakukan dalam bentuk pelatihan teknis, manajerial, kewirausahan, dan pelatihan lainnya yang diberikan kepada pekebun, penyuluh, tenaga pendamping, ASN dan Masyarakat sekitar kebun. Kali ini, jumlah peserta pelatihan teknis budidaya bagi pekebun kelapa sawit berjumlah 106 orang terbagi menjadi 3 kelas, sesuai dengan hasil rekomendasi teknis (rekomtek) yang sudah diterbitkan,” ujarnya, saat menyampaikan sambutan, pada Senin 19 Mei 2025.

    Melalui, program pelatihan teknis budidaya pekebun kelapa sawit menciptakan usaha yang kondusif dengan meningkatkan partisipasi Masyarakat pekebun dan peternak dalam bentuk memfasilitasi kelembagaan.


    Selain mendapatkan materi di kelas yang disampaikan oleh pemateri yang berpengalaman, peserta mendapat kesempatan untuk melihat praktik budidaya yang dilalukan perusahaan. Yaitu studi banding ke kebun perusahaan, PT Citra Putra Kebun Asri, pada Kamis (22 Mei 2025), yang berlokasi di Kecamatan Jorong, Kabupaten Tanah Laut.


    Ke depannya, diharapkan para peserta dapat menerapkan ilmu dan keterampilan yang diperoleh selama pelatihan untuk meningkatkan hasil produksi dan efisiensi usaha di kebun masing-masing. PT RPN berkomitmen untuk terus mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di sektor perkebunan kelapa sawit melalui pelatihan yang terstruktur, berkelanjutan, dan relevan dengan kebutuhan lapangan. Dengan demikian, pelaku usaha tani sawit dapat lebih siap menghadapi tantangan industri yang semakin dinamis, sekaligus mendorong praktik budidaya yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.


    Keterangan Lebih Lanjut:
    Divisi Pengembangan Riset
    PT Riset Perkebunan Nusantara
    Ponsel: 0811-1380-3523
    Email: rpn@rpn.co.id

  • Kolaborasi antara PT RPN, IKBI, PMI Bogor dan Puskesmas Mulyaharja : Wujudkan Kepedulian Sosial Lewat Donor Darah dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis

    Bogor, 16 Mei 2025 – PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN), bekerja sama dengan Ikatan Keluarga Besar Istri (IKBI), PMI Kota Bogor, dan Puskesmas Mulyaharja, sukses menggelar kegiatan pemeriksaan kesehatan dan donor darah bertajuk “Donor Darah Gembira untuk Generasi Prima: Menyelamatkan Nyawa Sesama dan Sadar Kesehatan Diri“. Acara ini berlangsung di Kantor Direksi PT RPN, Bogor, dengan tujuan meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan serta menumbuhkan semangat berbagi melalui donor darah.


    Inisiatif ini digagas oleh IKBI PT RPN sebagai bentuk kepedulian perusahaan terhadap kesejahteraan karyawan serta kontribusi sosial melalui aksi kemanusiaan. Selain menjadi sarana deteksi dini kondisi kesehatan pegawai, kegiatan ini juga diharapkan dapat mencegah timbulnya gangguan kesehatan di kemudian hari.


    Turut hadir dalam kegiatan ini, Direktur PT RPN bersama jajaran manajemen, Pengurus IKBI PT RPN, Kepala UPTD Puskesmas Mulyaharja, serta karyawan yang ambil bagian dalam kegiatan.

    Dalam sambutannya, Direktur PT RPN, Dr. Iman Yani Harahap, menyampaikan apresiasi dan harapannya atas terselenggaranya acara ini.

    “Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung. Ini merupakan kegiatan perdana yang diprakarsai oleh IKBI di lingkungan Kantor Direksi, dan menjadi langkah awal yang positif. Semoga dapat menjadi agenda rutin ke depannya,” ujarnya.


    Sementara itu, Ketua IKBI, Ibu Ira Iman Yani Harahap, menekankan nilai sosial dari kegiatan ini.

