Category: Dunia Perkebunan

Berita seputar perkebunan lingkup PT. RPN

  • Penandatanganan MoU antara PT RPN dan Dewan Kelapa Indonesia sebagai Langkah Strategis untuk Penguatan Industri Kelapa Nasional

    Bogor, 2 Mei 2025 — PT Riset Perkebunan Nusantara (PT RPN) resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Dewan Kelapa Indonesia dalam sebuah acara yang diselenggarakan di Aula Kantor Direksi PT RPN, Bogor. Kerja sama ini bertujuan memperkuat pengembangan industri kelapa nasional dari hulu hingga hilir melalui pelatihan dan riset yang terintegrasi.


    Penandatanganan MoU ini dihadiri oleh jajaran pimpinan kedua lembaga, antara lain Direktur PT RPN Iman Yani Harahap, SEVP Operation I PT RPN Tjahjono Herawan beserta jajaran, Ketua Umum Dewan Kelapa Indonesia Osriman Oesman serta Sekretaris Jenderal Dewan Kelapa Indonesia Har Adi Basri.


    Direktur RPN, Iman Yani Harahap, dalam sambutannya menyampaikan pentingnya kolaborasi lintas lembaga untuk memulihkan harapan industri kelapa nasional.

    “Penandatanganan MoU ini menjadi langkah strategis dalam mendorong penguatan sektor kelapa nasional, melalui kerja sama dengan Dewan Kelapa Indonesia, kami berkomitmen mendukung peningkatan kapasitas SDM di seluruh rantai nilai kelapa, mulai dari hulu hingga hilir, kami juga mendorong pemanfaatan hasil riset dan teknologi inovatif agar industri kelapa Indonesia semakin produktif, berdaya saing dan berkelanjutan,” ujarnya.

    Ketua Umum Dewan Kelapa Indonesia, Osriman Oesman, menegaskan bahwa kolaborasi ini adalah langkah awal untuk mendukung regulasi nasional terkait kelapa yang telah diamanatkan dalam Perpres dan UU No. 39 Tahun 2014,

    “Indonesia pernah menjadi nomor satu dalam hal lahan kelapa, tapi kini menurun dan hanya tersisa 60 – 70% lahan yang ada, kami berharap kerja sama ini dapat menjadi kontribusi signifikan untuk membangun kembali kejayaan kelapa Indonesia,” jelasnya.


    Sekjen Dewan Kelapa, Har Adi Basri, turut menyoroti rendahnya produktivitas kelapa akibat terbatasnya lahan. Ia menekankan pentingnya riset dalam menunjang hilirisasi industri sebagai upaya meningkatkan efisiensi dan daya saing.


    Acara dilanjutkan dengan sesi diskusi dan pemaparan program dari para peneliti PT RPN, termasuk presentasi dari peneliti Rizka Tamani Saptari mengenai riset embrio rescue dan teknologi SE (Somatic Embryogenesis) untuk pengembangan kelapa unggul. Diversifikasi produk seperti kelapa kopyor beku juga menjadi bagian dari strategi pengembangan ke depan.

    Melalui MoU ini, kedua pihak sepakat untuk mengembangkan pelatihan budidaya, penanganan panen dan pascapanen, sekaligus memperkuat basis riset yang mendukung kebutuhan petani dan industri. Diharapkan, sinergi ini tidak hanya memberi dampak ekonomi, tetapi juga menjadi kontribusi nyata bagi generasi mendatang dalam membangun industri kelapa Indonesia yang tangguh dan berkelanjutan.

    Keterangan Lebih Lanjut:
    Divisi Sekretariat Perusahaan
    PT Riset Perkebunan Nusantara
    Ponsel: 0811-1380-3523
    Email: rpn@rpn.co.id

  • Kolaborasi PT RPN-P3GI dan Mahasiswa Universitas Negeri Malang : Angkat Sejarah Perkebunan Gula Indonesia

    Pasuruan, 26 April 2025 — PT Riset Perkebunan Nusantara – Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia (PT RPN-P3GI) menerima kunjungan akademik dari mahasiswa semester VI Departemen Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang (UM), pada Jumat, 26 April 2025. Kunjungan ini merupakan bagian dari proyek produksi video dokumenter bertema “Sejarah Dinamika Gula di Malang dari Masa Pemerintahan Kolonial Belanda hingga Kemerosotan Gula di Indonesia.”


    PT RPN-P3GI yang telah berdiri sejak 1887 menjadi salah satu pusat penelitian gula tertua di Indonesia dan menyimpan koleksi arsip historis yang bernilai tinggi. Kunjungan ini menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mengakses sumber-sumber sejarah primer guna memperkaya narasi dokumenter yang tengah mereka garap.