    “Semoga acara ini menjadi berkah, mencerminkan rasa empati kita terhadap sesama, dan juga bentuk kepedulian terhadap kesehatan pribadi. Mari bersama-sama mewujudkan generasi unggul untuk masa depan bangsa,” ucapnya.


    Kepala UPTD Puskesmas Mulyaharja, drg. Husnul Khatimah turut memberikan pandangannya terkait pentingnya deteksi dini dan menumbuhkan semangat berbagi lewat donor darah.

    “Semakin dini kita melakukan skrining kesehatan dan rutin melakukannya, maka kita akan tercegah dari penyakit-penyakit yang sebenarnya bisa dihindari. Ketika gejala mulai tampak, kita juga bisa segera tahu cara penanganannya. Selain skrining, tujuan dari kegiatan ini adalah untuk berbagi pada sesama karena darah yang kita miliki setetes demi setetes sangat berarti bagi saudara-saudara kita. Kedepannya semoga acara ini bisa berjalan secara berkelanjutan,” ujarnya.

    Melalui kegiatan ini, dengan semangat kebersamaan dan rasa tanggung jawab sosial, PT RPN berharap dapat terus mendorong budaya hidup sehat di kalangan karyawan sekaligus memperkuat nilai-nilai kemanusiaan dalam lingkungan kerja. Semoga langkah kecil ini dapat bermanfaat dan menjadi inspirasi untuk turut berperan aktif dalam menciptakan masyarakat yang lebih sehat dan peduli terhadap sesama.

    Keterangan Lebih Lanjut:
    Divisi Sekretariat Perusahaan
    PT Riset Perkebunan Nusantara
    Ponsel: 0811-1380-3523
    Email: rpn@rpn.co.id

  • PT Riset Perkebunan Nusantara dan PT Elangperdana Tyre Industry Jalin Kerja Sama : Kembangkan Bahan Baku Ramah Lingkungan untuk Ban

    Bogor, 14 Mei 2025 – PT Riset Perkebunan Nusantara (PT RPN) secara resmi menjalin kerja sama dengan PT Elangperdana Tyre Industry melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama yang dilaksanakan pada Rabu, 14 Mei 2025, bertempat di Kantor Direksi PT RPN, Kota Bogor. Kolaborasi ini bertujuan untuk mendukung pengembangan bahan baku hayati yang berkelanjutan (sustainable materials) sebagai alternatif ramah lingkungan dalam industri pembuatan ban kendaraan.

    Penandatanganan ini menjadi langkah awal dalam membangun sinergi antara dunia riset dan industri untuk menciptakan solusi inovatif yang tidak hanya kompetitif secara teknologi, tetapi juga mendukung agenda keberlanjutan global.

    Dalam sambutannya, SEVP Operation I PT RPN, Dr. Tjahjono Herawan, menyampaikan apresiasi kepada PT Elang atas kepercayaan dan komitmen dalam membangun riset bersama. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi untuk mencari produk-produk perkebunan yang berkelanjutan. “Di PT RPN kami mengembangkan enam komoditas seperti sawit, karet, kakao, tebu, teh, dan kina. Salah satu kolaborasi kami saat ini adalah antara peneliti karet dan sawit untuk menciptakan material yang dapat dimanfaatkan dalam produksi ban,” jelasnya. Ia juga berharap kerja sama ini dapat memberikan manfaat lebih luas, termasuk bagi para peneliti dan pengembangan produk berbasis hayati.

    Sementara itu, General Manager PT Elangperdana Tyre Industry, Bapak Antonius Thomas, menyampaikan bahwa PT Elang telah memproduksi ban sejak 1997 dan kini sekitar 70% produknya telah diekspor ke berbagai negara, termasuk Eropa. Ia menjelaskan bahwa perusahaan kini tengah menyesuaikan diri dengan tuntutan global akan produk ramah lingkungan. “Kami menyadari bahwa arah regulasi global, khususnya dari Eropa, mendorong penggunaan bahan-bahan yang lebih berkelanjutan. Karena itu, kami mulai melakukan riset dan menjajaki potensi bahan baku yang bisa menjadi alternatif. Kami sangat bangga bisa bekerja sama dengan PT RPN,” ungkapnya.