    Sajidah A’izzun, peneliti di PT RPN-P3GI, menegaskan pentingnya peran lembaga riset ini dalam menjaga warisan ilmiah dan sejarah industri gula Indonesia.

    “P3GI memiliki kontribusi besar dalam penyelamatan industri gula, bahkan di tingkat global. Salah satunya melalui varietas tebu legendaris POJ 2878 yang pernah menyelamatkan industri gula dunia dari hama sereh. Kami berharap generasi muda dapat terus menggali dan melestarikan aset-aset penting seperti ini demi keberlanjutan industri gula nasional,” paparnya.


    Dosen pengampu mata kuliah, Arif Subekti, menyatakan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman mahasiswa tentang sejarah lokal melalui pendekatan langsung pada sumber-sumber otentik.

    “P3GI menyimpan khazanah arsip yang tak ternilai, terutama terkait perkembangan industri gula di Malang sejak era kolonial. Melalui tugas dokumenter ini, mahasiswa tidak hanya belajar sejarah secara teoritis, tetapi juga langsung bersinggungan dengan bukti material dan narasi historis yang autentik. Harapannya, karya ini dapat menjadi media edukasi publik tentang pentingnya melestarikan warisan sejarah perkebunan Indonesia,” ujarnya.

    Salah satu mahasiswa peserta, Ahmad Riza Wijaya, penyampaikan apresiasi atas kesempatan mengakses arsip bersejarah di P3GI. Dalam pernyataannya, ia berharap “Semoga seluruh arsip di P3GI, baik dari era Belanda hingga masa kontemporer, dapat terus tersimpan dan terjaga dengan baik. Kami juga berharap ke depan P3GI dapat menjalin kerja sama dengan universitas-universitas untuk mendigitalisasi arsip sejarah perkebunan tebu”, ungkapnya.

    Video dokumenter hasil kunjungan ini dijadwalkan tayang secara daring pada Juni 2025, sebagai bagian dari kampanye pelestarian sejarah lokal dan diseminasi pengetahuan kepada publik. Kolaborasi ini diharapkan menjadi awal dari kerja sama berkelanjutan antara akademisi, lembaga riset dan pemangku kebijakan dalam menggali sejarah serta ekonomi industri gula nasional.

  • Kolaborasi PT RPN-P3GI dengan PT Kebon Agung Pada Pelatihan On Farm Budidaya Tanaman Tebu

    Pasuruan, 25 April 2025 PT Kebon Agung bersama PT Riset Perkebunan Nusantara – Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia (PT RPN-P3GI) menyelenggarakan pelatihan on farm budidaya tanaman tebu sebagai upaya meningkatkan produktivitas dan memperkuat kompetensi sumber daya manusia. Kegiatan ini diikuti oleh peserta dari Pabrik Gula (PG) Kebon Agung dan PG Trangkil, serta berlangsung selama lima hari di Kota Pasuruan.


    Pelatihan dibuka secara resmi oleh Direktur Produksi PT Kebon Agung, Bapak Prasetyo Budi Santoso, yang dalam sambutannya menyampaikan optimisme terhadap hasil dari kegiatan ini

    “Harapan dari pelatihan ini adalah meningkatkan produksi tebu pada PT Kebon Agung, serta memperkuat sinergi antar divisi dan inovasi berkelanjutan dalam pengelolaan perkebunan. Kami ingin setiap peserta mampu mengaplikasikan ilmu ini untuk mencapai target produksi yang lebih efisien dan berkelanjutan”

    tegas Prasetyo Budi Santoso.


    Kepala P3GI, Bapak Aris Lukito dalam sambutannya turut menyampaikan dukungannya terhadap kegiatan ini

    “Dalam lima hari ke depan, saya berharap seluruh peserta dapat menggali ilmu secara maksimal dari para narasumber yang kompeten di bidangnya. Mari kita jadikan forum ini sebagai ruang untuk membangun sinergi, bertukar gagasan, dan menumbuhkan semangat pembaruan demi kemajuan perkebunan tebu nasional,” ungkapnya.


    Dalam pelaksanaannya, PT RPN-P3GI mengambil peran aktif tidak hanya dalam penyusunan kurikulum pelatihan, tetapi juga dalam penyampaian materi. Para narasumber berasal dari jajaran peneliti dan praktisi internal PT RPN yang telah berpengalaman dalam pengembangan teknologi budidaya tebu.