    Rangkaian kegiatan juga dilengkapi dengan dengan diskusi yang dipandu oleh Kepala Sub Bagian Pelayanan Jasa Riset, Dr. M. Irfan Fathurrohman. Diskusi ini menyoroti pentingnya pemanfaatan bahan baku lokal untuk mengurangi ketergantungan impor yang saat ini mencapai hampir 70%, serta potensi kolaborasi dalam inovasi bahan baku ban dari limbah sawit dan karet.

    Harapannya kerja sama ini akan terjalin dalam jangka panjang dan menjadi momentum bagi kedua pihak untuk terus mendukung dan menciptakan inovasi ban berkelanjutan berbasis sumber daya hayati Indonesia.


    Keterangan Lebih Lanjut:
    Divisi Sekretariat Perusahaan
    PT Riset Perkebunan Nusantara
    Ponsel: 0811-1380-3523
    Email: rpn@rpn.co.id

  • PT Riset Perkebunan Nusantara (PT RPN) Selenggarakan Workshop Rekomendasi Pemupukan dan Agroklimat Komoditas Perkebunan

    Bogor, 8 Mei 2025 – PT Riset Perkebunan Nusantara (PT RPN) sukses menyelenggarakan Workshop Rekomendasi Pemupukan dan Agroklimat Komoditas Perkebunan pada tanggal 7–8 Mei 2025. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi para peneliti serta memperkuat sinergi antar Pusat Penelitian (Puslit) Lingkup PT RPN dalam mendukung pelayanan rekomendasi pemupukan dan riset kolaboratif di sektor perkebunan.


    Latar belakang penyelenggaraan kegiatan ini adalah meningkatnya persaingan dalam bidang rekomendasi pemupukan, di mana PT RPN perlu memperkuat kapasitas internal untuk tetap kompetitif dengan perusahaan lain. Oleh karena itu, para peneliti di bidang Ilmu Tanah dan Agronomi didorong untuk lebih aktif dalam riset dan layanan rekomendasi.


    Hadir pada agenda ini Direktur PT Riset Perkebunan Nusantara, Dr. Iman Yani Harahap, SEVP Operation I PT RPN, Dr. Tjahjono Herawan, Kepala Divisi Operasional Riset, Tim Nusa GIS serta Peneliti Tanah dan Agronomi Lingkup PT RPN.


    Narasumber utama pada Workshop ini meliputi Prof. Ts. Dr. Siti Khairunniza Bejo (Director of Institute of Plantation Studies, Universiti Putra Malaysia) serta Dr. Dhimas Wiratmoko, dan Dr. Nuzul Hijri Darlan yang merupakan peneliti dari PT RPN.

    Hari pertama diisi dengan sesi presentasi narasumber yang diikuti oleh 38 peserta secara luring dan 111 peserta secara daring, diskusi agenda workshop, serta eksplorasi pemanfaatan IT Center dan NusaGIS. Pada hari kedua, peserta melakukan uji coba digitalisasi rekomendasi pemupukan dengan pemanfaatan data spasial dan laboratorium, serta integrasi data klimatologi untuk aplikasi Nusaklim.

    Dalam arahannya, Direktur PT RPN, Dr. Iman Yani Harahap menyampaikan pentingnya pemahaman terhadap falsafah pemupukan dan pemanfaatan teknologi digital untuk menunjang efektivitas layanan.

    “Rekomendasi pemupukan tidak bisa dilepaskan dari pemahaman mendalam atas kondisi tanah, iklim, dan teknologi. Kita harus bergerak cepat dalam mengadopsi digitalisasi untuk memberikan layanan terbaik,” ujar Direktur PT RPN.


    Sementara itu, narasumber utama, Prof. Ts. Dr. Siti Khairunniza Bejo, menyoroti pentingnya kolaborasi riset lintas institusi.

    “Digitalisasi bukan hanya alat, tapi jembatan untuk mempertemukan data, ilmu, dan praktik lapangan. Kolaborasi seperti ini sangat dibutuhkan untuk menjawab tantangan masa depan perkebunan,” ungkapnya.


    Workshop ini juga menjadi ajang uji coba penerapan peta spasial, data laboratorium dan informasi klimatologi berbasis aplikasi NusaGIS dan Nusaklim sebagai fondasi digitalisasi layanan rekomendasi.


    Harapan kedepannya, kolaborasi riset antar Puslit semakin kuat, pemanfaatan teknologi semakin optimal, dan kemampuan para rekomendator terus meningkat agar mampu bersaing dengan penyedia layanan serupa dari sektor swasta.

    PT RPN berkomitmen untuk melanjutkan kegiatan workshop secara berkelanjutan, termasuk penyusunan dan penerbitan Buku Rekomendasi Pemupukan dan Agroklimat Komoditas Perkebunan yang diharapkan segera terbit sebagai salah satu output utama dari kegiatan ini.

    Keterangan Lebih Lanjut
    Divisi Operasional Riset
    PT Riset Perkebunan Nusantara
    Ponsel: 0811-1380-3523
    Email: rpn@rpn.co.id

  • Transformasi dan Integrasi Budaya Kerja : PT RPN sosialisasikan spirit One PTPN One Culture

    Bogor, 7 Mei 2025 – PT Riset Perkebunan Nusantara (PT RPN) melaksanakan kegiatan Culture Roadshow pada Rabu, 7 Mei 2025 bertempat di Aula PT RPN, Bogor. Kegiatan ini merupakan bagian dari sosialisasi dan implementasi budaya korporat “One PTPN One Culture” sebagai Employee Value Proposition (EVP) dari Core Values AKHLAK yang menjadi bagian dari inisiatif strategis perusahaan dalam mendorong transformasi dan penguatan budaya kerja di seluruh lingkungan PTPN Group.


    Sosialisasi Budaya dalam bentuk Culture Roadshow One PTPN One Culture ini diikuti oleh seluruh karyawan PT RPN yang berasal dari Kantor Direksi dan Pusat Penelitian Lingkup PT RPN, hadir secara offline maupun online.


    Kegiatan ini bertujuan untuk menyamakan persepsi dan pemahaman seluruh elemen PT RPN terhadap budaya perusahaan, serta memperkuat sinergi lintas divisi. Melalui pendekatan budaya yang berbasis pada nilai-nilai utama AKHLAK, perusahaan berharap mampu mendorong kinerja yang berkelanjutan dan memberikan kontribusi positif kepada bangsa dan negara.

    Dalam sambutannya, SEVP Business Support, Edy Supriatno menyampaikan bahwa transformasi yang dijalankan oleh PTPN telah dimulai sejak tahun 2020 dan saat ini menjadi fase penting untuk membangun satu hati dan satu visi.

    “Melalui acara ini, mari kita tumbuhkan rasa kebersamaan dari hal-hal kecil di lingkup individu hingga kelompok. Mari kita manfaatkan sesi ini untuk bertukar ide dan inspirasi, serta membawa budaya One Culture ke dalam kehidupan sehari-hari,” ujar beliau.

    Materi sosialisasi yang dibawakan oleh Aldira Sasmito dan Wachid Nurwahyudin, Tim Culture Transformation PTPN III menekankan bahwa budaya adalah elemen penting yang kerap tidak disadari namun sangat vital dalam menggerakkan organisasi. “People behind the strategy, culture behind the people,” ungkap Aldira. Ia juga menekankan pentingnya perubahan sebagai langkah untuk menjaga momentum dan kepercayaan dari para pemangku kepentingan.


    Kegiatan ini turut dihadiri oleh Sucipto Prayitno selaku Direktur SDM Holding Perkebunan Nusantara yang menjadi panelis dalam sesi talkshow. Dalam paparannya, beliau menyampaikan bahwa transformasi bukanlah hal baru di tubuh PTPN Group.

    “Transformasi itu sudah dilakukan terus menerus. Maka dari itu, penting bagi kita untuk terus berkolaborasi dan adaptif. Kita harus berpikir sebagai pemilik perusahaan dan siap menghadapi berbagai tantangan ke depan,” tegasnya.