    Selain itu, pelatihan ini juga dirancang untuk mendorong peningkatan kapasitas sumber daya manusia secara berkelanjutan, menciptakan tenaga kerja yang adaptif, kompeten, dan siap menghadapi tantangan sektor industri gula di masa depan. Proses ini juga didukung dengan sinergi bersama berbagai pemangku kepentingan, baik dari kalangan pemerintah, akademisi, industri, maupun masyarakat.


    Keseluruhan upaya ini menjadi bagian dari kontribusi nyata PT RPN-P3GI dalam menyebarluaskan hasil-hasil riset dan inovasi yang telah dikembangkan dan mendukung pencapaian Swasembada Gula Nasional, dengan mendorong terciptanya ekosistem industri gula yang berdaya saing, mandiri, dan berkelanjutan.


    Pelatihan ini tidak hanya fokus pada aspek teknis, tetapi juga pada pembentukan karakter peserta. Melalui kerja sama dengan TNI Yon Zipur 10/Pasuruan, peserta menerima materi tambahan tentang wawasan kebangsaan, kepemimpinan, manajemen krisis, dan pelatihan fisik. Kolaborasi ini bertujuan membangun jiwa kepemimpinan, kedisiplinan, serta daya tahan mental dalam menghadapi tantangan di lapangan.

    Salah satu peserta, Helmi Rizqullah, mengungkapkan antusiasmenya terhadap pelatihan ini.

    “Pelatihan ini sangat bermanfaat, terutama dalam memperdalam teknik budidaya tebu yang tepat. Kolaborasi dengan TNI juga memberikan perspektif baru tentang pentingnya kerja tim dan tanggung jawab. Saya yakin ilmu ini akan kami terapkan langsung di lapangan untuk mendongkrak produktivitas,” ujarnya.

    Pelatihan dirancang dengan pendekatan kombinatif antara kelas teori, praktik lapangan, dan simulasi kepemimpinan. Kegiatan ini diharapkan memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan produktivitas tebu nasional serta memperkuat ketahanan industri gula Indonesia yang berdaya saing dan berkelanjutan.

    Keterangan Lebih Lanjut:
    Sub Komersial Informasi
    Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia
    Jln. Pahlawan No. 25 Kota Pasuruan, Jawa TImur
    +62 852-3148-4696

  • Kolaborasi Ditjenbun, PT RPN dan Produsen Benih Lainnya : Wujudkan Ketahanan Pangan Kabupaten Cianjur

    Cianjur, 16 April 2025 – Dalam rangka mendukung program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), kegiatan Penanaman dan Penyerahan Bantuan Benih Padi Gogo dilaksanakan di Desa Cikendi, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Acara ini menjadi wujud nyata sinergi antara pemerintah, perusahaan produsen benih, dan petani dalam upaya memperkuat ketahanan pangan nasional melalui pemanfaatan lahan kering secara optimal.

    Kegiatan ini dihadiri oleh Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Republik Indonesia; Direktur Perbenihan Perebunan Kementerian Pertanian Republik Indonesia; Sekretaris Daerah Kabupaten Cianjur; Kepala Dinas TPHPKP Kabupaten Cianjur; Ketua Forum Perusahaan Benih Kelapa Sawit Indonesia (FKPB-KS), serta 14 Produsen Benih Kelapa Sawit, termasuk di dalamnya PT Riset Perkebunan Nusantara.

    Rangkaian acara diawali dengan penanaman benih padi gogo, dilanjutkan dengan penyerahan secara simbolis benih padi gogo kepada perwakilan dari lima desa penerima manfaat di wilayah tersebut. Dalam kesempatan ini, sejumlah perusahaan yang berkontribusi aktif dalam penguatan ketahanan pangan turut menerima penghargaan atas peran dan dukungannya.

    Pada kesempatan ini, kehadiran PT RPN diwakilkan kepada SEVP Operation II, Dr. Ir. Misnawi yang mana pada sesi wawancara khusus mengungkapkan antusiasnya terkait agenda tersebut, “Produksi pangan dan ketahanan adalah marwah dan tanggung jawab bangsa, tidak ada pekerjaan berat apabila kita semua yg bergerak di produksi benih kelapa sawit maupun bidang lainnya mau bekerja sama bergandengan tangan, mensukseskan program ketahanan pangan ini” ungkap beliau.

    Ketua FKPB-KS, Dwi Aswono, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan ini. “Ini merupakan amanah yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo. Dalam kondisi dunia yang sangat dinamis, tidak ada pilihan bagi setiap negara selain mandiri secara pangan,” ungkapnya. Ia juga menegaskan bahwa, “Sejak dahulu benih sudah eksis. Mudah-mudahan sumbangsih ini dapat membuktikan bahwa swasembada adalah realita yang harus terjadi di Indonesia.”

    Sekretaris Daerah Kabupaten Cianjur, yang hadir mewakili pemerintah daerah, juga menyampaikan rasa terima kasihnya atas dukungan konkret dari para mitra. “Cianjur masih memiliki angka kemiskinan yang tinggi. Oleh karena itu, kami harus bekerja keras dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat. Kehadiran Bapak dan Ibu secara langsung memberikan bantuan nyata kepada kami,” ujarnya. Ia menilai bahwa lahan kering di Cianjur sangat potensial untuk pengembangan padi gogo, terutama di wilayah perbukitan yang tidak terjangkau irigasi. “Program ini sangat strategis dan kami optimis dapat memberikan manfaat jangka panjang.”

    Sementara itu, Direktur Jenderal Perkebunan, Heru Tri Widarto, juga turut memberikan pandangannya. Ia menyebut bahwa potensi ekonomi dari program ini sangat besar. “Jika target 5220 hektar bisa terealisasi dengan produktivitas dua ton per hektar, maka akan ada Rp67,9 miliar yang berputar di Cianjur,” jelasnya. Ia juga memberi pesan khusus kepada generasi muda, terutama siswa sekolah pertanian yang turut hadir pada saat itu, untuk menjaga warisan budaya lokal. “Padi gogo adalah budaya lama orang Sunda, ketahanan pangan sejati itu adanya di desa. Kalau ketahanan pangan bisa diwujudkan, maka masing-masing desa akan bisa menyediakan makanannya sendiri,” tegas Heru.

    Melalui kolaborasi erat dan keberlanjutan program ini, seluruh pihak berharap terwujudnya swasembada pangan yang bukan sekadar impian, melainkan kenyataan yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya para petani di daerah.

    Keterangan Lebih Lanjut:

    Divisi Sekretariat Perusahaan

    PT Riset Perkebunan Nusantara

    Ponsel: 0811-1380-3523

    Email: rpn@rpn.co.id

  • PT RPN Gelar Halal Bihalal : Pererat Silahturahmi dan Sinergi

    Bogor, 11 April 2025 – PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN) menggelar acara Halal Bihalal pada Jumat (11/4) di Aula PT RPN, Bogor. Kegiatan ini mengusung tema “Silaturahmi Menyatukan Hati, Menguatkan Sinergi” sebagi wujud mempererat tali persaudaraan dan memperkuat sinergi antar insan RPN pasca perayaan Idul fitri 1446 H.Acara dihadiri oleh jajaran pimpinan, termasuk Komisaris Utama, Direktur PT RPN, SEVP, IKBI, serta seluruh karyawan PT RPN Lingkup Taman Kencana, KP. Ciomas dan KP Cibodas.


    Direktur PT RPN, Iman Yani Harahap, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas antusiasme dan partisipasi seluruh pihak yang hadir.

    “Halal Bihalal merupakan agenda rutin yang selalu kita laksanakan dalam nuansa yang berbeda setiap tahunnya. Silaturahmi tidak terbatas pada satu waktu atau tempat, bahkan dapat dilakukan lintas keyakinan. Dari silaturahmi, akan lahir berbagai kebaikan yang memperkuat ikatan,” ujarnya.

    Senada dengan itu, Komisaris Utama PT RPN, Sjukrianto Yulia, juga berharap agar momentum ini dapat dimanfaatkan sebaik mungkin “Semoga ini bisa menjadi momen kita untuk memahami bahwa komunikasi itu harus kuat dan RPN bisa terus berkembang. Organisasi yg kuat berasal dari sinergi yang kuat.” Tuturnya.


    Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan tausiyah oleh Ustadz Samsul Basri yang membawakan materi bertema “Bekerja Lillah dan Billah”. Dalam ceramahnya, beliau mengajak seluruh hadirin untuk merenungkan makna bekerja dengan niat yang benar, yaitu semata-mata karena Allah SWT.

    “Segala aktivitas kita harus diawali dengan menyebut nama Allah. Tidak peduli apa jabatan kita, semua akan kehilangan keberkahan jika tidak disandarkan pada-Nya. Ada di antara kita yang dilapangkan rezekinya, ditinggikan jabatannya iitu semua adalah pertolongan Allah. Jangan pernah merasa sombong atau menyandarkan keberhasilan pada diri sendiri. Maka niatkanlah setiap aktivitas Lillah (karena Allah) dan Billah (dengan pertolongan Allah),” jelas Ustadz Samsul.

    Acara ditutup dengan momen saling bersalaman sebagai ekspresi silaturahmi dan kebersamaan keluarga besar PT RPN, di mana peserta mengenakan busana nuansa putih yang mencerminkan kesederhanaan dan kesucian Idulfitri, membentuk barisan panjang dalam suasana hangat untuk saling memaafkan dan mempererat keakraban.