    Dalam wawancaranya, beliau juga menegaskan, “Roadshow ini menjadi pengingat kembali bahwa implementasi pilar-pilar budaya One PTPN harus merata di semua level dan diamalkan dalam keseharian. Saya berharap kegiatan seperti ini bisa terus disebarluaskan hingga ke unit masing-masing, karena kunci utamanya adalah kemauan dan peran aktif dari para pemimpin, bukan semata mengandalkan upaya individu di lapangan,” lanjutnya.

    Melalui Culture Roadshow ini, PT RPN berharap seluruh insan perusahaan dapat menjadi role model dalam menginternalisasikan nilai-nilai budaya kerja, serta terus berkontribusi dalam membangun perusahaan yang sehat, karyawan yang sejahtera, dan bangsa yang maju.

    Keterangan Lebih Lanjut:
    Divisi Sekretariat Perusahaan
    PT Riset Perkebunan Nusantara
    Ponsel: 0811-1380-3523
    Email: rpn@rpn.co.id

  • Penandatanganan MoU antara PT RPN dan Dewan Kelapa Indonesia sebagai Langkah Strategis untuk Penguatan Industri Kelapa Nasional

    Bogor, 2 Mei 2025 — PT Riset Perkebunan Nusantara (PT RPN) resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Dewan Kelapa Indonesia dalam sebuah acara yang diselenggarakan di Aula Kantor Direksi PT RPN, Bogor. Kerja sama ini bertujuan memperkuat pengembangan industri kelapa nasional dari hulu hingga hilir melalui pelatihan dan riset yang terintegrasi.


    Penandatanganan MoU ini dihadiri oleh jajaran pimpinan kedua lembaga, antara lain Direktur PT RPN Iman Yani Harahap, SEVP Operation I PT RPN Tjahjono Herawan beserta jajaran, Ketua Umum Dewan Kelapa Indonesia Osriman Oesman serta Sekretaris Jenderal Dewan Kelapa Indonesia Har Adi Basri.


    Direktur RPN, Iman Yani Harahap, dalam sambutannya menyampaikan pentingnya kolaborasi lintas lembaga untuk memulihkan harapan industri kelapa nasional.

    “Penandatanganan MoU ini menjadi langkah strategis dalam mendorong penguatan sektor kelapa nasional, melalui kerja sama dengan Dewan Kelapa Indonesia, kami berkomitmen mendukung peningkatan kapasitas SDM di seluruh rantai nilai kelapa, mulai dari hulu hingga hilir, kami juga mendorong pemanfaatan hasil riset dan teknologi inovatif agar industri kelapa Indonesia semakin produktif, berdaya saing dan berkelanjutan,” ujarnya.

    Ketua Umum Dewan Kelapa Indonesia, Osriman Oesman, menegaskan bahwa kolaborasi ini adalah langkah awal untuk mendukung regulasi nasional terkait kelapa yang telah diamanatkan dalam Perpres dan UU No. 39 Tahun 2014,

    “Indonesia pernah menjadi nomor satu dalam hal lahan kelapa, tapi kini menurun dan hanya tersisa 60 – 70% lahan yang ada, kami berharap kerja sama ini dapat menjadi kontribusi signifikan untuk membangun kembali kejayaan kelapa Indonesia,” jelasnya.


    Sekjen Dewan Kelapa, Har Adi Basri, turut menyoroti rendahnya produktivitas kelapa akibat terbatasnya lahan. Ia menekankan pentingnya riset dalam menunjang hilirisasi industri sebagai upaya meningkatkan efisiensi dan daya saing.


    Acara dilanjutkan dengan sesi diskusi dan pemaparan program dari para peneliti PT RPN, termasuk presentasi dari peneliti Rizka Tamani Saptari mengenai riset embrio rescue dan teknologi SE (Somatic Embryogenesis) untuk pengembangan kelapa unggul. Diversifikasi produk seperti kelapa kopyor beku juga menjadi bagian dari strategi pengembangan ke depan.

    Melalui MoU ini, kedua pihak sepakat untuk mengembangkan pelatihan budidaya, penanganan panen dan pascapanen, sekaligus memperkuat basis riset yang mendukung kebutuhan petani dan industri. Diharapkan, sinergi ini tidak hanya memberi dampak ekonomi, tetapi juga menjadi kontribusi nyata bagi generasi mendatang dalam membangun industri kelapa Indonesia yang tangguh dan berkelanjutan.

    Keterangan Lebih Lanjut:
    Divisi Sekretariat Perusahaan
    PT Riset Perkebunan Nusantara
    Ponsel: 0811-1380-3523
    Email: rpn@rpn.co.id

  • Kolaborasi PT RPN-P3GI dan Mahasiswa Universitas Negeri Malang : Angkat Sejarah Perkebunan Gula Indonesia

    Pasuruan, 26 April 2025 — PT Riset Perkebunan Nusantara – Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia (PT RPN-P3GI) menerima kunjungan akademik dari mahasiswa semester VI Departemen Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang (UM), pada Jumat, 26 April 2025. Kunjungan ini merupakan bagian dari proyek produksi video dokumenter bertema “Sejarah Dinamika Gula di Malang dari Masa Pemerintahan Kolonial Belanda hingga Kemerosotan Gula di Indonesia.”


    PT RPN-P3GI yang telah berdiri sejak 1887 menjadi salah satu pusat penelitian gula tertua di Indonesia dan menyimpan koleksi arsip historis yang bernilai tinggi. Kunjungan ini menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mengakses sumber-sumber sejarah primer guna memperkaya narasi dokumenter yang tengah mereka garap.


    Sajidah A’izzun, peneliti di PT RPN-P3GI, menegaskan pentingnya peran lembaga riset ini dalam menjaga warisan ilmiah dan sejarah industri gula Indonesia.

    “P3GI memiliki kontribusi besar dalam penyelamatan industri gula, bahkan di tingkat global. Salah satunya melalui varietas tebu legendaris POJ 2878 yang pernah menyelamatkan industri gula dunia dari hama sereh. Kami berharap generasi muda dapat terus menggali dan melestarikan aset-aset penting seperti ini demi keberlanjutan industri gula nasional,” paparnya.


    Dosen pengampu mata kuliah, Arif Subekti, menyatakan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman mahasiswa tentang sejarah lokal melalui pendekatan langsung pada sumber-sumber otentik.

    “P3GI menyimpan khazanah arsip yang tak ternilai, terutama terkait perkembangan industri gula di Malang sejak era kolonial. Melalui tugas dokumenter ini, mahasiswa tidak hanya belajar sejarah secara teoritis, tetapi juga langsung bersinggungan dengan bukti material dan narasi historis yang autentik. Harapannya, karya ini dapat menjadi media edukasi publik tentang pentingnya melestarikan warisan sejarah perkebunan Indonesia,” ujarnya.

    Salah satu mahasiswa peserta, Ahmad Riza Wijaya, penyampaikan apresiasi atas kesempatan mengakses arsip bersejarah di P3GI. Dalam pernyataannya, ia berharap “Semoga seluruh arsip di P3GI, baik dari era Belanda hingga masa kontemporer, dapat terus tersimpan dan terjaga dengan baik. Kami juga berharap ke depan P3GI dapat menjalin kerja sama dengan universitas-universitas untuk mendigitalisasi arsip sejarah perkebunan tebu”, ungkapnya.

    Video dokumenter hasil kunjungan ini dijadwalkan tayang secara daring pada Juni 2025, sebagai bagian dari kampanye pelestarian sejarah lokal dan diseminasi pengetahuan kepada publik. Kolaborasi ini diharapkan menjadi awal dari kerja sama berkelanjutan antara akademisi, lembaga riset dan pemangku kebijakan dalam menggali sejarah serta ekonomi industri gula nasional.

  • Kolaborasi PT RPN-P3GI dengan PT Kebon Agung Pada Pelatihan On Farm Budidaya Tanaman Tebu

    Pasuruan, 25 April 2025 PT Kebon Agung bersama PT Riset Perkebunan Nusantara – Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia (PT RPN-P3GI) menyelenggarakan pelatihan on farm budidaya tanaman tebu sebagai upaya meningkatkan produktivitas dan memperkuat kompetensi sumber daya manusia. Kegiatan ini diikuti oleh peserta dari Pabrik Gula (PG) Kebon Agung dan PG Trangkil, serta berlangsung selama lima hari di Kota Pasuruan.