    Halal Bihalal ini tidak hanya menjadi ajang mempererat hubungan kekeluargaan, tetapi juga menjadi sarana memperkuat nilai spiritual dan sinergi dalam menghadapi tantangan di masa depan. Dengan semangat kebersamaan yang semakin erat, PT RPN optimis melangkah lebih kokoh menuju masa depan yang lebih baik.

    Keterangan Lebih Lanjut:
    Divisi Sekretariat Perusahaan
    PT Riset Perkebunan Nusantara
    Ponsel: 0811-1380-3523
    Email: rpn@rpn.co.id

  • IKBI PT RPN Basis Kandir Gelar Bakti Sosial di Panti Asuhan “Rumah Harapan”

    Bogor, 7 Maret 2025 – IKBI PT RPN basis Kandir menunjukkan kepeduliannya terhadap sesama dengan mengadakan kegiatan bakti sosial sebagai bagian dari program kerja tahun 2025. Kegiatan yang dilaksanakan pada hari Jumat, 7 Maret 2025 (7 Ramadhan 1446H) ini berupa santunan serta pemberian bingkisan Ramadhan dan Lebaran kepada anak-anak di Panti Asuhan “Rumah Harapan” yang berlokasi di Karadenan, Kedung Halang, Kota Bogor.


    Acara ini dihadiri oleh pengurus IKBI PT RPN basis Kandir dari berbagai bidang, termasuk bidang ekonomi, sosial, pendidikan, dan kesekretariatan. Ketua dan Wakil Ketua IKBI PT RPN basis Kandir turut hadir sebagai perwakilan utama dalam kegiatan ini.


    Ketua IKBI PT RPN Basis Kandir, Ira Iman Yani Harahap, dalam sambutannya menyampaikan harapannya agar kegiatan ini dapat membawa kebahagiaan serta memberikan semangat kepada anak-anak panti asuhan dalam menjalani ibadah di bulan suci Ramadhan.


    “Kami berharap bantuan ini tidak hanya memberikan kebahagiaan tetapi juga semangat bagi adik-adik di Panti Asuhan “Rumah Harapan” dalam menjalani Ramadhan dan menyambut Idul Fitri dengan penuh suka cita,” ujarnya.

    Kegiatan ini juga diisi dengan sesi motivasi bagi anak-anak panti, untuk menumbuhkan semangat dan optimisme dalam menghadapi tantangan hidup. Pengurus Panti Asuhan “Rumah Harapan” turut menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas perhatian serta bantuan yang diberikan oleh IKBI PT RPN Basis Kandir.

    Melalui kegiatan ini, IKBI PT RPN Basis Kandir berkomitmen untuk terus menjalankan program bakti sosial secara berkelanjutan di tahun-tahun mendatang sebagai bentuk kepedulian dan rasa syukur. IKBI juga berharap PT RPN dapat terus berkembang, sukses, dan mendapatkan keberkahan dalam setiap langkahnya.

    Keterangan Lebih Lanjut
    IKBI PT RPN basis Kandir
    PT Riset Perkebunan Nusantara
    Ponsel: 0811-1380-3523
    Email: rpn@rpn.co.id

  • RPN Perkuat Implementasi GIS melalui Kuliah Umum Temu Praktisi Politeknik Citra Widya Edukasi (CWE) untuk Transformasi Digital Perkebunan Kelapa Sawit

    Bekasi, 18 Maret 2025 – PT Riset Perkebunan Nusantara (PT RPN) terus memperkuat perannya dalam pengembangan teknologi digital di sektor perkebunan dengan berpartisipasi aktif dalam Kuliah Umum Temu Praktisi bertajuk Ruang Lingkup dan Perkembangan Teknologi Geographic Information System di Perkebunan Kelapa Sawit. Acara yang diselenggarakan oleh Politeknik Citra Widya Edukasi (CWE) ini menghadirkan dosen, mahasiswa program studi Budidaya Perkebunan Kelapa Sawit, serta praktisi dari Terra Drone dan tim NusaGIS PT RPN.


    Sebagai perusahaan riset dalam sektor perkebunan, PT RPN melalui unit NusaGIS berkomitmen untuk mempercepat adopsi teknologi GIS guna meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan perkebunan kelapa sawit. Kuliah umum ini menjadi forum strategis bagi akademisi dan praktisi untuk membahas penerapan GIS dalam mendukung pengelolaan perkebunan secara presisi.


    Teknologi GIS memiliki peran penting dalam mendukung efisiensi dan keberlanjutan perkebunan kelapa sawit. Pemanfaatan GIS memungkinkan pemetaan lahan yang presisi, analisis kesuburan tanah yang lebih akurat, analisis hara dan rekomendasi pemupukan digital, analisis karbon stok perkebunan kelapa sawit, deteksi dini penyakit tanaman, serta perencanaan jalur transportasi yang optimal.


    Dalam sambutannya, Kepala Program Studi Budidaya Perkebunan Kelapa Sawit Politeknik CWE menyampaikan apresiasi atas kontribusi PT RPN dalam acara ini.

    “saya berharap kegiatan ini dapat meningkatkan antusiasme mahasiswa dalam memahami perkembangan teknologi GIS untuk perkebunan. Harapannya, kegiatan ini dapat menjadi langkah awal bagi pengembangan kurikulum berbasis GIS serta program sertifikasi bagi dosen dan mahasiswa,”.

    Kuliah umum ini menghadirkan dua pemateri utama yaitu Masyitah Tri Andari (NusaGIS PT RPN) yang mengulas peran strategis teknologi GIS dalam meningkatkan produktivitas dan efisiensi perkebunan kelapa sawit, serta Faris Hizba (Terra Drone) yang membahas implementasi drone dalam pemetaan dan analisis perkebunan. Diskusi interaktif yang berlangsung setelahnya menunjukkan antusiasme tinggi dari mahasiswa, dengan berbagai pertanyaan kritis mengenai penerapan GIS di lapangan.

    Selain memberikan wawasan baru bagi peserta, kegiatan ini juga menegaskan pentingnya peningkatan pemahaman mahasiswa terhadap teknologi GIS, perluasan akses terhadap data spasial yang lebih akurat, serta pemahaman lebih lanjut mengenai regulasi yang mendukung implementasi teknologi ini. Politeknik CWE bersama NusaGIS PT RPN berkomitmen untuk mempersiapkan mahasiswa yang lebih kompeten dalam menghadapi tantangan digitalisasi, khususnya di bidang GIS perkebunan kelapa sawit.

    Sebagai bagian dari upaya mempercepat transformasi digital di sektor perkebunan, PT RPN terus menghadirkan solusi berbasis GIS yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi operasional, produktivitas, serta keberlanjutan usaha. Dengan keahlian dan pengalaman yang luas, PT RPN siap mendukung serta membuka peluang kerja sama strategis bagi perusahaan yang ingin berinovasi dengan solusi berbasis data guna mendorong digitalisasi perkebunan.

    Keterangan Lebih Lanjut:
    Divisi DSDMTI
    PT Riset Perkebunan Nusantara
    Ponsel: 0811-1380-3523
    Email: rpn@rpn.co.id

  • PERKUAT SISTEM DIGITALISASI : PT RPN GELAR PELATIHAN GEOGRAPHIC INFORMATION SYSTEM (GIS) DASAR

    Bogor, 7 Maret 2025 – PT Riset Perkebunan Nusantara (PT RPN) menyelenggarakan Pelatihan Dasar Geographic Information System (GIS) untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan karyawan dalam penggunaan teknologi GIS. Pelatihan ini berlangsung selama empat hari, dari tanggal 4 hingga 7 Maret 2025, dan diikuti oleh peserta dari berbagai pusat penelitian di lingkungan PT RPN.


    Pelatihan ini bertujuan membekali tim NusaGIS dengan keterampilan dasar dalam mengoperasikan perangkat lunak GIS serta memahami konsep pemetaan dan analisis spasial. Selain itu, pelatihan ini juga diharapkan dapat meningkatkan pemanfaatan GIS dalam operasional NusaGIS guna mendukung sistem pengelolaan data yang lebih efektif.


    Kegiatan ini dibuka oleh SEVP Business Support PT RPN, Edy Suprianto, yang menekankan pentingnya pemahaman GIS Dasar bagi setiap komoditas serta kolaborasi antar pusat penelitian dalam lingkup PT RPN.


    Pelatihan mencakup sesi teori, workshop, dan diskusi kelompok yang dipandu oleh tujuh narasumber internal berpengalaman, yakni Masyitah Tri Andari, Maulana Abdul Hakim, Melania Intan Titisana, Jamin Saputra, Panca Agus Prianto, dan Dedi Anwar. Materi yang disampaikan meliputi prinsip dasar GIS, pengenalan ArcGIS, retifikasi, data spasial, topologi geodatabase, serta penerapan GIS dalam analisis spasial dan pembuatan peta.