    Pelatihan dibuka secara resmi oleh Direktur Produksi PT Kebon Agung, Bapak Prasetyo Budi Santoso, yang dalam sambutannya menyampaikan optimisme terhadap hasil dari kegiatan ini

    “Harapan dari pelatihan ini adalah meningkatkan produksi tebu pada PT Kebon Agung, serta memperkuat sinergi antar divisi dan inovasi berkelanjutan dalam pengelolaan perkebunan. Kami ingin setiap peserta mampu mengaplikasikan ilmu ini untuk mencapai target produksi yang lebih efisien dan berkelanjutan”

    tegas Prasetyo Budi Santoso.


    Kepala P3GI, Bapak Aris Lukito dalam sambutannya turut menyampaikan dukungannya terhadap kegiatan ini

    “Dalam lima hari ke depan, saya berharap seluruh peserta dapat menggali ilmu secara maksimal dari para narasumber yang kompeten di bidangnya. Mari kita jadikan forum ini sebagai ruang untuk membangun sinergi, bertukar gagasan, dan menumbuhkan semangat pembaruan demi kemajuan perkebunan tebu nasional,” ungkapnya.


    Dalam pelaksanaannya, PT RPN-P3GI mengambil peran aktif tidak hanya dalam penyusunan kurikulum pelatihan, tetapi juga dalam penyampaian materi. Para narasumber berasal dari jajaran peneliti dan praktisi internal PT RPN yang telah berpengalaman dalam pengembangan teknologi budidaya tebu.


    Selain itu, pelatihan ini juga dirancang untuk mendorong peningkatan kapasitas sumber daya manusia secara berkelanjutan, menciptakan tenaga kerja yang adaptif, kompeten, dan siap menghadapi tantangan sektor industri gula di masa depan. Proses ini juga didukung dengan sinergi bersama berbagai pemangku kepentingan, baik dari kalangan pemerintah, akademisi, industri, maupun masyarakat.


    Keseluruhan upaya ini menjadi bagian dari kontribusi nyata PT RPN-P3GI dalam menyebarluaskan hasil-hasil riset dan inovasi yang telah dikembangkan dan mendukung pencapaian Swasembada Gula Nasional, dengan mendorong terciptanya ekosistem industri gula yang berdaya saing, mandiri, dan berkelanjutan.


    Pelatihan ini tidak hanya fokus pada aspek teknis, tetapi juga pada pembentukan karakter peserta. Melalui kerja sama dengan TNI Yon Zipur 10/Pasuruan, peserta menerima materi tambahan tentang wawasan kebangsaan, kepemimpinan, manajemen krisis, dan pelatihan fisik. Kolaborasi ini bertujuan membangun jiwa kepemimpinan, kedisiplinan, serta daya tahan mental dalam menghadapi tantangan di lapangan.

    Salah satu peserta, Helmi Rizqullah, mengungkapkan antusiasmenya terhadap pelatihan ini.

    “Pelatihan ini sangat bermanfaat, terutama dalam memperdalam teknik budidaya tebu yang tepat. Kolaborasi dengan TNI juga memberikan perspektif baru tentang pentingnya kerja tim dan tanggung jawab. Saya yakin ilmu ini akan kami terapkan langsung di lapangan untuk mendongkrak produktivitas,” ujarnya.

    Pelatihan dirancang dengan pendekatan kombinatif antara kelas teori, praktik lapangan, dan simulasi kepemimpinan. Kegiatan ini diharapkan memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan produktivitas tebu nasional serta memperkuat ketahanan industri gula Indonesia yang berdaya saing dan berkelanjutan.

    Keterangan Lebih Lanjut:
    Sub Komersial Informasi
    Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia
    Jln. Pahlawan No. 25 Kota Pasuruan, Jawa TImur
    +62 852-3148-4696