    Selain teori, peserta juga mengikuti sesi praktik yang mencakup penyusunan dan pengelolaan layer di ArcMap, pengeditan data spasial dan atribut, pembuatan serta evaluasi topologi database, overlay data spasial, hingga penyusunan layout peta.

    Pada sesi penutupan, Project Manager NusaGIS PT RPN, Heri Santoso, menyampaikan harapannya agar pelatihan ini dapat diimplementasikan secara luas dalam operasional perusahaan. “Melalui pelatihan ini, kami berharap teknologi GIS dapat mempermudah pekerjaan serta diterapkan pada seluruh komoditas di PT RPN,” ujarnya.


    Dengan berakhirnya pelatihan ini, peserta diharapkan mampu mengoperasikan perangkat lunak GIS secara mandiri serta mengembangkan sistem pengelolaan data yang lebih terstruktur. Dengan demikian,iImplementasi GIS yang lebih efektif akan mendukung pertumbuhan PT RPN secara berkelanjutan.


    Keterangan Lebih Lanjut
    Divisi Sumber Daya Manusia dan Teknologi Informasi
    PT Riset Perkebunan Nusantara
    Ponsel: 0811-1380-3523
    Email: rpn@rpn.co.id

  • Tingkatkan Efisiensi Produksi Gula Kristal Putih : P3GI-PT RPN Selenggarakan Pelatihan Intensif Kristalisasi 3 Tingkat ACD

    Senin, 24 Februari 2025 – Pusat Penelitian Perkebunan Indonesia (P3GI)-PT Riset Perkebunan Nusantara (PT RPN) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung industri gula nasional dengan menyelenggarakan pelatihan sistem masak (kristalisasi) 3 tingkat ACD. Pelatihan yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi serta kualitas produksi Gula Kristal Putih (GKP) ini diikuti oleh peserta dari PG Telogo Kelang.


    Secara khusus, pelatihan dirancang untuk memberikan pemahaman mendalam mengenai teknologi kristalisasi modern, optimalisasi proses produksi guna mencapai efisiensi maksimal, serta penerapan teknik terbaik dalam menghasilkan GKP berkualitas premium. Selain itu, pelatihan ini juga menjadi ajang transfer ilmu dari para pemateri yang memiliki keahlian di industri gula kepada para peserta.


    Direktur PG Telogo Kelang, A.M. Arofat, yang turut hadir dalam kegiatan ini, menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif P3GI-PT RPN “Pelatihan ini sangat penting bagi kami di PG Telogo Kelang untuk terus meningkatkan kualitas produksi gula. Dengan adanya transfer ilmu dari para ahli, kami dapat mengadopsi teknologi dan teknik terbaru yang akan membantu kami mencapai efisiensi produksi yang lebih tinggi dan menghasilkan GKP berkualitas premium,” ujar Arofat.


    Pelatihan ini diharapkan dapat menjadi langkah strategis dalam meningkatkan daya saing industri gula nasional. Dengan mengadopsi teknologi modern dan teknik produksi yang lebih baik, diharapkan produksi GKP di Indonesia dapat memenuhi standar kualitas nasional serta internasional, sehingga mampu bersaing di pasar global.


    Sebagai lembaga yang terus berinovasi, P3GI-PT RPN berkomitmen untuk menghadirkan pelatihan yang relevan dan sesuai dengan kebutuhan industri. Fleksibilitas dan responsivitas dalam menghadapi dinamika industri gula menjadi salah satu keunggulan utama P3GI-PT RPN dalam memberikan solusi pelatihan yang efektif dan berkelanjutan.

    Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan industri gula nasional dapat terus berkembang dan bersaing di tingkat global, serta mampu memenuhi permintaan pasar yang semakin meningkat. Pelatihan ini terbuka bagi siapa saja yang membutuhkan dan untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi kontak yang tertera, jangan lewatkan kesempatan untuk meningkatkan kompetensi dan kualitas produksi gula bersama para ahli di P3GI-PT RPN.

    Keterangan Lebih Lanjut:
    Sub Komersial Informasi
    Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia
    Jln. Pahlawan No. 25 Kota Pasuruan, Jawa TImur
    +62 852-3148-4696

  • Kontribusi PT RPN pada Program Relawan Bakti BUMN Batch VII : Kuatkan Potensi Lingkungan dan Ekonomi Masyarakat Dusun Bayan

    Dusun Bayan, 17 Februari 2025 – Program Relawan Bakti BUMN Batch VII yang diinisiasi oleh Kementerian BUMN berlangsung pada 17-19 Februari 2025 di 10 titik lokasi di seluruh Indonesia, termasuk Dusun Bayan, Lombok Utara. Program ini bertujuan untuk meningkatkan peran BUMN dalam pengembangan sosial melalui Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Dari 100 peserta yang terseleksi, Sdri. Rokhana Faizah dari PT Riset Perkebunan Nusantara (PT RPN) terpilih sebagai relawan di lokasi Lombok.


    Program ini mengusung tema “Menjaga Warisan Budaya, Menguatkan Potensi Lingkungan dan Ekonomi Masyarakat” dengan subtema khusus untuk Desa Bayan, yakni “Pangadeg Bumi Bayan, Sengkerang Pangrajin Rasa” yang menekankan pada pemberdayaan desa melalui pengelolaan budaya dan potensi alam. Fokus kegiatan meliputi lingkungan, ekonomi, pendidikan, serta sosial dan kesehatan, dengan tujuan mendukung pencapaian SDGs dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah 3T.


    Kegiatan ini diawali dengan penyambutan oleh Direktur Utama AirNav Indonesia, Avirianto Suratno kepada tim relawan di Bandara Lombok Praya, dalam sambutannya, menegaskan pentingnya sinergi antara BUMN, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menciptakan dampak positif yang berkelanjutan.

    “Melalui Program Relawan Bakti BUMN ini, kami tidak hanya ingin memberikan bantuan sesaat, tetapi juga memberdayakan masyarakat Desa Bayan agar dapat berdiri di atas kaki sendiri. Ini sejalan dengan visi Asta Cita Presiden Prabowo yang mengutamakan ekonomi kerakyatan dan kemandirian bangsa, kami percaya bahwa dengan membangun potensi lokal, kita dapat menciptakan perubahan besar yang berkelanjutan.” ungkap Avirianto.

    Setelah penyambutan kegiatan dilanjutkan dengan perjalanan menuju Bayan. Sebanyak 10 relawan yang berasal dari 10 entitas BUMN turut serta dalam program ini, diantaranya berasal dari PT Riset Perkebunan Nusantara, PT Pertamina EP, PT Pertamina Hulu Indonesia, PT Reska Multi Usaha KAI, PT MIND ID, PT Asuransi Jasa Indonesia, PT Dayamitra Telekomunikasi Indonesia Tbk, PT Jasamarga Tollroad Operator, PT PLN Nusantara Power dan PT Wijaya Karya Rekayasa Konstruksi.


    Pada hari pertama, prosesi pembukaan berlangsung meriah dengan iringan Gendang Beleg dan penyambutan oleh pemangku adat di Rumah Adat Bayan. Tim relawan kemudian dibagi ke dalam kelompok untuk mengajar di SD 1 Bayan dan MTs Babul Mujahiddin, mengajarkan pengelolaan sampah, kesehatan gigi, anti-bullying, serta memberikan penyuluhan kepada orang tua mengenai dukungan terhadap cita-cita anak. Selain itu, dilakukan pembersihan dan renovasi fasilitas sekolah bersama siswa dan guru secara gotong royong.

    Pada hari kedua, kegiatan berlanjut dengan belajar mengajar di SD 2 Bayan, revitalisasi Air Mandala, serta pelatihan digital marketing untuk UMKM lokal. Tim relawan juga mendampingi anak-anak di Pojok Baca, memberikan edukasi literasi serta workshop pemasaran digital bagi UMKM untuk memperluas jangkauan produk mereka. Selain itu, dilakukan penyuluhan pengelolaan makanan sehat dan konsultasi parenting bagi para orang tua, di bidang lingkungan, relawan turut serta dalam pembersihan kawasan Air Mandala, yang memiliki potensi sebagai destinasi wisata berbasis kearifan lokal.

    Pada hari ketiga, tim RBB melaksanakan penanaman 200 pohon pucuk merah di Masjid Kuno Beleq, diikuti dengan olahraga bersama warga dan penanaman bibit padi di tanah adat. Tim juga menyelenggarakan pelatihan pengelolaan keuangan bagi UMKM, mengadakan workshop pembuatan buket bunga untuk remaja Bayan, serta menggali potensi pengembangan Desa Wisata Bayan sebagai gerbang pendakian Gunung Rinjani.

    Acara ditutup dengan seremoni perpisahan di Balai Desa Bayan, yang menampilkan tarian khas Bayan, sambutan warga, serta pertunjukan drama dan tari dari tim RBB. Program ini tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat tetapi juga menjadi pengalaman berharga bagi relawan dalam memahami dan berkontribusi terhadap pemberdayaan komunitas lokal.


    Keterangan Lebih Lanjut
    Divisi Produksi RIS
    PT Riset Perkebunan Nusantara
    Ponsel: 0811-1380-3523
    Email: rpn@rpn.co.id